Home / Arsip / Arsip 2016 / Berita / Nasional / Reviews

Sabtu, 30 Juli 2016 - 14:06 WIB

Misteri Liang Kubur Freddy Budiman Digenangi Air

Viewer: 1040
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 24 Detik

Gembong narkoba jaringan China-Indonesia, Freddy Budiman sudah dieksekusi mati oleh regu tembak di Nusa Kambangan, Jumat (29/7) dini hari. Sebelum meninggal, dia mempunyai beberapa pesan untuk keluarganya. Freddy ingin dimakamkan di Surabaya, tanah kelahirannya.

Freddy tiba di rumah duka di Jalan Krembangan Baru 7 No 6A, Kecamatan Krembangan, Surabaya, Jumat (29/7), sekitar pukul 14.15 WIB. Saat Jenazah yang dibawa mobil ambulans tiba, pengawalan ketat dari polisi, linmas, Satpol PP dan warga sekitar.

Kedatangan jenazah disambut para pelayat, baik itu dari keluarga, kerabat dekat maupun warga sekitar yang kenal Freddy Budiman semasa muda.

Baca Juga  Bupati menghadiri acara silaturahmi Ramadhan 1443 Hijriah bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) setempat di Masjid Al Ikhlas, Desa Sugi

Begitu jenazah yang masih ada di dalam peti tiba, langsung dibawa ke rumah duka. Tak lama kemudian pihak keluarga memindahkan jenazah ke keranda.

Setelah selesai disalatkan, jenazah Freddy Budiman ditandu dan dimasukan kembali ke dalam mobil untuk dibawa ke tempat pemakaman umum (TPU) Mbah Ratu, Jalan Demak. TPU itu sendiri merupakan permintaan Freddy, jika mati nanti dimakamkan di Surabaya.

Terdapat kejadian unik dan penuh misteri saat di makam Mbah Ratu, Jalan Demak, Kecamatan Krembangan, Surabaya. Sejak siang, liang kubur Freddy terus mengeluarkan air.

Petugas makam harus bekerja ekstra untuk menguras dan mengeluarkan air dari liang kubur, sebelum jenazah Freddy tiba. Liang kubur yang berukuran sekitar panjang 2,5 meter, lebar 1, 5 meter, tinggi 2 meter, mengeluarkan air hingga ketinggian 20 sampai 30 sentimeter.

Baca Juga  Ditresnarkoba Polda Kalbar Musnahkan 3.119 Butir Pil Ekstasi Dan Amankan 5 Tersangka

Untuk mengurasnya, petugas gali makam menggunakan timba. Salah seorang petugas makam, Sadimun mengatakan jika tanah di sekitar makam sedang lembab. Selain itu beberapa hari terakhir di daerah sekitar TPU diguyur hujan deras.

“Iya kalau hujan tanah di sini (makam) jadi lembab dan waktu digali mesti keluar air. Makanya, kita tadi mengurasnya saat jenazah dekat makam,” terang Sadimun, Jumat (29/7) (mdk|dwk)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
100 %
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

PPKM Level 2, Disdik Pematangsiantar Izinkan Sekolah Kembali PTM 100 Persen

Berita

H Syahrul M Pasaribu,SH Bupati Tapsel Priode 2010 – 2020, “Keberhasilan Suatu Program Pembangunan Diukur Melalui IPM”

Berita

Polres Melawi Gelar Tes Urin Cegah Penyalahgunaan Narkotika Kepada Seluruh Personilnya

Berita

Bupati Kapuas Hulu Tutup Lomba Open Turnamen Sampan Bidar Terbesar Di Provinsi Kalimantan Barat

Berita

Meski Latihan, Yonarmed 16 Sempatkan Bagi Sembako*

Berita

Kapolres Ketapang Hadiri Upacara Detik Detik Proklamasi di Kantor Pemda berlangsung Khitmat

Berita

Bupati Samosir Menjadi Narasumber di Lokakarya Pertanian

Arsip

Terkait SP3 Kasus Bupati Asahan Ombudsman RI Surati Kapoldasu