Home / Gaya Hidup

Minggu, 14 Maret 2021 - 22:46 WIB

Polisi Mediasi Ormas dan Wanita Bercadar Rawat Puluhan Anjing di Bogor, Ini Hasilnya

Viewer: 429
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 30 Detik

Kompasnasional l Aktivitas wanita bercadar, Hesti Sutrisno merawat 71 ekor anjing di pekarangan miliknya di daerah Kabupaten Bogor, Jawa Barat ditolak organisasi kemasyarakatan (Ormas) setempat. Peristiwa tersebut viral di media sosial.

Kepolisian pun turun tangan mencari solusi yang bisa diterima kedua belah pihak. Kepolisian sudah dua kali mempertemukan Hesti Sutrisno dan perwakilan ormas yang keberatan.

Kapolres Bogor AKBP Harun mengatakan, pihaknya telah melakukan mediasi sebanyak dua kali, terakhir berlangsung pada pekan lalu.

“Kita sudah mengambil langkah seminggu yang lalu, sudah. Kita temukan dari pihak kelompok yang tidak suka dengan pihak Mbak Hesti,” kata Harun saat dihubungi, Minggu sore (14/3/2021).

Baca Juga  Heboh Aksi Dosen Pamer Kemaluan ke Mahasiswi di Padang

Harun menyebut, pertemuan menghasilkan beberapa kesepakatan, di antaranya Hesti bersedia melepaskan 40 anjing dari total 70 ekor yang dipelihara.

Terkait hal itu, kepolisian telah berkoordinasi dengan Dinas Perternakan Kabupaten Bogor dan Komunitas Pecinta Hewan khususnya anjing.

“Kalau ada yang memang berminat silakan diambil atau diadopsi atau dipelihara,” ucap Harun.

Menurut Harun, ini bukan pertama kalinya Hesti mendapat penolakan dari warga. Saat masih tinggal di kawasan Pamulang, Tangerang Selatan, aktivitas Hesti merawat puluhan ekor anjing juga ditentang beberapa warga.

“Mbak Hesti sudah paham, ini yang kedua didemo seperti ini. Dulu di Pamulang terus pindah ke sini didemo lagi,” ucap Harun.

Kali ini, Harun mengatakan Polres Kabupaten Bogor berupaya mencari jalan keluar terbaik bagi Hesti dan ormas yang merasa keberatan.

Baca Juga  Studi: Musik Bantu Maksimalkan Proses Belajar

“Jadi mereka keberatan kalau (orang memakai) atribut islami terus memelihara anjing. Di sini kita jalan tengah. Sementara itu tadi 40 ekor akan dilepaskan,” katanya.

Jalan tengah dari mediasi itu diambil untuk mencegah potensi terjadinya gesekan di masyarakat. Harun pun mengimbau masyarakat agar tetap menjaga keamanan, ketertiban, dan keamanan di lingkungan Kabupaten Bogor.

“Jangan sampai ada keributan, apalagi kekerasan baik terhadap barang maupun orang. Imbauan kita seperti itu. Upaya lain tetap dekati ormas ini sama-sama cari solusinya,” ujarnya menandaskan. (L6/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Gaya Hidup

Penumpang KRL Baku Hantam Gegara Teman Perempuan Dilirik Pria Lain

Gaya Hidup

Kepala ‘keluarga terbesar di dunia’ meninggal, tinggalkan 38 istri, 89 anak, 36 cucu, tempat tinggalnya menjadi kawasan wisata

Gaya Hidup

Viral Foto ASN Berbaju Korpri Panjang, Politisi PDI Perjuangan Buka Suara

Gaya Hidup

Dokter Reisa Ingatkan Masyarakat Hindari Gunakan Telepon Genggam di Tempat Umum

Gaya Hidup

Sosok YouTuber Berpenghasilan Rp 72 M Berkat Konten Kehidupan Sederhana di Desa

Gaya Hidup

Etika Berdebat Teddy Gusnaidi: Bantahlah dengan Argumen bukan Hinaan
Foto ilustrasi perselingkuhan

Berita

Heboh 2 Bintara Polisi di Palembang Berselingkuh di Kamar Hotel

Gaya Hidup

Satu Keluarga Bongkar Celengan Koin Hasil Tabungan 5 Tahun, Jumlahnya Bikin Minder