Home / Berita / Internasional

Jumat, 12 Januari 2018 - 15:42 WIB

Menkeu AS Minta Trump Jatuhkan Sanksi Baru Iran

Viewer: 679
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 18 Detik

KompasNasional.com, WASHINGTON — Amerika Serikat (AS) segera mengeluarkan keputusan terkait perjanjian nuklir Iran yang dicapai pada 2015. Menteri Keuangan AS Steve Mnuchin berharap Presiden Donald Trump menjatuhkan sanksi baru kepada negara tersebut.

Seperti diwartakan BBC, Jumat (12/1) Mnuchin memperkirakan pemerintah AS akan memberlakukan sanksi baru terhadap Iran. Sanksi tersebut, dia mengatakan, akan menyasar individu dan sejumlah bisnis Iran.

“Kami terus memantau mereka, kami telah menyimpulkannya dan saya pikir Anda bisa berharap akan ada lebih banyak sanksi datang,” kata Steve Mnuchin.

Perjanjian nuklir Iran bertujuan untuk menekan negara di bawah pimpinan Hassan Rouani itu untuk mengembangkan persenjataan nuklir. Presiden Donald Trump menganggap Iran telah gagal dalam memenuhi kesepakatan nuklir tersebut. Keputusan itu lantas membuat AS berselisih dengan semua penandatangan perjanjian lainnya yakni Inggris, Prancis, Jerman, Rusia, Cina dan Uni Eropa.

Baca Juga  Personil Polsek Sungai Raya Kepulauan Sambangi Pos Satpam PLTU II Kalbar

Sebelumnya, Uni Eropa menyatakan dukungan mereka terkait perjanjian tersebut. Mereka menilai Iran masih memegang komitmen terkait perjanjian tersebut.

Komisioner Uni Eropa untuk Urusan Luar Negeri dan Pertahanan Federica Mogherini mengatakan, kesatuan masyarakat internasional dibutuhkan agar kesepakatan nuklir Iran tetap berjalan. Perjanjian itu, dia melanjutkan, yang membuat dunia hingga saat ini terasa lebih aman karena menangkal potensi perang nuklir di kawasan tersebut.

Baca Juga  Wagub DKI Jakarta Positip Covid 19

“Sebabnya kami meminta semua pihak terus memberikan komitmennya dalam perjanjian ini,” kata Federica Mogherini.

Menteri Luar Negeri Inggris Boris Johnson perjanjian nuklir Iran merupakan pencapaian diplomatik yang besar. Diapun menantang AS untuk mendapatkan jalan keluar lainnya selain yang berlaku saat ini.

“Tapi yang seperti itu tidak ada. Saya kira tidak ada yang bisa menemukan alternatif solusi selain JCPOA untuk menghalangi Iran mendapatkan senjata nuklir,” kata Boris Johnson.[RCI/TR]

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Evaluasi Pelaksanaan Progja, Kodam XII/Tpr Gelar Taklimat Awal Pengawasan Post Audit Itjenad

Berita

Pemko P.Sidimpuan Ramah Tamah Bersama Pejuang Kemerdekaan RI dan Paskibra

Berita

Polres Samosir Amankan Pelantikan PKD untuk Pilkada 2024 di 7 Kecamatan

Berita

Kajati Kalbar Dr.Mashudi,SH,MH. Sangat Peduli Prestasi

Berita

Pendataan Keluarga Perdana di Pontianak,Edi Kaamtono Orang Pertama Didata

Berita

Percaya Satgas Pamtas Yonif Mekanis 643, Warga Perbatasan Serahkan Satu Pucuk Senpi Rakitan*

Berita

Mabes Polri Turunkan Tim Usut Insiden di Parigi Moutong

Berita

BAPPEDA Kabupaten Kapuas Hulu Adakan Bimbingan Teknis Penginputan Usulan Aspirasi Masyarakat/ Musrenbang Desa Pada Aplikasi SIPD KEMENDAGRI