Nias | Seorang Janda Lanjut Usia (Lansia) Sitimani Hulu telah lama hidup sebatabgkara di Desa Sisobalauru Kecamatan Hiliduho Kabupaten Nias Provinsi Sumatera Utara.
Kondisi nenek tua renta ini sangat memprihatinkan. Pasalnya, hidup sebatang kara sudah lama dirasakannya, sejak ditinggal mati suaminya tercinta.
Ironisnya, anaknya pun turut meninggalkannya hidup sendiri di Desa. Entah dimana keberadaan anaknya tersebut,sampai berita ini dilansir belum ada kabar beritanya.
Dari hasil survei awak media ini bahwa Sitimani hidup seorang diri, tinggal di sebuah Gubuk berlantai tanah dan beratap rumbia.
Papannya pun sudah habis bolong karena gubuk sudah reot.
Tim Reaksi Cepat Perlindungan Anak (TRC PA) sudah berkunjung ke gubuk Sitimani dan berbagi kasih kepada Ibu janda Lansia ini.
“Saya hanya hidup seorang diri. Suami saya sudah lama meninggal dunia, anak saya juga sudah lama merantau dan tak tau entah dimana sekarang. Saya belum pernah menerima Bantuan sebagai rasa kepedulian dari Pemerintah Kabupaten Nias,” katanya kepada Awak Media.
Sitimani sangat berharap kepedulian pemerintah untuk merehabilitasi gubuk tua miliknya.
“Disini saya kesusahan air bersih. Lagian saya sudah berusia 64 Tahun. Saya punya kerinduan untuk itu (rumah layak dan air bersih),” tandasnya.
Di tempat yang sama, Kepala Desa Sisobalauru Yaventinus Ndraha membenarkan bahwa Sitimani Hulu sejak lama tinggal seorang diri di dalam Gubuknya yg sudah tak layak huni itu.
“Suaminya sudah lama meninggal dunia dan anaknya pun sudah merantau entah kemana, terakhir ini Sitimani Hulu hanya terdata di Jamkesda, namun masih belum diterimanya,” tutur Kades (Aro Ndraha).








