Viewer: 658
0 0

Home / Gaya Hidup

Selasa, 27 Oktober 2020 - 14:08 WIB

Ngeri! Jadi Makanan Favorit Sejuta Umat, Ilmuan Berhasil Bongkar Sisi Gelap Mi Instan dengan Bukti Ini

Viewer: 659
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 33 Detik

Kompasnasional | Harganya yang relatif murah serta cara memasak yang cepat dan mudah tentu menjadi pilihan sebagain besar masyarakat di tengah kesibukannya.

Selain itu, Mi Instan kini memiliki beragam pilihan rasa dan juga bisa disajikan dengan olahan yang beragam.Beberapa penggemar setia mi instan mungkin masih terus menikmatinya, namun mayoritas orang kini mulai berhati-hati.Banyak kasus mulai mencuat di telinga kita terkait mi instan.

Seperti kasus 2 tahun lalu, tentang seorang mahasiswa berusia 18 tahun yang dilaporkan meninggal karena menderita kanker perut setelah mengonsumsi mi instan setiap malam.Indonesia merupakan konsumen tertinggi kedua di dunia Mengacu kepada laporan World Instant Noodles Asosiation (WINA).

Baca Juga  Gunakan Ojek di Masa New Normal, Masyarakat Diimbau Pakai Helm Sendiri

Ternyata konsumsi mi instan di Indonesia pada tahun 2017 saja telah mencapai jumlah mengejutkan yakni 12,62 miliar.Hal ini berhasil menempatkan Indonesia sebagai konsumen mi instan terbesar kedua di dunia yang melampaui Jepang 5,66 miliar porsi, India 5,42 miliar porsi dan Vietnam 2,06 miliar porsi.

Posisi teratas masih ditempati China dengan jumlah konsumsi sebanyak 38,970 miliar porsi.Apa yang membuat mi instan begitu buruk?

Karena mie instan ini dibuat agar tahan lebih lama, tentu saja ada proses yang panjang.

Mi instan rendah kandungan nutrisi, tinggi lemak, kalori dan sodium dan dicampur dengan pewarna buatan, pengawet, zat aditif dan perasa.Dalam kebanyakan kasus monosodium glutamat (MSG) serta hidrokuinon tersier-butil (TBHQ) – pengawet kimia yang berasal dari industri minyak bumi – mungkin ada dalam mi instan untuk meningkatkan rasa dan menjaga ketahanan.”Menurut penelitian, “Meskipun mie instan adalah makanan yang nyaman dan lezat, mungkin ada peningkatan risiko untuk sindrom metabolik mengingat sodium tinggi, lemak jenuh yang tidak sehat dan beban glikemik,” kata Hyun Shin, kandidat doktor di Harvard School of Public Health.Para ahli menjelaskan bahwa sifat alami dari mi ini biasanya membuat mereka sulit dicerna.

Baca Juga  Dengar Kabar Akan Ada Unjuk Rasa, Belasan Pedagang Gelar Lapak Jualan

Dan sebenarnya tidak hanya dalam kasus mi instan, tetapi untuk semua jenis makanan olahan juga beresiko.
(GP/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Gaya Hidup

Asli Gila, Perut Pria Ini Nyaris Meledak, Ngaku Sebagai Sebuah Tantangan, Tidak Takut Sama Kematian

Gaya Hidup

UPDATE Corona 21 Juni, Tambahan Kasus Baru Tertinggi Kembali Terjadi di DKI Jakarta

Gaya Hidup

Warga Lombok Nikah Bermahar 107 Butir Telur
Foto Ilustrasi

Berita

Wanita di Sumut Terlalu Sibuk Kerja Bikin Angka Kelahiran Turun

Berita

Bertemu Donald Trump di Singapura, Kim Jong-un Kembali Bawa Toilet Pribadi
Foto ilustrasi perselingkuhan

Berita

Heboh 2 Bintara Polisi di Palembang Berselingkuh di Kamar Hotel

Gaya Hidup

Gunakan Ojek di Masa New Normal, Masyarakat Diimbau Pakai Helm Sendiri

Berita

Tol Penghubung Tanjung Morawa-Kualanamu Diresmikan, Tarif Masih Gratis