Viewer: 628
0 0

Home / Gaya Hidup

Selasa, 27 Oktober 2020 - 14:08 WIB

Ngeri! Jadi Makanan Favorit Sejuta Umat, Ilmuan Berhasil Bongkar Sisi Gelap Mi Instan dengan Bukti Ini

Viewer: 629
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 33 Detik

Kompasnasional | Harganya yang relatif murah serta cara memasak yang cepat dan mudah tentu menjadi pilihan sebagain besar masyarakat di tengah kesibukannya.

Selain itu, Mi Instan kini memiliki beragam pilihan rasa dan juga bisa disajikan dengan olahan yang beragam.Beberapa penggemar setia mi instan mungkin masih terus menikmatinya, namun mayoritas orang kini mulai berhati-hati.Banyak kasus mulai mencuat di telinga kita terkait mi instan.

Seperti kasus 2 tahun lalu, tentang seorang mahasiswa berusia 18 tahun yang dilaporkan meninggal karena menderita kanker perut setelah mengonsumsi mi instan setiap malam.Indonesia merupakan konsumen tertinggi kedua di dunia Mengacu kepada laporan World Instant Noodles Asosiation (WINA).

Baca Juga  Awas, Ini Bahaya Eyeliner untuk Mata

Ternyata konsumsi mi instan di Indonesia pada tahun 2017 saja telah mencapai jumlah mengejutkan yakni 12,62 miliar.Hal ini berhasil menempatkan Indonesia sebagai konsumen mi instan terbesar kedua di dunia yang melampaui Jepang 5,66 miliar porsi, India 5,42 miliar porsi dan Vietnam 2,06 miliar porsi.

Posisi teratas masih ditempati China dengan jumlah konsumsi sebanyak 38,970 miliar porsi.Apa yang membuat mi instan begitu buruk?

Karena mie instan ini dibuat agar tahan lebih lama, tentu saja ada proses yang panjang.

Mi instan rendah kandungan nutrisi, tinggi lemak, kalori dan sodium dan dicampur dengan pewarna buatan, pengawet, zat aditif dan perasa.Dalam kebanyakan kasus monosodium glutamat (MSG) serta hidrokuinon tersier-butil (TBHQ) – pengawet kimia yang berasal dari industri minyak bumi – mungkin ada dalam mi instan untuk meningkatkan rasa dan menjaga ketahanan.”Menurut penelitian, “Meskipun mie instan adalah makanan yang nyaman dan lezat, mungkin ada peningkatan risiko untuk sindrom metabolik mengingat sodium tinggi, lemak jenuh yang tidak sehat dan beban glikemik,” kata Hyun Shin, kandidat doktor di Harvard School of Public Health.Para ahli menjelaskan bahwa sifat alami dari mi ini biasanya membuat mereka sulit dicerna.

Baca Juga  Tiga Lokasi Favorit Berkemah untuk di Kawasan Sibolangit

Dan sebenarnya tidak hanya dalam kasus mi instan, tetapi untuk semua jenis makanan olahan juga beresiko.
(GP/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Asahan

MELAWAN PENYAKIT BOCOR GINJAL BERSAMA LIONS CLUB M GOLDEN ESTATE

Berita

Tidak Boleh Ada Perayaan Valentine di Aceh

Gaya Hidup

Pengusaha Lampung Beber Cara Memesan Vernita Syabilla, Tarifnya Segini

Gaya Hidup

Pria Pakistan Tewas Tertabrak Kereta Saat Bikin Video Tiktok

Gaya Hidup

Satu Keluarga Bongkar Celengan Koin Hasil Tabungan 5 Tahun, Jumlahnya Bikin Minder

Gaya Hidup

Fadli Zon Kedapatan Like Konten Pornografi di Twitter, Muannas: Hukuman Tuhan Dibukakan Aibnya

Gaya Hidup

Beragam Menu Hadir di Festival Kuliner Imlek Blibli

Berita

Ketua MUI Kecam Tindakan intimidasi Kelompok 2019GantiPresiden di Car Free Day