Home / Internasional

Selasa, 12 Januari 2021 - 23:17 WIB

Taiwan Resmikan Paspor Baru, Tulisan ‘Republik China’ di Sampul Dihapus

Viewer: 434
0 0
Terakhir Dibaca:56 Detik

Kompasnasional l Otoritas Taiwan meresmikan desain baru paspornya dengan mengubah tata letak nama wilayah dan menghapus tulisan Republik China, Senin (11/1/2021). Hal ini demi menghindari adanya kebingungan di kantor imigrasi asing, khususnya di tengah situasi pandemi COVID-19.

Paspor baru itu diluncurkan saat China berupaya menegaskan kedaulatan wilayahnya di Taiwan, pulau yang saat ini memiliki otonomi untuk memerintah diri sendiri.

Sebelum desain baru diresmikan, paspor Taiwan yang lama memuat tulisan Republik China berukuran besar di bagian atas, sementara tulisan Taiwan tercetak di bagian bawah sampul.

Baca Juga  Empar ekor singa di Kebun Binatang Barcelona, Spanyol, positif Covid-19.

Otoritas setempat menerangkan tata letak itu kerap membuat petugas imigrasi bingung.

Taiwan menjelaskan penduduknya kerap terdampak kebijakan larangan masuk dari negara-negara asing karena sejumlah petugas imigrasi asing menganggap mereka sama dengan warga China.

Padahal, situasi penanganan COVID-19 di China dan Taiwan berbeda. Menurut otoritas di Taiwan, pihaknya telah mengendalikan penyebaran COVID-19 sejak periode awal pandemi.

Baca Juga  Naas, Kado Sepatu Jelly untuk Anak Malah Membuat Luka

Paspor baru yang diresmikan Taiwan memperbesar tulisan Taiwan dan menghapus tulisan Republik China yang awalnya ada di bagian tengah sampul paspor.

Namun, tulisan Republik China dalam bahasa China dan bahasa Inggris masih dapat ditemukan di sekeliling emblem Taiwan. (OZ/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Kedubes AS Disusupi Intelijen Perempuan Warga Negara Rusia Selama 10 Tahun

Berita

Bertemu Suu Kyi, Jepang Sampaikan Keprihatinan Atas Rohingya

Internasional

Keluarga Kamala Harris di India Siap Terbang ke Amerika

Internasional

Situasi Myanmar Memanas, 10 Tewas

Berita

Pembunuhan dan Penangkapan Tandai Berakhirnya Kampanye di Bangladesh

Arsip

Trump Singgung Kasus Pelecehan Seksual Bill Clinton di Debat Capres

Arsip

Dalai Lama sebut muslim Rohingya bakal ditolong Buddha

Internasional

Resep Finlandia Jadi Negara Paling Bahagia di Dunia