Viewer: 1137
3 0

Home / Berita

Senin, 17 Agustus 2020 - 18:26 WIB

Merdekakan Laut Indonesia Dari Ancaman Sampah Plastik

Viewer: 1138
3 0
Terakhir Dibaca:2 Menit, 36 Detik

Indonesia adalah negara dengan 2/3 luas wilayahnya berupa laut, bahkan sebagian besar kebutuhan rakyat Indoensia di-support oleh sumberdaya hayati maupun non-hayati yang berasal dari laut.

Laut menjadi salah satu tumpuan hidup bagi rakyat Indonesia, sehingga
“kesehatan” laut sudah selayaknya menjadi perhatian serius segenap rakyak Indonesia. Ketika kondisi laut “sehat”, maka laut dengan seluruh potensi besar di dalamnya dapat memberikan manfaat yang tak terhingga. Berbeda kondisinya jika laut dalam keadaan “sakit”, jangankan manfaat yang diperoleh malah bencana yang setiap saat akan dihadapi tanpa diduga-duga datangnya.

Coba lah sisihkan waktu sejenak untuk mengunjungi laut, seringkah Anda menjumpai plastik mengambang di laut atau terdampar di sepanjang pantai putih nan indah? Sampah plastik, salah satu “penyakit” kronis yang mampu menggerogoti kesehatan laut.

Isu ancaman sampah plastik di laut sebetunya sudah menjadi perhatian dunia sejak lama bahkan perhatian dunia internasional terhadap marine plastic debris akhir-akhir ini meningkat seiring dengan bencana ekologis yang mulai dirasakan. Plastik merupakan bahan organik yang mempunyai kemampuan mudah dirubah ke berbagai bentuk, apabila terpapar panas dan tekanan.

Baca Juga  Perpustakaan SMAN 1 Matauli Pandan Terima Sertifikat Akteditasi "A" Dari Perpustakaan Nasional RI

Plastik dapat berbentuk batangan, lembaran, atau blok, bila dalam bentuk produk dapat berupa botol, pembungkus makanan, pipa, peralatan makan, dan lain-lain. Sampah plastik dapat terurai menjadi sampah mikro-plastik, kondisi ini tidak saja mengancam ekosistem dan biota laut, tetapi juga berpotensi menyebabkan tercemarnya rantai makanan oleh mikro-plastik yang dalam kondisi tertentu mengikat bahan berbahaya.

Sampah plastik yang tersangkut di perakaran mangrove mampu mengganggu fungsi ekosistem mangrove dan menyebabkan kematian bibit mangrove. Selain itu, sampah yang menutupi ekosistem terumbu karang dapat meningkatkan toksisitas perairan dan menyebabkan patahnya koral.
Sampah juga dapat menjerat atau termakan oleh biota laut.

Plastik dapat terfragmentasi menjadi ukuran kecil yang memungkinkannya terkonsumsi oleh biota laut, bahkan oleh invetebrata ukuran kecil sekalipun. Mengkonsumsi plastik dapat menyebabkan biota laut mengalami gangguan metabolisme, iritasi sistem pencernaan, hingga menyebabkan kematian. Selain itu, sifatnya yang persisten memungkinkan kandungan plastik yang berada lama di dalam tubuh biota laut pindah ke manusia melalui skema rantai makanan.

Lebih luas lagi, sampah plastik di laut pada akhirnya menimbulkan kerugian ekonomi di bidang perikanan, transportasi laut, pariwisata, kesehatan, perhotelan dan masih banyak lagi. Hal ini tentunya berdampak besar bagi Indonesia yang merupakan negara kepulauan yang sangat bergantung pada keberadaan laut dan hasil laut itu sendiri.

Baca Juga  Meriahkan HUT Humas Polri ke 69 ,Humas Polda Kalteng Gelar Pertandingan Futsal Dengan Insan Pers.,

Dengan semangat memperingati hari kemerdekaan ke-75 tahun Republik Indonesia ini, sudah sepatutnya seluruh komponen rakyat Indonesia turut berkontribusi untuk “memerdekakan” laut Indonesia dari sampah plastik. Cara sederhana yang dapat dilakukan setiap individu adalah dengan selalu membuang sampah pada tempatnya, turut melakukan aksi bersih pantai secara rutin dan menerapkan pola 3R yaitu Reuse (menggunakan kembali plastik yang telah dipakai), Reduce (mengurangi jumlah penggunaan plastik) dan Recycle (mendaur ulang plastik).

Kegiatan sederhana tersebut jika dilakukan konsisten oleh setiap individu dan diterapkan secara masif, tentu dapat menjadi bentuk “perjuangan” demi memerdekakan laut Indonesia dari ancaman sampah plastik. Mari saatnya merubah narasi menjadi aksi dan sedikit bicara menjadi banyak bekerja. Yakin dan percaya siapa saja bisa melakukannya. Ayo! Merdekakan Laut Indonesia dari Ancaman Sampah Plastik.

Teguh Heriyanto, S.Pi., M.Si
Dosen Sekolah Tinggi Perikanan dan Kelautan Matauli

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
100 %
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Kapolda Kalbar Merotasi 10 Perwira Menengah

Berita

Sebut Camat Penipu, Ketua BPD Bosso Bantah Mengusulkan Pengaktifan Pithein Girato

Berita

Kemenhub Periksa Kelaikan Seluruh Boeing 737 Max 8 di RI
Foto Ilustrasi pensusukan

Berita

Debt Collector Mandi Darah Ditusuk Usai Tarik Motor Pelaku

Berita

Gara-gara Diminta Uang Rp4000, Isteri Sekarat Ditikami Suami

Berita

Peringati HUT Bhayangkara, Pangdam XII/Tpr Lepas Peserta Bhayangkara Individual Time Trial
Foto pelaku mutilasi dan bakar istri di Humbahas Sumut

Berita

Sadisnya… Pria di Sumut Mutilasi Lalu Bakar Istri

Berita

Keluarga Besar SMK Swasta Persiapan Pematangsiantar Gelar Perayaan Natal Bersama 2021