Home / Politik

Senin, 8 Februari 2021 - 22:21 WIB

Demokrat Beber Perbedaan saat Kader Temui Moeldoko dan Luhut

Viewer: 457
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 28 Detik

Kompasnasional l Partai Demokrat menjelaskan perbedaan kadernya saat bertemu dengan Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan.
Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra mengatakan para kader yang bertemu Luhut memang atas keinginan sendiri. Mereka pun sudah mengenal Luhut sebelumnya.

“(Mereka) difasilitasi ke Jakarta, karena dijanjikan akan mendapat bantuan pasca bencana. Dan, mereka tidak tahu sebelumnya bakal bertemu Moeldoko,” kata Herzaky dalam keterangan tertulis, Senin (8/2).

Kedua, menurut Herzaky, pertemuan beberapa kader senior dengan Luhut tidak mengajak para pemilik suara bersama mereka. Selain itu, Luhut juga tidak menghubungi para kader untuk meminta bertemu dengan para ketua DPC dan DPD.

Baca Juga  Singgung SBY dan Ungkit Korupsi Megaproyek Hambalang, Muannas: Apa Tuhan Suka Pak?

Berbeda halnya saat kader Demokrat bertemu dengan Moeldoko. Herzaku mengatakan ada usaha terstruktur dan sistematis untuk mengontak para pemilik suara sah, yakni ketua-ketua DPD dan DPC dari berbagai daerah Indonesia untuk bertemu di Jakarta.

Perbedaan berikutnya yakni ada pencatutan nama-nama menteri dan pejabat tinggi pemerintah lainnya.

Bahkan, menurut Herzaky, dalam pertemuan dengan Moeldoko, nama Presiden Joko Widodo juga dicatut. Jokowi disebut-sebut sudah mendukung rencana KLB dan pencapresan Moeldoko di 2024.

“Sedangkan di dalam pertemuan dengan Luhut, tidak ada pencatutan nama presiden maupun pejabat-pejabat tinggi negara,” ungkap dia.

Baca Juga  Warganya Turunan Indonesia Tapi Pulau Ini Milik Australia, Yuk Kenalan dengan Pulau Cocos

Ada pula uang yang diberikan dan dijanjikan saat Moeldoko menemui kader Demokrat sebesar Rp100 juta jika para pemilik suara dari Partai Demokrat menyetujui KLB dan mengganti Ketua Umumnya dengan Moeldoko. Dalam pertemuan dengan Luhut, tidak ada janji-janji uang untuk para kader.

“Dengan demikian jelas, kalau dalam pertemuan dengan Moeldoko, ada penggalangan gerakan pengambilalihan kepemimpinan Partai Demokrat yang sah secara terstruktur dan sistematis oleh pejabat penting pemerintahan yang secara fungsional dekat dengan Presiden Joko Widodo,” ujar Herzaky.

“Sedangkan pertemuan dengan Luhut, masih bisa dikategorikan ngopi-ngopi biasa,” imbuhnya. (CNNI/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Politik

Analisa Pakar: Ganjar Terganjal Puan di Pilpres 2024
Foto Ilustrasi

Berita

Makin Panas! Korut Tembakkan Lagi 80 Peluru Artileri

Politik

Marzuki Alie Cs Cabut Gugatan Terhadap AHY di PN Jakpus

Politik

KPU Ingatkan Suket tidak Berlaku Lagi

Politik

Kahiyang dan Sandiaga Antar Bobby Nasution Debat Perdana Pilkada Medan

Politik

Ngabalin Ditantang Ustadz Waloni Duel Sampai Mati: Kita Baku Pukul Sampai Mati

Politik

Politikus PDIP: Kritikus Nyinyir Justru Tingkatkan Pencitraan Risma

Politik

Ustaz Tengku Zul Disentil: Maaf, Pak Jokowi Tampaknya Tak Butuh Bantuanmu