Viewer: 905
0 0

Home / Internasional

Jumat, 29 Mei 2020 - 16:06 WIB

Pembunuhan George Floyd Picu Penjarahan di Minneapolis AS

Viewer: 906
0 0
Terakhir Dibaca:2 Menit, 32 Detik

Kompasnasional | Demonstrasi damai diikuti oleh aksi pembakaran, penjarahan dan vandalisme di Minneapolis, Amerika Serikat, pada Kamis, di malam ketiga aksi protes publik pada dugaan pembunuhan George Floyd, 46, seorang pria kulit hitam oleh polisi.

Para pemrotes melampiaskan amarah mereka atas kematian Floyd yang terlihat dalam video saksi mata kehabisan nafas, saat seorang petugas polisi kulit putih menekan lehernya dengan lutut pada Senin malam.

Aksi kerusuhan terbaru di kota terbesar di Minnesota itu sebagian besar tidak terkendali, meskipun Gubernur Tim Walz memerintahkan Garda Nasional diaktifkan untuk membantu memulihkan ketertiban setelah dua hari pertama gangguan keamanan.

Berbeda dengan Rabu malam, ketika para demonstran yang melempar batu bentrok berulang kali dengan polisi anti huru hara, penegak hukum kali ini tampak tidak menonjolkan diri di sekitar pusat kerusuhan, di luar kantor polisi Third Precinct.

Para pengunjuk rasa yang berkumpul di luar gedung untuk sesaat mundur di bawah tembakan gas air mata polisi dan peluru karet dari atap. Tetapi kemudian kembali berkumpul dan akhirnya membakar bangunan itu ketika polisi tampaknya menarik diri.

Baca Juga  Pesawat Saudi Airlines Alami Gangguan, Penerbangan 440 Jemaah Umroh Tertunda 8 Jam

Sebuah mobil dan setidaknya dua bangunan lain di sekitarnya juga dibakar, dan penjarah kembali beraksi pada malam kedua di toko Target terdekat, yang telah dijarah pada malam sebelumnya, untuk kabur dengan apa pun yang tersisa di dalam.

Petugas pemadam kebakaran mengatakan 16 bangunan dibakar pada Rabu malam.

Tidak ada tanda-tanda langsung kehadiran pasukan Garda Nasional di kantor polisi atau pada demonstrasi siang hari yang damai dan pawai di sekitar Pusat Pemerintahan Kabupaten Hennepin di pusat Kota Minneapolis.

Pejabat penegak hukum lokal, negara bagian dan federal berusaha untuk meredakan ketegangan rasial yang dipicu oleh kematian Floyd dengan bersumpah untuk mewujudkan keadilan.

Empat petugas polisi kota yang terlibat dalam insiden itu, termasuk yang ditunjukkan menekankan lututnya ke leher Floyd ketika dia berbaring di tanah mengerang, “tolong, saya tidak bisa bernapas,” dipecat dari pekerjaan mereka hari berikutnya.

Kasus Floyd mengingatkan pada pembunuhan Eric Garner pada 2014, seorang pria kulit hitam tak bersenjata di New York City yang meninggal setelah dicekik oleh polisi saat dia juga terdengar mengatakan, “Saya tidak bisa bernapas.”

Kata-kata Garner itu menjadi seruan untuk gerakan “Black Lives Matter” yang terbentuk di tengah gelombang pembunuhan orang Afrika-Amerika oleh polisi.

Baca Juga  Kursi Pemimpin Korea Utara Bakal Dikudeta Adik Kim Jong Un, Pakar Ungkap Gerak-gerik Aneh Kim Yo Jong

Sepanjang hari, para pemrotes mendesakkan tuntutan mereka agar keempat polisi itu ditangkap dan dituntut.

“Ada alasan saat ini” untuk melakukan penangkapan itu, kata aktivis hak sipil Pendeta Al Sharpton saat ia berbicara kepada kerumunan. “Kami tidak meminta bantuan. Kami meminta apa yang benar.”

Ibu Garner, Gwen Carr, mengatakan kasus Floyd seperti “membuka luka lama, dan menuangkan garam ke atasnya.”

Floyd, seorang penduduk asli Houston yang bekerja sebagai penjaga keamanan dan dikenal oleh teman-temannya sebagai “Big Floyd”, dicurigai mencoba menggunakan uang palsu di sebuah toko ketika polisi menangkapnya. Seorang karyawan yang meminta bantuan menggambarkan tersangka tampak mabuk, menurut transkrip panggilan polisi itu.

Protes simpati meletus pada Rabu di Los Angeles dan Kamis di Denver, dengan ratusan demonstran memblokir lalu lintas jalan bebas hambatan di kedua kota itu.

Kerusuhan pada Kamis malam di Minneapolis dilaporkan menyebar ke kota yang berdekatan, St. Paul, ibu kota negara bagian itu. (CC/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Puluhan Ribu Data Pengguna VR Porno Dibajak

Berita

Kostum Baru ‘Avengers: Infinity War’ Lebih Menarik

Berita

Pembunuhan dan Penangkapan Tandai Berakhirnya Kampanye di Bangladesh

Arsip

Pemimpin ISIS Baghdadi Sakit Parah Akibat D

Arsip

Bocah Autis Tewas Dipaksa Berjalan 12 km per Hari

Internasional

Kasus Covid-19 Turun di India, Pakar Belum Yakin Gelombang Kedua Telah Mencapai Puncak

Arsip

Stok CPO Menipis, GAPKI Salahkan El Nino

Arsip

Tim Gegana Jinakkan Bom di Ubud Bali