Viewer: 821
1 0

Home / Politik

Selasa, 7 Juli 2020 - 13:39 WIB

Polemik RUU HIP dan Pembakaran Bendera PDIP Budayawan NU Heran Sifat Politicking Parpol Lebih Dominan

Viewer: 822
1 0
Terakhir Dibaca:2 Menit, 0 Detik

Kompasnasional | Polemik RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP) yang diwarnai pembakaran bendera PDI Perjuangan (PDIP) menjadi bukti rendahnya pendidikan politik, solidaritas, maupun etika antarpartai di parlemen. Sifat politicking alias suka mempolitisasi demi kepentingan sendiri justru lebih mendominasi.

Hal itu disampaikan Budayawan Nahdlatul Ulama (NU) Ngatawi Al-Zastrow melihat tidak adanya reaksi partai politik (parpol) terhadap pembakaran bendera PDIP. Ngatawi melihat solidaritas antarpartai sangat rendah. Selain itu peristiwa yang terjadi membuktikan jalinan antarpartai sangat transaksional.

“Jangankan memberikan pembelaan terhadap sesama partai yang simbolnya dinista oleh demonstran, bahkan sekadar ucapan simpati dan bela rasa tidak muncul dari partai-partai lain,” kata Ngatawi, Senin (6/7/2020).

Ngatawi menjelaskan, institusionalisasi parpol sebenarnya terus digoyang oleh berbagai pihak yang ingin mengarahkan demokrasi Indonesia lebih bernuansa individualis. Jadi jika diam melihat simbol martabat sebuah parpol diserang, lanjut Ngatawi, sama saja sebenarnya membiarkan serangan terhadap parpol sebagai pilar demokrasi Indonesia.

Baca Juga  Dukung Marzuki Alie Buka Pemilu 2004, Kubu Moeldoko: SBY Bisa Dapat Karma Luar Biasa

Lebih jauh, menurut Ngatawi, bukan tak mungkin ke depan, preseden pelecehan terhadap sistem politik kenegaraan kembali terulang. Jika saat ini para demonstran bisa membakar bendera PDIP, kata Ngatawi, lain kali akan terjadi pembakaran terhadap bendera partai lain karena dianggap dekat dengan organisasi terlarang.

“Misalnya, bisa saja akan terjadi pembakaran terhadap bendera PKS karena dianggap dekat dengan HTI sebagai organisasi ilegal dan dianggap merongrong Pancasila,” kata Ngatawi.

Sesuatu yang lebih parah, menurut Ngatawi, justru ada parpol yang berusaha menangguk keuntungan dari peristiwa polemik HIP dan pembakaran bendera PDIP.

Dosen Pascasarjana Islam Nusantara Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) Jakarta itu sudah mengecek bahwa sebenarnya seluruh fraksi di DPR menjadi inisiator RUU HIP. Sebab pengesahannya di rapat paripurna DPR.

“Fraksi Golkar, Gerindra, Nasdem, PKB, PAN, PPP, dan PDIP menerimanya, begitupun dengan PKS. Hanya Fraksi PD yang tak jelas pendapatnya. Nah, RUU HIP merupakan manifestasi dari hak inisiatif DPR, seharusnya seluruh fraksi dan anggota DPR bertanggung jawab memperjuangkannya,” ujar Ngatawi.

Baca Juga  Rudal Korut Terbang di Atas Wilayah Jepang

Seharusnya, menurut Ngatawi, apabila penolakan dari masyarakat, seluruh fraksi dan anggota DPR bersatu padu menjelaskan dan mempertahankan RUU HIP. Alih-alih mempertahankan, singgung Ngatawi, beberapa fraksi justru balik badan ikut menolak RUU HIP.

“Secara moral tindakan ini sulit dipertanggungjawabkan. Karena perilaku tersebut mencerminkan inkonsistensi partai politik, bahkan cenderung politicking,” ucap Ngatawi.

Ngatawi pun menyebut, “Demi menarik perhatian dan simpati publik, partai-partai politik seperti cuci tangan terhadap RUU yang telah mereka usulkan. Seolah-olah mereka tidak ikut membuat dan menyetujui RUU tersebut, kemudian tampil di depan publik sebagai pahlawan dengan ikut-ikutan mencerca RUU yang sudah mereka buat dan sepakati.”(BS/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Politik

KPU Harap Tambahan Anggaran Pilkada Segera Terealisasi

Politik

Wow! Dana untuk Mengudeta AHY Sangat Besar, Sebagian Sudah Disebar ke DPC

Berita

KPU Tetapkan Wagner – Abidiansyah Memenuhi Syarat Jadi Paslon Pilkada Simalungun

Berita

Reses Ditengah Pandemi, Jamil Zeb Tumori Luncurkan Program Kesejahteraan Masyarakat

Politik

Politikus PSI: Bagi KAMI, Prabowo Hanya Alat

Politik

AD/ART Demokrat 2020 Dinilai Cacat, Pengamat: Celah Bagi Kubu KLB Menggugat

Politik

Partai Koalisi Pemerintah Disarankan Berlanjut di 2024

Politik

Andi Arief Sindir Fadli Zon Keblinger