Home / Arsip / Arsip 2016 / Ekonomi

Jumat, 8 April 2016 - 10:03 WIB

Pertumbuhan Ekonomi Tetap, Defisit Anggaran Melebar

Viewer: 521
0 0
Terakhir Dibaca:48 Detik

KOMPASNASIONAL.COM

JAKARTA – Dalam draft Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2016, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi tetap di level 5,3 persen.

Namun di sisi lain defisit akan melebar. Dikarenakan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dan Sumber Daya Alam (SDA), serta Pajak Penghasilan (PPh) minyak dan gas turun Rp 17 triliun, akan diturunkan targetnya.

Baca Juga  Pekerja yang Baru Sebulan Kerja Berhak Mendapatkan THR

Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla, mengatakan pemerintah butuh investasi lebih banyak dari berbagai pihak, untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

Namun demikian, kondisi ekonomi global telah memaksa pemerintah, untuk tidak berharap banyak dari penerimaan.

“Karena itu selisihnya itu haruslah ditambah dengan utang, atau lainnya, dengan itu artinya defisit,” kata Jusuf Kalla kepada wartawan, di kantor Wakil Presiden, Jakarta Pusat, Jumat (7/4/2016).

Sementara itu untuk nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) sepanjang kuartal ke dua 2016, menurut Jusuf Kalla, pemerintah cukup optimis.

“Sekarang kan ekonomi amerika (serikat) dan lain-lainnya kan ikut melemah juga, China dan sebagainya, boleh dibilang terjadi kstabilan,” katanya.(dac/tbnb)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Arsip

Bikin Heboh! Putus dari Vebby, Baim Wong Kedapatan Jalan Bareng Ayu Ting Ting

Arsip

Kasus Ngambang Tiga Bulan Mobil L 300 Masih Ditahan, Pelaku Dibebaskan, Ada Apa Dengan Penyidik …?

Arsip

RI ‘Menyerah’ Pada Abu Sayyaf, Siap Bayar Tebusan 10 WNI Disandera

Arsip

Soal Tabungan Rp 42 Juta, Siswi Atau Sekolah Yang Benar?

Ekonomi

Berlaku Awal Januari, Meterai Rp 10.000 Diedarkan Mulai Pekan Depan

Arsip

Meramu Senandung Bagi Para Bocah

Ekonomi

Susi Ngetwit soal Utang RI, Stafsus Sri Mulyani Membalas

Arsip

Remy Gardner Justru Salahkan Dimas Ekky