Home / Internasional

Senin, 1 Maret 2021 - 10:45 WIB

Terkuak, 3 Alasan China Ingin Kuasai Laut Natuna Utara, Salah Satunya Bidik Kapal Selam Nuklir

Viewer: 579
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 35 Detik

Kompasnasional l Sengketa Laut Natuna Utara membuat suasana Asia Tenggara semakin tegang. Ambisi China menguasai semua wilayah nine dash line tampaknya takkan pernah padam hingga benar-benar terwujud.

Negara-negara Asia Tenggara ketar-ketir menghadapi China yang sangat agresif di Laut Natuna Utara. Kekuatan negara ASEAN tak sepadan dengan kekuatan militer China.

Amerika Serikat (AS) dan negara-negara Barat ikut turun tangan. Namun, tampaknya sangat sulit menjatuhkan China yang sudah menjadi adidaya di Laut Natuna Utara.

China tak ujug-ujug berambisi menguasai Laut Natuna Utara. Tekadnya mencaplok Asia Tenggara ternyata berawal dari tiga alasan penting terkait hegemoni Asia-Pasifik.
Bonji Ohara, pakar politik asal Jepang mencoba membongkar kedok China yang ingin menguasai seluruh perairan di Laut Natuna Utara.

Baca Juga  SBSI 1992 Sumut Sebut Hubungan Industrial Dapat Rusak Karena Kesewenang-wenangan

Alasan pertama ialah karena Laut Natuna Utara merupakan kawasan yang sangat strategis dan menjadi kunci keamanan China.

Laut Natuna Utara merupakan pintu masuk ke Samudra Pasifik bagian barat yang penting bagi AS.
“Pertama, Laut Natuna Utara sangat penting bagi patroli strategis kapal selam bersenjata nuklir balistik milik China,” ujar Bonji kepada Wartawan.

China harus segera menguasai Samudra Pasifik bagian barat agar AS tak mampu menjegal kapal selam nuklir mereka.

Selain itu, Laut Natuna Utara juga bisa menjadi wilayah penyangga bagi sistem keamanan global China.

Hal ini dapat mencegah AS mengalahkan China dengan mudah. AS harus bertarung dengan kekuatan China di Laut Natuna Utara dulu sebelum menyerang wilayah daratannya.

Baca Juga  Jadi Satu-satunya Alasan Negara Lain Tak Berani Usik Korea Utara, Kim Jong Un Malah Disebut Tak Akan Gunakan Nuklir, Alasannya?

Tentu, langkah tersebut akan memperlambat AS yang suatu saat melancarkan serangan militer ke China daratan.

Bukan tidak mungkin keduanya terlibat peperangan di masa depan. Pasalnya, China dan AS sama-sama sering melakukan aksi provokasi di Laut Natuna Utara dan Selat Taiwan.
Terakhir, China juga membutuhkan jalur laut untuk keperluan transportasi maritimnya.

Laut Natuna Utara merupakan jalur pelayaran terpenting ketiga di dunia, akses bagi Asia Timur dan Tenggara menuju Timur Tengah dan Afrika.

Di sisi lain, ada cadangan minyak dan gas alam yang begitu besar di bawah Laut Natuna Utara. (PRC/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Internasional

Diduga Dibeli dari Hasil Korupsi, Ratusan Tas Mahal yang Rusak Bikin Istri Najib Razak Marah Besar

Internasional

Turki: Kami bersama Azerbaijan, baik di meja perundingan maupun medan pertempuran!

Internasional

Oknum Dokter Ditangkap Tengah Pesta Seks Bersama 35 Orang di Apartemen, Polisi Juga Temukan Narkoba

Berita

Menkeu AS Minta Trump Jatuhkan Sanksi Baru Iran

Berita

Transkrip Penyadapan Tunjukkan Khashoggi Tewas Tercekik

Internasional

Loujain al-Hathloul: Aktivis ‘penganjur perempuan boleh mengemudi di Arab Saudi’ dibebaskan dari penjara

Berita

Staf Khusus Presiden Lenis Kogoya Kunjungi Desa Tertinggal di Papua

Internasional

Massa Pro-Trump Serbu Gedung Capitol AS, Batalkan Pengesahan Kemenangan Joe Biden