Home / Internasional

Jumat, 15 Januari 2021 - 16:23 WIB

Terbang Lintasi Pasifik, Seekor Merpati Akan Disuntik Mati karena Langgar Aturan Karantina Australia

Viewer: 548
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 19 Detik

Kompasnasional l Seekor merpati yang melakukan perjalanan melintasi Samudra Pasifik akan dimatikan setelah dinyatakan melanggar aturan karantina Australia yang ketat. Burung itu dilaporkan hilang saat balapan di Negara Bagian Oregon, Amerika Serikat (AS) pada akhir Oktober, sebelum muncul di Melbourne hampir dua bulan kemudian.

Tetapi para pejabat mengatakan merpati, yang diberi nama Joe itu, menimbulkan “risiko biosekuriti langsung” bagi populasi burung dan industri unggas Australia. Burung itu akan ditangkap dan disuntik mati.

Warga Melbourne Kevin Celli-Bird mengatakan dia menemukan merpati itu di kebun belakangnya pada 26 Desember.

Baca Juga  Bersama Empat Negara Ini, Indonesia Masuk Daftar 'Pembuang' Sampah Laut Terbesar

“Dia sangat kurus jadi saya menghancurkan biskuit kering dan meninggalkannya di sana untuknya,” katanya kepada kantor berita AP.

Melalui beberapa penelitain melalui internet, Celli-Bird menemukan bahwa merpati itu, yang terdaftar pada pemiliknya di Alabama, AS. Burung itu diketahui terakhir terlihat selama balapan merpati di Negara Bagian Oregon, bagian barat AS.

Tetapi setelah berita tentang kemunculan Joe menjadi berita utama di Australia, Celli-Bird dihubungi oleh para pejabat yang prihatin tentang ancaman infeksi.

Merpati itu belum ditangkap, tetapi Departemen Pertanian, Air, dan Lingkungan mengatakan burung itu harus disingkirkan karena bahaya penularan ke unggas lokal.

Baca Juga  KPK Geledah Rumah James Riady Terkait Dugaan Suap Perizinan Meikarta

“Terlepas dari asalnya, setiap burung peliharaan yang belum memenuhi status kesehatan impor dan persyaratan pengujian tidak diizinkan untuk tetap berada di Australia,” kata juru bicara departemen dalam sebuah pernyataan sebagaimana dilansir BBC.

“Satu-satunya hasil yang mungkin untuk mengelola risiko biosekuriti adalah perusakan burung secara manusiawi.”

Tidak jelas bagaimana burung itu berhasil melakukan perjalanan sejauh 8.000 mil (lebih dari 12.800 km) dari pantai barat AS ke Australia selatan, tetapi para pejabat yakin dia kemungkinan menumpang di kapal kargo. (OZ/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Internasional

Saudi Lepaskan Tembakan ke Kapal Iran yang Terobos Masuk
Ket/Foto: dari kiri ke kanan, President Lions Club Golden Estate Darmawan Yusuf, SH,SE,M.Pd,MH, Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Ikhwan Lubis,SH,MH, Wakapolres Belawan Kompol Taryono Raharja Sik SH dan Past President hartono Ramaly,SH,M.Si.

Berita

Menyambut HUT Bhayangkara 73 LIons Club Golden Estate Menggelar Bakti Sosial

Internasional

Pemindahan Mumi Raja dan Ratu Mesir Kuno

Arsip

Ditilang Polisi, Pria China Ngaku Alien dan Akan Hancurkan Dunia

Arsip

Mengagumi Kilauan Shah Cheragh, Masjid Kristal Hijau di Iran

Arsip

Enggan Buka Jilbab, Walkot Jerman Pecat Muslimah Ini

Arsip

Presiden Filipina Ancam Keluar dari PBB

Arsip

Imam Masjid di New York Ditembak Mati Setelah Shalat Jamaah