Viewer: 705
0 0

Home / Kesehatan

Kamis, 22 Oktober 2020 - 21:39 WIB

Relawan Uji Vaksin Corona AstraZeneca Meninggal, PAN: Harus Hati-Hati

Viewer: 706
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 43 Detik

Kompasnasional | Jakarta – Seorang relawan uji coba vaksin COVID-19 AstraZeneca meninggal di Brasil. Ketua DPP PAN, Saleh Daulay meminta pemerintah untuk berhati-hati dalam menentukan produk vaksin COVID-19 yang akan diberikan ke masyarkat.
“Saya tentu mendorong pemerintah untuk tentu berhati-hati memutuskan produk (vaksin COVID-19) mana yang akan diberikan ke Indonesia,” kata Saleh kepada wartawan, Kamis (22/10/2020).

Anggota Komisi IX DPR RI ini menilai semakin cepat pemerintah melakukan vaksinasi COVID-19 ke masyarakat, maka semakin baik. Namun kembali lagi Saleh menekankan pentingnya kehati-hatian.

“Semakin cepatkan semakin baik, tapi tetap harus hati-hati. Jangan sampai vaksin itu malah kurang baik kualitasnya,” ucapnya.

Selain itu, Saleh menilai kabar kematian relawan uji klinis vaksin AstraZeneca perlu didalami lagi. Menurutnya, banyak juga faktor yang bisa menyebabkan kematian tersebut.

Baca Juga  Pesan Spesialis Jantung Agar tak Kolaps Seperti Dialami Markis Kido dan Eriksen

“Jika dikabarkan bahwa ada pasien atau pun mereka yang meninggal dunia setelah dilakukan uji klinis itu, tentu kita akan cek lagi, betul nggak penyebabnya karena vaksin ini atau jangan-jangan ada penyakit lainnya, atau hanya kebetulan ada beberapa orang meninggal di situ dan sebetulnya tidak bersangkutan dengan vaksin. Nah itu yang perlu diperjelas ya sehingga tidak ada praduga yabg tak betul,” tutur dia.

Untuk diketahui, seorang relawan uji klinis vaksin COVID-19 AstraZeneca di Brasil meninggal dunia, berdasarkan keterangan para pejabat pada Rabu (21/10). Dikutip dari The Guardian, relawan yang meninggal dilaporkan bernama Dr Joao Pedro Feitosa. Ia merupakan petugas medis berusia 28 tahun yang merawat pasien COVID-19.

Baca Juga  43 Jenis Kosmetik Mengandung Bahan Berbahaya

Surat kabar Brasil, O Globo, melaporkan bahwa relawan tersebut telah diberi plasebo, bukan vaksin COVID-19 eksperimental. Uji klinis vaksin yang dikembangkan AstraZeneca bersama Universitas Oxford itu pun disebut akan tetap dilanjutkan.

Terkait pengadaan vaksin di Tanah Air, Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi bersama Menteri BUMN Erick Thohir telah melakukan kunjungan ke Inggris. Usai melakukan sejumlah pertemuan, Retno mengatakan AstraZeneca akan memberikan penyediaan vaksin sebanyak 100 juta kepada Indonesia pada 2021.

“Pertemuan dengan jajaran pimpinan AstraZeneca telah berjalan dengan baik. Indonesia telah menyampaikan permintaan penyediaan vaksin sebesar 100 juta untuk tahun 2021,” kata Retno dalam telekonferensi pada Rabu (14/10). (DN/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Kesehatan

Tanda Tubuh Kelebihan Asupan Garam

Berita

Awas, Ini Bahaya Eyeliner untuk Mata

Headline News

Smkn 1 Bangkinang Laksanakan Proses Belajar Tatap Muka Sesuai Protokol Kesehatan

Kesehatan

3 Makanan yang Tidak Boleh Dikonsumsi Bersama dengan Nas Putih, Efeknya Bisa Bikin Gula Darah Naik!
Mulai 1 Juli, Telat Bayar Iuran Langsung Nonaktif dari Peserta BPJS Kesehatan -KompasNasional

Arsip

Mulai 1 Juli, Telat Bayar Iuran Langsung Nonaktif dari Peserta BPJS Kesehatan

Kesehatan

Makan Tengah Malam Tingkatkan Risiko Diabetes, Benarkah?

Kesehatan

Wapres Ma’ruf Amin Mengingatkan Pentingnya Pesantren Menerapkan Protokol Kesehatan

Daerah

Kades Sipungguk bersama Perangkat Desa Giatkan Gotong Royong Jumat Bersih