Viewer: 1090
0 0

Home / Gaya Hidup

Senin, 13 Juli 2020 - 21:42 WIB

Sudan Cabut Syariat Islam, Izinkan Konsumsi Alkohol dan Hapus Hukum Cambuk

Viewer: 1091
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 23 Detik

Kompasnasional | Pemerintah Sudan memperbolehkan konsumsi alkohol bagi warga selain muslim dan menghapus hukum cambuk, seiring dicabutnya pasal-pasal syariat Islam.

Menyadur BBC, Senin (13/7/2020), kebijakan baru ini menandai dihilangkannya sejumlah aturan berbasis Islam yang dianut pemerintah negara ini selama lebih dari 30 tahun.

“Kami (akan) membatalkan semua hukum yang melanggar hak asasi manusia di Sudan,” ujar Menteri Kehakiman Nasredeen Abdulbari.

Abdulhari mengatakan aturan baru memperbolehkan masyarakat, selain muslim, mengonsumsi alkohol secara pribadi. Impor dan penjualan alkohol juga diizinkan.

Ia menambahkan pemerintah tengah berusaha melindungi hak-hak warga semua agama di negara tersebut.

Baca Juga  Dapat Miliaran Rupiah dari Hasil Penjualan Tanah, Total Sudah 176 Mobil Baru Dibeli Warga di Tuban

“Kami ingin menghancurkan segala bentuk diskriminasi yang diberlakukann oleh rezim lama dan untuk bergerak menuju kesetaraan kewarganeagraan dan transformasi demokratis,” katanya.

Kendati demikian, larangan alkohol tetap ada, di mana mereka yang kedapatkan minum alkohol bersama warga muslim akan dihukum.

Bersamaan dengan ini, pemerintah juga menghapus hukuman cambuk di depan umum yang dulunya dilakukan untuk berbagai pelanggaran ringan. Pun menghilangkan hukuman mati bagi yang keluar dari agama Islam.

“Deklarasi bahwa seseorang itu murtad adalah ancaman bagi keamanan dan keselamatan masyarakat,” kata Abdulhari.

Sebelumnya, Sudan juga menghapus sejumlah aturan yang membatasi gerak perempuan. Di bawah undang-undang baru, para perempuan tak lagi memerlukan izin dari kerabat laki-laki jika ingin bepergian dengan anak-anak mereka.

Baca Juga  MELAWAN PENYAKIT BOCOR GINJAL BERSAMA LIONS CLUB M GOLDEN ESTATE

Negara ini juga melarang sunat perempuan dan menghapus undang-undang yang mengatur cara perempuan berpakaian dan bertingkah laku.

Reformasi yang meniadakan hukum Islam ini terjadi setelah pemimpin lama Omar al-Bashir digulingkan tahun lalu.

Penerapan hukum Islam yang keras pada 1980-an merupakan faktor pemicu perang saudara yang berlangsung lama yang akhirnya mengarah pada kemerdekaan Sudan Selatan, di mana mayoritas orang beragama Kristen atau menganut kepercayaan tradisional.(S/Red

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Gaya Hidup

4 Penyakit Mematikan Dipicu Kekurangan Serat

Gaya Hidup

Kakek di Samarinda Bawa Uang Koin Sekarung Mau Beli Ponsel untuk Cucunya, Alami Hal Tak Terduga

Gaya Hidup

Asli Gila, Perut Pria Ini Nyaris Meledak, Ngaku Sebagai Sebuah Tantangan, Tidak Takut Sama Kematian

Berita

Tol Penghubung Tanjung Morawa-Kualanamu Diresmikan, Tarif Masih Gratis

Berita

Penantian Setelah 14 Tahun Hamil Berkat Mengenal Promil BEE

Gaya Hidup

Kapan Waktu Sarapan yang Baik?

Gaya Hidup

Akhir Perjalanan Pria Asal Jakarta 4 Tahun Jadi TNI Gadungan di Sukabumi

Gaya Hidup

Artis Kader PAN Terlibat Prostitusi Online?