Home / Arsip / Arsip 2016 / Kriminal

Sabtu, 4 Juni 2016 - 17:12 WIB

Terduga Penganiaya Serda Septian yang Berujung Kematian Berpangkat Mayor

Viewer: 558
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 42 Detik

KompasNasional.com

Bandung – Komandan Lanud Sulaiman Kolonel Pnb Mohammad Syafii mengatakan Serda Septian Wahyu Sarjono, siswa Sekolah Kejuruan Dasar Listrik dan Elektronika (Sejursarlislek) angkatan 42 Skadron Pendidikan (Skadik) 203, tewas setelah mengikuti apel malam pada Kamis (2/6/2016). Septian sempat dirawat semalam di RS Salamun. Dia diduga dianiaya oleh seorang pengasuh inisial Mayor pnb TBP.

“Selaku komandan Lanud Sulaiman, merasa sedih atas kejadian meninggalnya anak saya sekaligus siswa saya atas nama Serda Septian Wahyu Sarjono, siswa Sejursarlislek. Saya juga turut berduka cita sedalam-dalamnya terhadap keluarga almarhum. Saya akan menyampaikan hal yang menjadi kewenangan saya,” ujarnya saat jumpa pers di Lanud Sulaiman, Jalan Terusan Kopo, Kabupaten Bandung, Sabtu (4/6/2016).

Menurutnya pada Kamis malam (2/6), dilakukan apel malam sekitar pukul 22.00 WIB.

” Dan diambil oleh pengasuhnya. Dari proses apel malam itu lah, yang bersangkutan mengeluh sakit, tidak sadar, lalu ada tindakan medis. Dibawa ke RS Sulaiman lalu dirujuk ke RS salamun, bertahan satu hari, meninggal Jumat malam pukul 19.30 WIB,” ujar Syafii.

Soal dugaan korban dianiaya, Syafii menyatakan hal itu masih diselidiki. Apakah benar ada pemukulan?

“Andai saya melihat sendiri, mungkin saya bisa katakan iya. Tapi ini sedang kita kembangkan,” jawab.

Ditanya bagaimana hasil pemeriksaan dokter, Syafii tidak menjawabnya dengan jelas. Ia hanya menyatakan terjadi penurunan fungsi organ tubuh korban sehingga meninggal.

“Saya hanya menerima laporan lisan saja dari dokter, kondisinya terus drop. Fungsi otak, paru-paru, ginjal, terus menurun. Begitu saja,” ujarnya.

Sementara itu, pengasuh yang diduga melakukan penganiayaan saat ini sedang diperiksa oleh POM. “Ya ada saksi-saksi siswa dan pengasuh lainnya,” katanya.

“Sesuai instruksi pimpinan pada saya, kasus ini diselidiki. Kalau ditemukan tindakan instruktur yang tidak sesuai prosedur, akan ditindaklanjuti sesuai aturan. Apakah ada tindak pidana atau tidak, nanti hasilnya,” katanya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pengasuh yang diduga menganiaya Septian bertugas di Akademi Angkatan Udara (AAU). Keberadaannya di Lanud Sulaiman tengah membimbing siswa pendidikan kursus paradasar terjun payung militer. Jadi Mayor Pnb TBP bukan pengasuh langsung korban.

“Terduga (pengasuh) memang bukan di bawah Lanud Sulaiman” ujar Syafii.
(kn/ds/ern/dra)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%
Baca Juga  Polemik di balik larangan dan pembatasan impor bahan baku

Share :

Baca Juga

Arsip

5 Lukisan ‘Tak Jelas’ Ini Dijual Miliaran, Bahkan Hingga Triliunan Rupiah!

Arsip

Bayi Usia 0 – 59 Bulan Wajib Imunisasi

Berita

Pelaku Pembunuhan Berantai Tewaskan 3 Orang Diduga Pengikut Aliran Sesat

Berita

Anak Jadi Tersangka Ibu Rasmi Sipayung dan Binsar Aruan : Memohon Keadilan ke Kejari Siantar

Arsip

PDIP Sebut Ahok Lebih Parah dari Sopir Bajaj, Kok Bisa?

Arsip

Ramos sebut permainan Spanyol hampir sempurna
Terdakwa Korupsi Bank Sumut Meminta Izin Hadiri Pernikahan Putri-kompasnasional

Arsip

Terdakwa Korupsi Bank Sumut Meminta Izin Hadiri Pernikahan Putri

Arsip

Menteri Susi: Indonesia Sangat Serius Tangani Kejahatan di Lautan