Home / Arsip / Arsip 2016 / Internasional / Reviews

Selasa, 2 Agustus 2016 - 12:03 WIB

Prancis Menutup 20 Masjid Dengan Alasan Sebar Radikalisme

Viewer: 562
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 31 Detik

Pemerintah Prancis sejak Desember 2015 hingga Juli 2016 ternyata telah menutup paksa 20 masjid. Tempat ibadah kaum muslim yang ditutup dianggap menyebarkan paham radikal kepada para jamaah.

“Tidak ada tempat bagi para penghasut serta penebar kebencian di masjid-masjid negara ini,” kata Bernard Cazeneuve, Menteri Dalam Negeri Prancis seperti dilansir Kantor Berita AFP, Senin (1/8).

Cazeneuve mengklaim penutupan ini sudah sesuai aturan hukum serta aturan perundang-undangan yang berlaku. Dia menyatakan hak-hak kaum muslim beribadah tak dibatasi. Sasaran utama kebijakan ini adalah masjid serta mushalla yang dinilai menyebar paham kebencian, radikalisme, serta mendorong jamaah untuk mengikuti organisasi teror.

“Sudah 20 masjid yang kami tutup, akan ada beberapa (masjid) lagi menyusul,” kata Cazeneuve.

Baca Juga  Aldrich Virgo, Bocah 6 Tahun yang Piawai Main Drum

Dewan Perwakilan Umat Muslim Prancis (CFCM) menyatakan ada lebih dari 2.500 masjid dan mushalla tersebar di seluruh wilayah Negeri Anggur itu. Dari pendataan Dewan Muslim, 120 di antaranya memang dicurigai mengajarkan salafisme radikal, menjurus pada anjuran kekerasan serta kebencian.

Perdana Menteri Prancis, Manuel Valls, telah berkoordinasi dengan Dewan Ulama Prancis untuk menghentikan aliran dana pembangunan masjid dari sumber-sumber terindikasi radikal. Kebijakan ini disetujui oleh mayoritas ulama serta anggota dewan muslim.

“Ke depan pembangunan masjid atau mushalla baru akan memakai dana dari pelaku industri halal,” kata Anouar Kbibech, juru bicara Dewan Muslim Prancis seperti dilansir Aljazeera.

Baca Juga  Satu Kompi Kopassus Selamatkan Satu Batalyon TNI Dari Sergapan Musuh

Tekanan pada umat muslim Prancis meningkat, setelah sepanjang delapan bulan terakhir terjadi beberapa kali serangan teror dilakukan oleh militan radikal mengatasnamakan Islam. Akhir bulan lalu, dua simpatisan ISIS menggorok seorang pendeta hingga tewas di gereja katolik Kota Saint-Etienne.

Merespon sentimen negatif terhadap umat muslim, digelar solidaritas lintas agama di Saint-Etienne oleh warga beragama Islam. Umat muslim ikut misa mengenang Romo Jacques Hamel (84) yang menjadi korban pembunuhan militan. Selain itu, 41 tokoh muslim Prancis melansir deklarasi yang menyatakan kesiapan mereka berasimilasi serta mendukung nilai-nilai dianut Prancis yang demokratis (mdk|dwk)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Arsip

Proyek PLTA Karo Makan Korban, 6 Tewas Kesetrum, 7 Luka Parah
Agen Gabah Gelapkan Uang Rp136 Juta -kompasnasional

Arsip

Agen Gabah Gelapkan Uang Rp136 Juta

Arsip

Bank Mandiri target kredit konsumer tumbuh 20 persen hingga akhir tahun

Internasional

China Diduga Akan Ambil Alih Alibaba dan Ant Group dari Jack Ma

Internasional

Perempuan Italia Berusia 108 Tahun Disuntik Vaksin Covid-19

Arsip

Pesan Ahok di Hari Kartini: “Jangan Tinggalkan ASI”

Berita

Kabupaten Mandailing Natal diguncang Gempabumi tektonik M 5,4

Berita

Saksi Mata Sebut Banyak Korban Meninggal Dunia di Pantai Talise Palu