Home / Kriminal

Sabtu, 26 Juni 2021 - 08:37 WIB

Oknum TNI Terlibat Pembunuhan Pemred Media Siantar Ditangkap

Viewer: 378
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 30 Detik

Kompasnasional l Oknum TNI berinisial Praka AS yang diduga menjadi eksekutor pembunuhan Mara Salem Harahap alias Marsal (46) pemimpin redaksi (Pemred) media online di Kota Pematangsiantar ditangkap di salah satu rumah kosan di Tebingtinggi.
“Hasil pendalaman informasi yang diterima sudah dilakukan penangkapan inisial AS yang merupakan bagian dari kelompok pelaku (pembunuhan),” kata Kapendam I/ BB, Letkol Inf Donald Erickson Silitonga kepada CNNIndonesia, Jumat (25/6)

Donald menyebutkan Kodam 1/BB telah membentuk tim investigasi bekerjasama dengan Polda Sumut. Saat ini, tambah Donald, petugas masih mendalami kasus itu dan A masih menjalani pemeriksaan di Pomdam I/BB.

“Kasusnya masih dikembangkan. Saat ini yang bersangkutan berada di Pomdam I/BB untuk penyidikan. Kita akan tindak tegas siapapun yang terlibat. Kodam 1/BB telah membentuk tim investigasi untuk mendalami kasus ini,” ucapnya.

Baca Juga  Menarik Unit Secara Paksa, PT SMS Finance Digugat Nasabah di PN Pematangsiantar

Diketahui Polda Sumatera Utara (Sumut) menetapkan dua orang sebagai tersangka kasus dugaan pembunuhan Mara Salem Harahap alias Marsal (46) pemimpin redaksi (Pemred) media LasserNewsToday di Kota Pematangsiantar, Sumut.

Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol RZ Panca Putra, mengatakan kedua tersangka yakni S (57) pemilik Diskotek Ferrari Bar & Resto yang merupakan otak pelaku pembunuhan dan anak buahnya berinisial Y. Pembunuhan itu diduga melibatkan oknum TNI berinisial A.

Pembunuhan dilatarbelakangi karena S kesal terhadap Mara yang sering memberitakan peredaran narkoba di tempat hiburan malam itu. Agar kasus tersebut tidak diberitakan, Mara meminta jatah Rp12 juta per bulan dengan setiap harinya 2 butir ekstasi dari tempat hiburan malam tersebut

Baca Juga  Gudang Penyimpanan Ponsel Dibobol Maling,Korban Alami Kerugian 26 Juta

Panca mengatakan Mara Salem ditembak dengan menggunakan senjata api buatan Amerika. Namun dia mengklaim senjata api itu bukan berasal dari Kesatuan TNI, melainkan dari perdagangan ilegal.

“Nomor registernya jelas buatan Amerika. Senjata pabrikan belum tentu masuk dengan benar. Bisa saja masuk dari penggelapan dan perdagangan senjata api. Tapi yang jelas sudah kami cek tidak teregister di kesatuan (TNI). Nanti akan kami dalami terus,” ujarnya.
(CNNI/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Foto Ilustrasi

Berita

35 Preman Pelaku Pungli Ditangkap Saat Natal 2022 di Medan

Berita

Tersangka Pembunuhan Satu Keluarga di Tangerang Jalani Pemeriksaan

Arsip

Kirim SMS Teror Bom ke Stasiun Radio, Remaja di Medan Diciduk Polisi
POLDASU GREBEK TEMPAT PERJUDIAN MURAI GAME DAN PENANGKARAN SATWA LANGKA DI KISARAN-kompasnasional

Arsip

POLDASU GREBEK TEMPAT PERJUDIAN MURAI GAME DAN PENANGKARAN SATWA LANGKA DI KISARAN
Pengakuan Sang Nenek yang Mengejutkan, Pakai Sabu Biar Semangat-KompasNasional

Arsip

Pengakuan Sang Nenek yang Mengejutkan, Pakai Sabu Biar Semangat
foto pelaku pencurian motor di Batam

Berita

Polisi Ringkus Komplotan Maling Motor di Batam

Kriminal

Sudah Siapkan ‘Pengantin’ untuk Bom Bunuh Diri, 26 Terduga Teroris Justru Terciduk Tim Densus 88 Polri
Pesta Syukuran Kelahiran Anak Berubah Petaka, 24 Meninggal Mendadak, Puluhan Kritis-KompasNasional

Arsip

Pesta Syukuran Kelahiran Anak Berubah Petaka, 24 Meninggal Mendadak, Puluhan Kritis