Home / Berita

Minggu, 11 April 2021 - 12:01 WIB

Sotong Pangkong Pikat Wisatawan Penikmat Kuliner di Kota Pontianak

Viewer: 435
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 43 Detik

Wali Kota Edi Kamtono Minta Pedagang dan Pengunjung Patuhi Prokes

PONTIANAK KALBAR KOMPAS Nasional – Sotong pangkong menjadi jajanan khas yang banyak dicari penikmat kuliner setiap bulan Ramadan di Kota Pontianak.

Sotong pangkong adalah cumi kering yang dibakar dan dipipihkan menggunakan palu. Sotong pangkong disajikan dengan sambal agar terasa nikmat.

Untuk menikmati kudapan khas bulan Ramadan di kota berjuluk Khatulistiwa ini bisa ditemukan di sepanjang Jalan Merdeka Kecamatan Pontianak Kota.

Jalan itu menjadi sentra pedagang kaki lima yang menjajakan sotong pangkong setiap malam selama bulan Ramadan.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak mendukung dan memfasilitasi para pelaku usaha kuliner sotong pangkong ini.

Ia berharap keberadaan sentra pedagang sotong pangkong di Jalan Merdeka ini bisa menjadi daya tarik wisata kuliner bagi mereka yang ingin mencicipi jajanan khas di Pontianak.

Baca Juga  Kebakaran Lahan Gambut di Pontianak Meluas Dekati Pemukiman Penduduk

Sehingga bisa menjadi daya tarik bagi wisatawan, tidak hanya pada saat bulan Ramadan, tetapi juga pada bulan-bulan lainnya. Bagi mereka yang ingin mencicipi sotong pangkong, sentranya di Jalan Merdeka ini.

“Tidak hanya warga Kota Pontianak yang datang mencicipi, banyak juga warga dari luar yang penasaran dengan rasanya,” ujarnya usai melaunching Kampong Sotong Pangkong di Jalan Merdeka Gang Murai Kelurahan Mariana Kecamatan Pontianak Kota, Minggu (11/4/2021).

Edi berharap para pedagang sotong pangkong bisa berkreasi dan berinovasi dalam menyajikan produknya.

Bisa dengan membuat berbagai varian sambal. Varian sambal yang bermacam-macam akan memberikan alternatif pilihan bagi mereka yang menikmati sotong pangkong.

Baca Juga  Tanah Longsor Telah Dievakuasi Lalulintas Sibolangit Kembali Normal

Sotong pangkong memiliki ciri khas rasa tersendiri karena rasanya sedikit manis.

Cara penyajiannya pun cepat yakni dibakar dan dipipihkan dengan palu (dipangkong) Setelah itu dimakan dengan sambal khas.

“Jadi cara memakannya, rasanya, sensasinya memang beda dengan yang lain,” katanya.

Meskipun masih dalam kondisi pandemi, namun ia berharap aktivitas perekonomian masyarakat tetap berjalan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Untuk itu, para pedagang sotong pangkong wajib menyediakan tempat cuci tangan atau hand sanitizer, tidak terlalu ramai atau berdesakan dan ketika dalam keadaan sedang tidak makan, sebaiknya tetap mengenakan masker.

“Jika protokol kesehatan ditaati, maka bisa memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dan ekonomi tetap bergerak,” pungkasnya. (prokopim)

Hasnan Sutanto

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Gelar Aksi Damai di DPRD Muba, Pose RI dan Puluhan Warga Simpang Tungkal Meminta Pilkades di Batalkan

Berita

KPUD Simalungun Tetapkan Nomor Urut Paslon Bupati Simalungun

Berita

Ini 13 Gejala Mengenali Orang Terinfeksi Corona

Berita

Dansatgas TMMD Beri Motivasi Kepada Personil Satgas Pra TMMD

Berita

Pelayanan di Dinas Dukcapil Siantar Dengan Tatap Muka Langsung Sudah Mulai Dibuka Kembali

Berita

Koramil Simpang Hilir Ajak Warga Binaan Buat Jalan Rabat Beton*

Berita

Cara Buat STRP Untuk Keluar Masuk Jakarta Selama PPKM Darurat

Berita

Kedubes AS Disusupi Intelijen Perempuan Warga Negara Rusia Selama 10 Tahun