Home / Arsip / Arsip 2016 / Berita / Kriminal / Reviews

Selasa, 10 Mei 2016 - 12:32 WIB

Misteri Mutilasi di OKU Timur, Benarkah Jasad Anggota DPRD?

Viewer: 676
0 0
Terakhir Dibaca:2 Menit, 2 Detik

Temuan kepala dan sepasang kaki diduga korban mutilasi yang ditemukan di aliran sungai di Desa Tanjung Kemala, Kecamatan Martapura, Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatera Selatan, pada Selasa (19/4) kini masih teka-teki, meski sudah ada warga melapor kehilangan anggota keluarganya.

Direktur Ditreskrimum Polda Sumsel, Kombes Pol Sumarso mengungkapkan, warga yang melapor tersebut berasal dari Lampung. Mereka datang ke Polda Sumsel untuk melaporkan anggota keluarganya merupakan anggota DPRD Bandar Lampung, hilang sejak beberapa minggu lalu.

“Warga Lampung datang ke sini (Palembang), sekarang masih ada, mereka bilang salah satu keluarganya yang jadi anggota DPRD di sana hilang,” kata Sumarso, Kemarin.

Mendapat laporan itu, pihaknya langsung mengarahkan warga itu menuju kamar mayat Rumah Sakit Bhayangkara Palembang. Namun, keluarga tidak bisa lagi mengenali mayat tersebut karena kondisinya sudah rusak dan membengkak.

“Tidak dikenali lagi. Kemungkinan nanti dilakukan tes DNA. Kita siap lakukan untuk mencocokkan,” terang Sumarso.

Baca Juga  Sambut HUT Kemerdekaan RI Ke-77, Satgas Pamtas Yonif 645/Gty Kibarkan Bendera Merah Putih Raksasa di Pantai Temajuk

Sumarso enggan menyebutkan warga bersangkutan yang datang termasuk identitas anggota DPRD Bandar Lampung yang dilaporkan hilang tersebut.

“Nanti dulu, masih penyelidikan,” katanya singkat.

Untuk memastikan apakah betul jasad itu anggota DPRD Bandar Lampung, maka dalam waktu dekat potongan kepala dan sepasang kaki ditemukan di OKU Timur akan diuji DNA. Hal itu untuk mencocokkan data dengan laporan tersebut.

Sumarso mengatakan supaya efektif, tes DNA akan dilakukan di Mabes Polri, Jakarta.
“Ya, tes DNA nya nanti di Mabes Polri. Ini untuk mencocokkan data korban,” jelas Sumarso.

Menurut Sumarso, tes DNA penting dilakukan karena pelapor tidak lagi mengenali wajah korban saat diperlihatkan di kamar mayat Rumah Sakit Bhayangkara Palembang.

“Sudah sulit dikenali, jalan satu-satunya tes DNA,” tegasnya.

Sebelumnya, potongan kepala dan sepasang kaki manusia ditemukan tersangkut di ranting aliran sungai di Desa Tanjung Kemala, Kecamatan Martapura, OKU Timur, Sumatera Selatan, Selasa (19/4) pukul 14.30 WIB. Diduga, mayat tanpa identitas itu merupakan korban mutilasi.

Baca Juga  Pencuri Mobil Syekh Ali Jaber Cium Tangan, Didoakan Bertobat

Awalnya potongan sepasang kaki yang ditemukan. Polisi yang turun ke lokasi melakukan pencarian dan menemukan potongan kepala di daratan yang berada sekitar 100 meter dari tempat pertama.

Potongan tubuh itu berjenis kelamin laki-laki. Kondisinya sudah membusuk dan diduga tewas lebih dari empat hari. Setelah dilakukan otopsi, ciri-ciri fisik korban akhirnya berhasil terungkap.

Korban berjenis kelamin laki-laki dengan usia sekitar 40-50 tahun. Korban memiliki rambut lurus warna hitam dan berkumis tipis.

Tinggi korban diperkirakan 161-170 centimeter, bentuk gigi bagian atas maju sementara gigi di bagian bawah mundur, serta kulit sawo matang. Selain itu, diketahui juga di kaki kanan korban terdapat bekas luka bakar (mdk|dwk)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Sambutan Internal KPK untuk Nawawi yang Gantikan Firli Bahuri

Berita

Sinergitas Cegah Tangkal Covid-19, Babinsa Dan Bhabinkamtibmas Kawal Penyemprotan Disinfektan Perkantoran

Berita

UPDATE COVID-19 DI KABUPATEN SAMOSIR , 28 September 2021 Nihil Kasus Baru, 3 Sembuh, 13 Kasus Aktif

Berita

Tunda Perjalanan ke Zona Merah Agar Samosir Terhindar dari Covid-19

Berita

Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan Berhasil Mengungkap Kasus Narkoba Sebanyak Tujuh Kasus.

Berita

Buka Rakenis Dengan Pakaian Reog Ponorogo, Slog Polri Siap Mendukung Pemulihan Ekonomi Nasional

Berita

Wakapolda Kalbar Ungkap Strategi Pengamanan Hari Raya Paskah dan Bulan Suci Ramadhan di Masa Pandemi Covid-19

Arsip

Cristiano Ronaldo Itu Tokoh Berbahaya dan Idola Palsu