Viewer: 706
0 0

Home / Internasional

Rabu, 23 Desember 2020 - 22:24 WIB

Regulator penerbangan Eropa sebut pesawat Boeing 737 Max ‘aman untuk terbang’

Viewer: 707
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 32 Detik

Kompasnasional l Kepala badan keselamatan penerbangan Eropa (EASA) mengatakan kepada BBC bahwa dia “yakin” Boeing 737 Max kini aman untuk terbang.

Direktur Eksekutif Patrick Ky mengatakan organisasinya “tidak membiarkan satu hal pun terlewatkan” dalam tinjauannya terhadap pesawat tersebut dan analisis perubahan desain dari pembuatnya.

Boeing 737 Max dilarang terbang di seluruh dunia pada Maret 2019.

Larangan itu diberlakukan setelah pesawat Boeing 737 Max mengalami dua kecelakaan fatal, di Indonesia dan Etiopia, yang menewaskan total 346 orang.

Pesawat Boeing 737 Max telah mendapat izin untuk melanjutkan penerbangan di AS dan Brasil.

EASA diperkirakan memberi izin penggunaan kembali di Eropa pada pertengahan Januari.

Baca Juga  Korut Tembak Rudal Balistik, Korsel Panik Minta Warga Evakuasi

Kecelakaan pertama pesawat itu terjadi pada Oktober 2018, ketika pesawat milik Lion Air jatuh di Laut Jawa, Indonesia.

Kecelakaan kedua melibatkan versi Ethiopian Airlines yang jatuh tak lama setelah lepas landas dari Addis Ababa, empat bulan kemudian.

Perangkat lunak baru
Dua kecelakaan tersebut dikaitkan dengan kecacatan pada program kontrol penerbangan, yang aktif pada saat yang salah dan mendorong pesawat untuk mengarah ke bawah.

Sejak kecelakaan Etiopia, EASA telah melakukan pemeriksaan menyeluruh pada desain 737 Max, yang berlangsung terpisah dari proses serupa yang dilakukan regulator AS, Federal Aviation Administration (FAA).

Pemeriksaan itu, kata Ky, menilik lebih jauh dari penyebab langsung dua kecelakaan dan modifikasi yang diusulkan oleh Boeing.

Baca Juga  30 Tahun Tutup, Perbatasan Arab Saudi-Irak Dibuka Lagi

Sebagian besar proses sertifikasi keamanan untuk 737 Max dilakukan oleh FAA, dan hanya didukung oleh EASA berdasarkan kesepakatan internasional yang telah lama berlaku.

Namun dengan FAA kini menghadapi kritik keras karena memberi izin penggunaan pada pesawat yang jelas-jelas cacat, prosesnya akan berbeda.

“Yang pasti ada hikmah dari hal ini yang akan memicu aksi baru dari pihak kami,” jelasnya.

Secara khusus, ketika EASA tidak menjadi otoritas utama yang melaksanakan pemeriksaan keselamatan, EASA akan memeriksa keputusan pihak lain dengan lebih cermat.

“Kami akan melakukan penilaian keamanan kami sendiri, yang akan jauh lebih komprehensif daripada sebelumnya,” katanya.(TN/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Internasional

Warga Korea Utara Menangis Lihat Kim Jong-un Tampak Kurus

Berita

Trump Sepakat Akhiri Shutdown Pemerintahan AS

Internasional

Resep Finlandia Jadi Negara Paling Bahagia di Dunia

Internasional

32 Tewas, ISIS Klaim Bertanggung Jawab Atas Ledakan Bom di Baghdad

Internasional

Gempa M 5,8 Guncang Selandia Baru

Internasional

Menhan Biden Bakal Tenggelamkan China di Laut China Selatan?

Internasional

Perusahaan Ini Denda Karyawan yang Izin ke Toilet Lebih dari Sekali

Arsip

Ini Kata Capres AS Dalam Debat Soal ISIS Sampai Lapangan Kerja