Home / Berita / Ekonomi / Nasional / Reviews

Rabu, 7 Maret 2018 - 15:40 WIB

Nilai Tukar Rupiah Semakin Melemah, Dampaknya Semakin Besarnya Utang Luar Negeri Indonesia

Foto Istimewa

Foto Istimewa

Viewer: 463
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 50 Detik

KompasNasional.com, Jakarta – Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) memberi pengaruh besar terhadap perekonomian nasional. Aspek krusial yang perlu diperhatikan salah satunya utang luar negeri (ULN) Indonesia yang memakai dolar AS sehingga beban pemerintah untuk membayarnya akan makin besar.

Meski begitu, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution tak terlalu mengkhawatirkan dengan beban ULN yang membengkak di tengah pelemahan rupiah terhadap dolar AS. Pemerintah menjamin kondisi ULN Indonesia masih dalam kategori aman.

“Utang kita tidak ada masalah. Utang kita kenaikannya mungkin sedikit lebih cepat dibandingkan masa lalu, iya. Tapi tetap saja yang namanya beban utang kita tidak termasuk tinggi di antara negara mana pun. Seluruh dunia tahu itu,” ujar Darmin saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Jakarta, Rabu (7/3/2018).

Baca Juga  Satgas Pamtas Yonif 645/Gty Amankan PMI Non Prosedural Di Jalur Tidak Resmi

Darmin pun menilai, utang yang besar tak selalu bermakna negatif selama pemerintah bisa merencanakan dan mengeksekusinya dengan baik. Pemerintah juga dinilai telah memperhitungkan jumlah utang serta telah memiliki cara untuk membayarkannya.

Dia menambahkan, posisi ULN Indonesia yang naik lebih cepat karena dana pinjaman tersebut diperuntukkan pembangunan infrastruktur proyek strategis nasional (PSN). “Enggak ada apa-apa kok. Memang kalian (jurnalis) yang merasa sakit kalau naik sedikit utangnya? Sebenarnya kita mensyukuri kita bangun infrastruktur di mana-mana,” ucapnya.

Darmin juga menceritakan, hampir setiap kegiatan bisnis tak luput dari utang. Asalkan, utang tersebut benar-benar digunakan untuk mendorong kinerja atau melakukan ekspansi bisnis.

“(Artinya) membaik kan. Karena hasil dari utang itu, dia punya hasil yang banyak dan bisa membayarkan utang. Jadi, jangan ikut nakut-nakutin diri, kita tidak menggunakan utang untuk konsumsi, kita menggunakan utang untuk investasi di infrastruktur,” ujarnya.

Baca Juga  PERAYAAN NATAL OIKOUMENE PEMKAB TOBA BERLANGSUNG KHIDMAT

Berdasarkan catatan Bank Indonesia (BI), ULN Indonesia pada akhir November 2017 tercatat sebesar 347,3 miliar dolar AS atau tumbuh 9,1 persen (year on year/yoy).  Berdasarkan kelompok peminjam, posisi ULN sektor swasta dan sektor publik masing-masing mengalami peningkatan.

Posisi ULN sektor swasta pada November 2017 tercatat sebesar 170,6 miliar dolar AS atau tumbuh 4,2 persen (yoy), lebih tinggi dari 1,3% (yoy) pada bulan sebelumnya. Sementara itu, posisi ULN sektor publik tercatat sebesar 176,6 miliar dolar AS pada periode yang sama atau tumbuh 14,3 persen (yoy), meningkat dibanding bulan sebelumnya yang sebesar 8,4 persen. (Inews/TR)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Disdukcapil Kota Pontianak Sediakan Mobil Keliling

Berita

Ciptakan Kompetensi Peserta Didik, SMKN 2 Pematangsiantar Akan Wujudkan “Link and Match”

Berita

Babinsa 1205-02/Serawai Terus Himbau Warga Akan Pentingnya Menerapkan Protokol Kesehatan

Nasional

Dewan Pers Berkeinginan Mempertajam Penafsiran Pasal 4 Kode Etik Jurnalistik

Berita

Kanit Samapta Polsek Kalis Bripka Robi Ricahyadi Melaksanakan Kampanye Karhutla

Berita

Kota Pariwisata Parapat Longsor 3 Orang Meninggal Dunia

Berita

Bupati Tapsel Tinjau Kesiapan qurban

Berita

Ratusan Wartawan Gelar Aksi Damai, Desak Tangkap Pembunuh Marsal Harahap