Viewer: 763
0 0

Home / Politik

Sabtu, 18 Juli 2020 - 07:58 WIB

PA 212 Minta Jokowi Diberhentikan PBB: Jangan Menjadikan Presiden Sasaran Amarah

Viewer: 764
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 21 Detik

Kompasnasional | Dalam aksi penolakan RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP), Persaudaraan Alumni (PA) 212 meminta MPR menggelar sidang untuk memberhentikan Presiden Joko Widodo.

Menanggapi hal itu, Partai Bulan Bintang (PBB) menjelaskan syarat pemberhentian presiden.

“Keliru meminta MPR memberhentikan Presiden. Berikut syarat yang harus dilalui, Merujuk pada Pasal 7A UUD 1945 hasil perubahan ketiga tahun 2001, diatur mengenai syarat-syarat memberhentikan presiden yang terdiri dari tiga syarat. Pertama, presiden atau wakil presiden melakukan pelanggaran hukum berupa pengkhianatan terhadap negara, penyuapan atau korupsi dan melakukan tindak pidana berat dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara,” kata Wakil Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Sukmo Harsono.

Baca Juga  DPD Pospera Sumut Mengecam Aksi di Kantor Bupati Asahan dan meminta APH Menindak Oknum Yang Mengatasnamakan Pospera

Ia mengimbau untuk tidak menjadi presiden sebagai sasaran amarah.

“Maka saya menghimbau agar jangan menjadikan Presiden sasaran amarah, mari rasional tolak RUU HIP dengan Konstitusional memberikan aspirasi penolakan pada DPR RI, wajib bagi bangsa ini selalu bertindak secara konstitusional,” ujarnya.

Menurutnya, Jokowi akan menolak jika RUU yang dibahas mendapat penolakan dari masyarakat.

“Presiden Joko widodo adalah Benteng terakhir yang akan menjaga Pancasila dan keutuhan NKRI, jelas itu adalah salah satu sumpah kesetian bagi seorang Presiden di republik Indonesia. Saya yakin jika RUU HIP dengan konten yang sekarang jelas ditolak rakyat ini tetap dilanjutkan pembahasannya untuk jadi UU maka sebelum itu saya yakin Presiden akan menolak dan dengan kewenangannya akan meminta DPR untuk membatalkan sebelum jadi,” kata Sukma.

Baca Juga  Rudal Korut Terbang di Atas Wilayah Jepang

Sebelumnya, Ketua Pelaksana Pergerakan Aksi PA 212, Edy Mulyadi, membacakan tuntutannya.

“Kita minta mendesak agar MPR menggelar sidang istimewa untuk memberhentikan Presiden Jokowi,” kata Edy dalam orasinya.

“Kita mendesak sidang umum MPR untuk memberhentikan Jokowi sebagai presiden yang memberikan peluang yang besar bagi bangkitnya PKI dan Neo-Komunisme,” tuturnya.(JN/Red

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Politik

KPU Ogan Ilir Diskualifikasi Calon Bupati Petahana

Politik

Seret Nama Jokowi, Marzuki Alie Sebut AHY Tak Punya Etika

Politik

Ustaz Tengku Zul Disentil: Maaf, Pak Jokowi Tampaknya Tak Butuh Bantuanmu

Politik

Pemerintah Menolak Partai Demokrat Hasil KLB Pimpinan Moeldoko, AHY Tetap Ketum Sah

Politik

NasDem Kritik Fadli Zon soal Perbandingan Reynhard Sinaga dan Habib Rizieq

Politik

Demokrat Sudah Pecat 7 Kader Terlibat Kudeta AHY

Politik

Baleg: Tidak Ada Pembahasan Lebih Lanjut Soal RUU HIP

Politik

Lima Jenderal TNI ‘Adu Kuat’ Nyapres 2024, Siapa Unggul?