Viewer: 609
0 0

Home / Internasional

Senin, 16 November 2020 - 19:09 WIB

Menhan Biden Bakal Tenggelamkan China di Laut China Selatan?

Viewer: 610
0 0
Terakhir Dibaca:2 Menit, 12 Detik

Kompasnasional | Para pengamat dari China menyatakan khawatir dengan Michèle Angélique Flournoy, bakal calon potensial kepala Pentagon atau Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) di bawah kepemimpinan presiden terpilih Joe Biden.
Pasalnya, Flournoy, yang sebelumnya merupakan Wakil Menteri Pertahanan dalam Pemerintahan Presiden ke-44 Barack Obama, menyarankan pasukan AS harus ditempatkan di Laut China Selatan (LCS) untuk mencegah China semakin mengklaim perairan tersebut.
LCS merupakan perairan penuh sengketa beberapa negara Asia, dan juga menjadi pusat keterlibatan AS di Indo-Pasifik, dengan staf senior Presiden ke-45 Donald Trump dan pejabat China memperdebatkan klaim kedaulatan di wilayah tersebut.

Dalam tulisannya di jurnal Foreign Affairs pada awal 2020, Flournoy menyerukan peningkatan kehadiran angkatan laut AS di LCS. Dia mengatakan bahwa Washington kehilangan kemampuan untuk melawan agresi militer Beijing di perairan yang disengketakan tersebut.

“Misalnya, jika militer AS memiliki kemampuan untuk secara kredibel mengancam untuk menenggelamkan semua kapal militer, kapal selam, dan kapal dagang China di LCS dalam waktu 72 jam, para pemimpin China mungkin berpikir dua kali sebelum, katakanlah, meluncurkan sebuah blokade atau invasi Taiwan; mereka harus bertanya-tanya apakah layak mempertaruhkan seluruh armada mereka,” tulis Flournoy, dikutip dari Express UK.

Baca Juga  3 Pejabat Militer Korut Dicopot karena Protes Pertemuan Kim Jong Un dengan Trump

Perempuan kelahiran 14 Desember 1960 ini juga belum lama ini menegaskan kembali sikap anti-China dan keinginannya untuk pertahanan Amerika yang lebih kuat di Indo-Pasifik.

“Kita harus memiliki keunggulan yang cukup, yang pertama dan terpenting kita dapat mencegah China menyerang atau membahayakan kepentingan vital kita dan sekutu kita. Itu berarti tekad,” kata Flournoy dalam sebuah wawancara dengan Defense News.

Namun Flournoy itu juga menginginkan perubahan dari pandangan pemerintahan Trump tentang China selama ini, dan menyatakan keinginan untuk beberapa kerja sama antara Beijing dan Washington.

“Ada serangkaian ancaman, apakah itu mencegah pandemi berikutnya, atau menangani perubahan iklim, atau berurusan dengan proliferasi nuklir Korea Utara di mana, suka atau tidak, kita harus berurusan dengan China sebagai mitra atau kita tidak bisa menyelesaikan masalah,” tambahnya.

Baca Juga  Media Asing Soroti Ancaman RI Jadi Otoriter usai Sahkan KUHP Baru

Para pengamat China menolak proposal Flournoy untuk kehadiran besar Angkatan Laut AS di LCS, mengatakan China siap untuk membalas jika AS secara besar-besaran meningkatkan kehadirannya di perairan tersebut.

“Ancaman seperti itu hampir tidak dapat bekerja, karena PLA telah dan selalu memperhitungkan campur tangan Amerika secara langsung ketika merencanakan operasi militer di Taiwan,” kata Wu Xinbo, direktur Pusat Studi Amerika Universitas Fudan kepada South China Morning Post (SCMP).

Collin Koh, peneliti dari S. Rajaratnam School of International Studies di Nanyang Technological University Singapura, juga mencatat Flournoy dan sikap administrasi Biden terhadap China.

“Terlepas dari siapa yang ada di Gedung Putih, kemampuan untuk mempertahankan pencegahan yang kredibel dan jika perlu, mengalahkan agresi (Tentara Pembebasan Rakyat) terhadap Taiwan sesuai dengan Undang-Undang Hubungan Taiwan, akan dipandang sebagai pemberian,” tambah Koh. (CNBCI/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Israel Akan Kirim Pesawat Antariksa ke Bulan pada 2019, Ternyata Ini Tujuannya

Internasional

Enam Bulan Hilang, Sekeluarga Asal Sudan Ditemukan Tewas di Tengah Gurun Libya

Arsip

Satu Mahasiswa Indonesia Yang Ditangkap Pemerintah Turki Dibebaskan

Berita

SBSI 1992 Mengusulkan Selain Mendapat Mendapat bantuan Kartu Prakerja Dari Pemerintah Juga Mendesak Pemerintah Supaya Melonggarkan Pencairan Dana JHT

Berita

Relawan DJM, Masyarakat Papua Harus Menolak Partai Yang Bersebrangan dengan Progam Jokowi

Berita

Kesederhanaan Ibu Negara Dapat Dijadikan Teladan

Internasional

Senat AS Setujui Lloyd Austin Menhan Kulit Hitam Pertama

Internasional

Mengaku Nabi, Pria Pakistan Ditembak Mati di Ruang Sidang