Viewer: 781
1 0

Home / Politik

Selasa, 7 Juli 2020 - 13:39 WIB

Polemik RUU HIP dan Pembakaran Bendera PDIP Budayawan NU Heran Sifat Politicking Parpol Lebih Dominan

Viewer: 782
1 0
Terakhir Dibaca:2 Menit, 0 Detik

Kompasnasional | Polemik RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP) yang diwarnai pembakaran bendera PDI Perjuangan (PDIP) menjadi bukti rendahnya pendidikan politik, solidaritas, maupun etika antarpartai di parlemen. Sifat politicking alias suka mempolitisasi demi kepentingan sendiri justru lebih mendominasi.

Hal itu disampaikan Budayawan Nahdlatul Ulama (NU) Ngatawi Al-Zastrow melihat tidak adanya reaksi partai politik (parpol) terhadap pembakaran bendera PDIP. Ngatawi melihat solidaritas antarpartai sangat rendah. Selain itu peristiwa yang terjadi membuktikan jalinan antarpartai sangat transaksional.

“Jangankan memberikan pembelaan terhadap sesama partai yang simbolnya dinista oleh demonstran, bahkan sekadar ucapan simpati dan bela rasa tidak muncul dari partai-partai lain,” kata Ngatawi, Senin (6/7/2020).

Ngatawi menjelaskan, institusionalisasi parpol sebenarnya terus digoyang oleh berbagai pihak yang ingin mengarahkan demokrasi Indonesia lebih bernuansa individualis. Jadi jika diam melihat simbol martabat sebuah parpol diserang, lanjut Ngatawi, sama saja sebenarnya membiarkan serangan terhadap parpol sebagai pilar demokrasi Indonesia.

Baca Juga  Survei Indikator: Ganjar Pranowo Pilihan Capres Tertinggi Selama Pandemi

Lebih jauh, menurut Ngatawi, bukan tak mungkin ke depan, preseden pelecehan terhadap sistem politik kenegaraan kembali terulang. Jika saat ini para demonstran bisa membakar bendera PDIP, kata Ngatawi, lain kali akan terjadi pembakaran terhadap bendera partai lain karena dianggap dekat dengan organisasi terlarang.

“Misalnya, bisa saja akan terjadi pembakaran terhadap bendera PKS karena dianggap dekat dengan HTI sebagai organisasi ilegal dan dianggap merongrong Pancasila,” kata Ngatawi.

Sesuatu yang lebih parah, menurut Ngatawi, justru ada parpol yang berusaha menangguk keuntungan dari peristiwa polemik HIP dan pembakaran bendera PDIP.

Dosen Pascasarjana Islam Nusantara Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) Jakarta itu sudah mengecek bahwa sebenarnya seluruh fraksi di DPR menjadi inisiator RUU HIP. Sebab pengesahannya di rapat paripurna DPR.

“Fraksi Golkar, Gerindra, Nasdem, PKB, PAN, PPP, dan PDIP menerimanya, begitupun dengan PKS. Hanya Fraksi PD yang tak jelas pendapatnya. Nah, RUU HIP merupakan manifestasi dari hak inisiatif DPR, seharusnya seluruh fraksi dan anggota DPR bertanggung jawab memperjuangkannya,” ujar Ngatawi.

Baca Juga  Minta Megawati Tindak Ribka Tjiptaning, Muannas: Kalau Tidak, Biar Kita Proses Hukum

Seharusnya, menurut Ngatawi, apabila penolakan dari masyarakat, seluruh fraksi dan anggota DPR bersatu padu menjelaskan dan mempertahankan RUU HIP. Alih-alih mempertahankan, singgung Ngatawi, beberapa fraksi justru balik badan ikut menolak RUU HIP.

“Secara moral tindakan ini sulit dipertanggungjawabkan. Karena perilaku tersebut mencerminkan inkonsistensi partai politik, bahkan cenderung politicking,” ucap Ngatawi.

Ngatawi pun menyebut, “Demi menarik perhatian dan simpati publik, partai-partai politik seperti cuci tangan terhadap RUU yang telah mereka usulkan. Seolah-olah mereka tidak ikut membuat dan menyetujui RUU tersebut, kemudian tampil di depan publik sebagai pahlawan dengan ikut-ikutan mencerca RUU yang sudah mereka buat dan sepakati.”(BS/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Politik

Karir Politik Gus Ipul: Menteri, Wakil Gubernur, Wali Kota

Politik

Pemuda Muhammadiyah Minta Pembakar Bendera PDIP Diusut Tuntas

Berita

Pilkada 2020 Simalungun Paslon Radiapoh-Zonny Unggul Sementara

Berita

Korut Tembak Rudal Balistik, Korsel Panik Minta Warga Evakuasi

Berita

KNTM Minta Jangan Pilih Pemimpin Pro Pukat Trawl

Politik

Perihal Ramalan Mbak You, Muannas Alaidid: Dulu Ngaku Bela Agama Sekarang Dukun Ramal Dibela

Politik

Survei Indikator: Ganjar Pranowo Pilihan Capres Tertinggi Selama Pandemi

Politik

Demi Pemilu 2024, PDI Ganti Nama Jadi PDRI, Tetap Pakai Logo Kepala Banteng