Viewer: 1109
0 0

Home / Berita / Daerah

Selasa, 17 November 2020 - 20:36 WIB

Untuk Mendongkrak Lulusan SMK Masuk DU/DI, SMK I Siantar Selain Persiapkan BKK Terapkan PPK

Viewer: 1110
0 0
Terakhir Dibaca:3 Menit, 12 Detik

Kompas Nasional l Simalungun

Untuk Mendongkrak Lulusan SMK masuk Dunia Usaha atau Dunia Industi (DU/DI), SMKN 1 Siantar, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara telah mendirikan Bursa Kerja Khusus(BKK). 

Selain mendirikan BKK,  SMKN 1 Siantar juga terapkan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK). Hal ini dikatakan Kepala sekolah SMKN 1 Siantar Manuahal Sirait pada kompasnasional.com, Selasa,(17/11/2020).

Pada umumnya Siswa yang masuk ke SMK jika lulus pengen langsung kerja, dan banyak juga yang asal lulus sehingga banyak yang menganggur.

Manuahal juga mengatakan, salah satu alasan lulusan SMK banyak yang menganggur adalah karena di SMK kurang dilatih mental, hanya praktek yang di perbanyak padahal pelatikan mental di SMK sangat diperlukan. 

“Contohnya seperti, seorang siswa pintar dalam memperbaiki motor, tapi kalau siswa disuruh memperbaiki motor itu pasti takut, artinya takut salah, tidak ada keberanian padahal dia pintar. itulah salah satu penyebab mental yang tidak ada., artinya harus berani salah baru hebat,” kata Manuahal.

Lanjut Manuahal, pelatihan mental di SMK harus benar-benar diterapkan pada anak didik disamping praktek, dan inilah yang mau saya terapkan pada guru-guru agar penerapan karakter mental anak didik diperkuat di SMKN 1 Siantar ini,” sebutnya.

Manuahal juga menyebutkan, sekolah juga harus mempasilitasi dan memacu anak didik agar berprestasi.

“Untuk tahun ajaran baru nanti ada wacana kesepakatan sekolah dengan komite untuk menggalang dana abadi prestasi, ini untuk memacu anak didik supaya berprestasi, artinya jika anak didik berprestasi harus kita berikan hadiah atau reward.

Baca Juga  Polres Ketapang Sampaikan Keberhasilan Ungkap Kasus Illegal Mining dan Narkoba

Masih kata Manuahal, untuk kedepan kita ajak komite untuk medirikan kios di sekolah ini, seperti buka salon kecantikan, servis HP dan eloktronik ini semua untuk anak didik kita agar nantinya anak didik bisa lulus dari sekolah ini bisa langsung kerja.

Dia juga menjelaskan selain BKK, bahwa Pengutan Pendidikan Karakter juga harus diterapkan di SMKN 1, ini sesuai dengan Peraturan Presiden(Perpres) No. 87 Tahun 2017 karena ini sangat penting sekali, kata Kepala Sekolah yang baru ditempatkan di SMKN 1Siantar ini.

Adapun tujuan dari Penguatan Pendidikan Karakter itu adalah, untuk membangun dan membekali peserta didik sebagai generasi emas Indonesia.

Tahun 2045 sebagai  jiwa Pancasila dan pendidikan karakter yang baik guna menghadapkan dinamika perubahan masa depan.

Mengembangkan platform pendidikan nasional yang meletakkan pendidikan bagi peserta didik dengan dukungan pelibatan publik yang dilakukan melalui pendidikab jalur formal, nonformal dan informal dengan memperhatikan budaya indonesia.

Juga merevitalisasi dan memperkuat potensi dan konpotensi pendidikan, tenaga kependidikan, peserta didik, masyarakat dan lingkungan keluarga dalam mengemplementasikan penguatan pendidikan karakter, katanya.

Saat ditanya bagaimana nanti kedepan kerja sama SMK dengan perusahaan- perusahan yang ada di Simalungun terkait BKK yang sudah ada, Manuahal menjelaskan, dalam hal penyelenggaraan bursa kerja khusus (BKK), sekolah harus berusaha dan berupaya berinteraksi dengan dunia usaha dan dunia industri  (DU/DI) agar ke dua belah pihak (sekolah dan (DU/Di ) terjalin komunikasi yang memadai, yaitu sebagai mediator bertemunya kepentingan lulusan sebagai calon tenaga kerja dan DI/DI isebagai calon pengguna tenaga kerja dengan berbagai kriteria dan kualifikasi yang dipersyaratkan.

Baca Juga  Belum Ada Titik Terang, Karyawan PT. Padasa Lakukan Aksi Blokade Kendaraan Perusahaan

Dalam pelaksanaannya walaupun konsep penyelenggaraan BKK sudah ada, namun masih terdapat persoalan dan masalah yang menyangkut pengelolaan BKK, antara lain kekuatan hukum organisasi BKK di sekolah dengan fasilitasi sumber daya manusia, sarana dan prasarana dan anggaran.

Selain itu kemamuan penempatan lulusan yang belum dapat mencapai 100%, persaingan antar BKK dan lembaga penempatan kerja lainnya, jelasnya.

Masih kata Manuahal, untuk itu
diperlukan suatu penelitian mendalam agar dapat dipetakan problema, potensi serta peluang BKK ke depan, sekaligus dapat dikembangkan model penyelenggaraan BKK yang ideal sebagai jembatan yang mengantarkan lulusan SMK untuk bekerja.

Selain itu,  lulusan SMK memerlukan bimbingan spesifik dalam upaya mengisi lowongan kerja, mulai dari informasi lowongan, rekrutmen, seleksi dan penempatan, sehingga kehadiran BKK sangat diperlukan.

Pungkasnya, belum ada strategi yang handal dalam kegiatan penempatan tenaga kerja, sehingga BKK diharapkan dapat dijadikan model kerjasama sekolah dengan DU/DI dalam upaya penempatan tenaga kerja. Pungkasnya.

Penulis : Toni Tambunan

Editor    : Nilson Pakpahan.

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Daftar ke KPU, Artis Hengky Kurniawan Siap Kerahkan Selebritis

Berita

Wujudkan Kebersamaan, Satgas Pamtas Yonif Mekanis 643/Wns Anjangsana Membuat Makanan Khas Tradisional.

Berita

Setya Novanto Jalani Sidang Lanjutan Hari Ini

Berita

Kajati Kalbar DR.Masyhudi Menerima Apresiasi dan Penghargaan atas Penyelamatan Keuangan Negara

Arsip

Mantan Presiden ISIS Indonesia di Cianjur Jamin Seluruh Biaya Jihad Rohingya

Berita

Edy Rahmayadi Dilantik Sebagai Ketua IKA Lemhanas

Berita

Pemprov Kalbar Selenggarakan HUT ke-67 Kemerdekaan RI Dengan Sederhana Dan Hikmat

Berita

Polisi: Porter Bobol Koper Penumpang Beraksi Saat Pesawat Delay 2 Jam