Home / Arsip / Arsip 2017 / Berita / Kriminal / Nasional / Reviews

Rabu, 30 Agustus 2017 - 14:59 WIB

Hamil dan melahirkan anak di luar nikah, Polwan di Kalimantan terancam dipecat

Viewer: 788
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 19 Detik

kompasnasional.com –  Seorang Polwan di Polres Nunukan, Kalimantan Utara, diusulkan dipecat dari institusi kepolisian. Sebab, dia hamil dan melahirkan anak hasil hubungan di luar nikah dengan anggota polisi lainnya. Selain Polwan itu, dua personel Polres Nunukan lainnya juga terancam dipecat lantaran desersi dan terlibat kasus narkoba.

Usulan pemecatan ketiga personel Polres Nunukan itu, sudah dilayangkan Polres Nunukan ke Polda Kalimantan Timur, Senin (28/8).

“Benar, ketiganya sudah diusulkan ke Polda, untuk dilakukan PTDH (Pemberhentian Tidak Dengan Hormat),” kata Kapolres Nunukan AKBP Jepri Yuniardi, dikonfirmasi merdeka.com, Selasa (29/8) malam.

Baca Juga  Ahli Patologi Anatomi-Toksikologi Periksa Jasad Sekeluarga Kalideres

Ulah ketiga personel Polres Nunukan itu dinilai telah mencoreng institusi Polri, baik secara kode etik Polri, dan juga tindak pidana, seperti terkait kasus narkoba.

Kasus hamil di luar nikah yang terjadi pada seorang Polwan satuan reserse narkoba itu, merupakan kasus tahun lalu. Meski hamil tanpa suami, sang Polwan juga masih berkantor dan menjalankan tugasnya.

“Anak yang dilahirkan Polwan bersangkutan, hasil hubungan tidak semestinya bersama dengan oknum aparat lain, yang sudah beristri,” ujar Jepri.

Sebelum diusulkan pemecatan, dilakukan beberapa kali sidang kode etik. Jepri tidak mengetahui persis duduk persoalan hubungan di luar nikah yang terjadi pada personel Polwannya.

Baca Juga  KPU Mulai Rekapitulasi Suara Pemilu Nasional Pukul 13.00 WIB

“Kasus itu sudah ada sebelum saya menjabat Kapolres ya di Nunukan ini. Jadi, saya menindaklanjutinya. Yang jelas, Polwan bersangkutan awalnya diketahui tengah hamil,” sebut Jepri yang bertugas sebagai Kapolres Nunukan sejak Mei 2017 lalu.

Jepri memastikan tidak akan mentolerir anak buahnya yang melakukan pelanggaran kode etik Polri. Terlebih lagi melakukan tindak pidana.

“Apalagi kasus narkoba, tentu sangat tegas. Ya itu tadi, ketiganya sudah diusulkan PTDH dan sekarang, tinggal menunggu keputusan dari Polda ya,” tutupnya (mdk|dwk)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Pangdam XII/Tpr Terima Laporan Korps Kenaikan Pangkat Perwira Periode I Oktober 2022 

Berita

Sekda Kapuas Hulu Serahkan Bantuan kepada korban banjir di Kecamatan Pengkadan

Berita

Forkopimda Kabupaten Samosir Melaksanakan Gerakan Gempur Covid-19 Secara Serentak di Wilayah Kabupaten Samosir

Berita

Bupati Taput Tandatangani Perpanjangan Perjanjian Kerjasama Pemanfaatan Tanah Pengembangan Bandara Silangit dengan AP II

Berita

Memperingati Hari Kartini, Srikandi Polda Kalbar Bagikan Sembako kepada Warga

Berita

Babinsa Serda Rinto Kawal Penyaluran BLT DD Desa Binaan.

Berita

Bawaslu : 454.266 Jiwa Penduduk Sumut Terdaftar DP4 Rentan Meninggal Dunia

Berita

BUPATI SINTANG BONAR SIANTURI BERPULANG