Terakhir Dibaca:1 Menit, 19 Detik
Kompasnasional l Jenderal Idham Azis menerbitkan Surat Telegram Rahasia (TR) bernomor 873/XII/PAM.3.3/2020. Melalui telegram itu Kapolri menginstruksikan jajaran untuk meningkatkan kewaspadaan usai insiden penembakan yang menewaskan enam laskar Front Pembela Islam (FPI) pengawal Habib Rizieq Shihab di Tol Cikampek.
Salah satu instruksinya yakni meminta anggota kepolisian yang sedang bertugas selalu menggunakan helm dan rompi antipeluru. Telegram itu ditandatangani Asisten Kapolri bidang Operasi Inspektur Jenderal Imam Sugianto tertanggal 7 Desember 2020.
Berikut instruksi lengkap Kapolri tersebut:
- Tingkatkan PAM Mako, Pospol, asrama, dan Rumkit Polri.
- Agar tingkatkan kesiapsiagaan dan siapkan pasukan anti-anarki Brimob yang di wilayahnya terdapat kantong-kantong pendukung dan anggota FPI.
- Berikan arahan kepada seluruh anggota jaga agar mengenakan helm, rompi antipeluru, dan bersenjata.
- Lakukan pemeriksaan terhadap setiap orang yang masuk Mako/Asrama/Pospol termasuk kendaraan dan barang bawaan dengan metal detector.
- Berikan arahan kepada anggota yang melakukan pemeriksaan supaya dilindungi oleh anggota yang bersenjata.
- Kepada anggota yang bertugas di lapangan agar diingatkan supaya meningkatkan kewaspadaan dan buddy syste’ baik pada saat patroli maupun di pos-pos polisi.
- Tingkatkan moril anggota untuk tidak gentar dalam menghadapi para pelaku kejahatan baik yang menggunakan senpi ataupun sajam.
- Berikan arahan secara jelas dan tegas kepada seluruh anggota untuk senantiasa meningkatkan keamanan dan keselamatan diri baik pada saat bertugas di Mako maupun tugas di lapangan mendasari.
- Berikan pemahaman kepada anggota untuk tidak memberikan statmen apapun terkait meninggalnya 6 orang yang diduga pengikut MRS.
- Pantau perkembangan Sitkamtibmas yang terjadi di Wilka, lakukan pengawasan dan pengendalian secara berjenjang.
- Tingkatkan koordinasi dengan Timas, Tiga, dan Todat setempat untuk secara aktif meningkatkan Sitkamtibmas. (INI/Red)








