Home / Arsip / Arsip 2017 / Berita / Ekonomi / Nasional / Reviews

Senin, 11 September 2017 - 16:14 WIB

Nilai tukar Rupiah dipatok Rp 13.500 per USD di 2018

Viewer: 590
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 8 Detik

kompasnasional.com – Menteri Keuangan, Sri Mulyani memastikan bahwa nilai tukar Rupiah di tahun 2017 tetap berada di Rp 13.400 per USD. Sementara untuk tahun 2018 nilai tukar Rupiah dipatok sekitar Rp 13.500 per USD.

“Tapi untuk 2018 kami akan lihat nanti dinamikanya tidak hanya di dalam negeri tapi sebagai bagian dalam menentukan asumsi makro 2018,” katanya, di gedung DPR RI, Jakarta, Senin (11/9).

Dia melanjutkan, pemerintah akan memproyeksikan untuk surat perbendaharaan negara (SPN) 3 bulan yang diusulkan turun dari target 5,3 persen di 2018.

Baca Juga  BPJS Ketenagakerjaan Sumatera Utara Sosialisasi Manfaat dari program BPJS Ketenagakerjaan Kepada Sektor Lembaga Keumatan Kristen BPU(Bukan Penerima Upah)

“SPN 3 bulan kalau lihat hanya kinerja 2017 4,9-5,05 persen. Maka kami bisa proyeksikan dengan lebih optimis bahwa SPN lebih rendah dengan mempertimbangkan perkembangan global, suku bunga SPN kami pahami untuk diturunkan tapi tidak terlalu besar,” kata Sri Mulyani.

Katanya, pertumbuhan ekonomi tahun depan sebesar 5,4 persen masih dapat direalisasikan dengan mengoptimalisasi berbagai sektor. Seperti konsumsi rumah tangga tumbuh di level 5,1 persen dan investasi tumbuh 6,3 persen.

Baca Juga  Kejagung Tetapkan Kakak-Adik Bos Sritex sebagai Tersangka TPPU

Dia menambahkan, tantangan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 5,4 persen paling besar ialah meningkatkan pertumbuhan kredit nasional sesuai target di atas 10 persen.

“Kami lihat tantangan paling besar pertama kredit growth bank untuk tumbuh cukup kuat untuk dapat 5,4 persen, dengan begitu maka kredit bank harus tumbuh lebih tinggi lagi, Rp 483 triliun kreditnya untuk capai growth-nya 5,4,” pungkasnya (mdk|dwk)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Kapolsek Bunut Hulu IPDA DENDY ARIF SETIADY : PETI Merusak Ekosistem Sungai dan Menyebabkan Tanah Longsor. 

Berita

Babinsa Sungai Paduan Kodim 1203/Ktp, Tunjukan Kepulianya Kepada Warga Binaan.

Berita

Komisi II DPR Apresiasi Sekaligus Sedih Kemendagri Pangkas Anggaran RP 2,7 T

Berita

Kronologi OTT Bupati Langkat, Uang Rp 100 Juta Ditemukan di Jok Mobil

Arsip

Bocah 15 Tahun Jadi Mahasiswi Baru Termuda di UGM

Berita

Dinilai Gagal Revitalisasi Pasar Timah, Fraksi PDIP DPRD Medan Siapkan 1.000 Massa

Berita

Aksi Unjuk Rasa Penolakan Kenaikan BBM di Jawa Timur Berjalan Aman dan Kondusif 

Berita

Miliki Tanaman Obat Keluarga, Bupati dan Ketua TP PKK Tapsel Apresiasi Desa Paran Padang