Jakarta, JejakNasional – Presiden RI Prabowo Subianto melantik 26 anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Republik Indonesia. Ke-26 jajaran Wantimpres RI itu dilantik Prabowo di Istana Negara, Jakarta, Jumat (2/10/2026) berdasarkan Nomor 107/P Tahun 2026.
Pelantikan 26 anggota Wantimpres RI tersebut adalah yang pertama dilakukan sejak Undang-Undang Nomor 64 Tahun 2024 tentang Dewan Pertimbangan Presiden RI diresmikan. Dalam UU Nomor 64 Tahun 2024 sudah tidak lagi membatasi jumlah anggota Wantimpres, sehingga jumlahnya tidak terbatas.
Rangkul Semua Kalangan
Sebanyak 26 anggota Wantimpres RI ini berasal dari berbagai kalangan, mulai dari mantan pejabat, pengusaha, tokoh agama, hingga pakar atau akademisi.
Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno, menilai langkah Prabowo melantik 26 orang Wantimpres merupakan cara untuk merangkul berbagai unsur bangsa.
“Mazhab (politik) Prabowo itu Mazhab merangkul semua kalangan,” kata Adi kepada wartawan.
Dia menilai, Prabowo cukup meyakini dirinya tidak bisa sendirian dalam rangka membangun bangsa sehingga butuh masukan dari berbagai tokoh-tokoh nasional.
Adi turut menyoroti Prabowo seringkali menegaskan soal kerja sama semua pihak dalam sejumlah pidato politiknya.
“Figur yang dilantik jadi wantimpres hari ini itu mayoritas melampaui urusan kepentingan jabatan, rata-rata sudah sukses di bidangnya masing-masing,” ucapnya.
Khawatir Terlalu Banyak
Di sisi lain, Pakar Komunikasi Politik Universitas Esa Unggul Jamiluddin Ritonga menilai, banyaknya jumlah Wantimpres RI di era Prabowo menunjukkan bahwa kepala negara ingin menyerap masukan dari berbagai pihak.
“Bisa jadi karena Prabowo ingin mendapatkan nasehat dan pertimbanganan dari beragam pendekatan dan multidisiplin,” kata Jamiluddin.
Menurutnya hal tersebut diperlukan agar Prabowo dampat mengambil kebijakan secara menyeluruh (komprehensif) dan tepat sasaran.
Dengan begitu, Prabowo berharap tidak ada lagi kebijakannya yang menuai kontroversial.
Hanya saja, ia memandang, jumlahnya yang terlalu banyak dikhawatirkan akan menjadi mubayir bila nasehat mereka diabaikan.
Jika hal itu terjadi, maka nasib Wantimpres hanya akan menjadi pajangan.
“Celakanya kalau itu yang terjadi, maka 26 Wantimpres itu makan gaji buta. Hal ini tentu tak sejalan dengan kebijakan Prabowo yang menekankan efisiensi,” kata dia.
Selain itu, Jamiluddin berpandangan Prabowo adalah sosok yang menganut politik akomodatif. Oleh karenanya, Prabowo berusaha merangkul semua elemen anak bangsa.
“Bisa jadi, Prabowo merasa masih banyak elemen anak bangsa yang belum diakomodirnya. Untuk itu, elemen anak bangsa yang belum diakomodir “ditampung” di Wantimpres,” ucapnya.
Dipimpin Pratikno-Hatta Rajasa
Lembaga ini akan dipimpin oleh mantan Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno sebagai Ketua Wantimpres.
Eks Menko Perekonomian Hatta Rajasa didapuk menjadi Wakil Ketua Wantimpres. Mantan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah M Qodari menjadi Sekretaris Wantimpres RI.
Sementara itu, ada 23 anggota Wantimpres yakni Shinta Nuriyah Wahid, Prof. Dr. Muhammad Quraish Shihab, Jenderal TNI Purn Agum Gumelar, Jenderal Pol Purn Budi Gunawan, Chairul Tanjung, Salim Segaf Aljufri, K.H. Anwar Iskandar, K.H. Said Aqil Siradj, K.H. Yahya Cholil Staquf.
Selanjutnya ada Bambang Soesatyo, Philip Kuncoro Wijaya, Budi Tanuwibowo, Letjen TNI Purn Ida Bagus Purwalaksana, Soekarwo, Jusuf Hamka, Dato’ Sri Tahir. Kemudian, Yusuf Wanandi, Margarito, Rocky Gerung, Mohamad Hatta, Anwar Usman, Jacklevyn Frits Manuputty atau Jacky Manuputty, dan Ignasius Jonan.
Diisi Orang Berpengalaman
Menurut Pratikno, Wantimpres RI diisi oleh orang-orang yang berpengalaman dari berbagai bidang seperti tokoh agama, pengusaha, mantan menteri.
Dengan kekayaan pengetahuan dan pengalaman para anggota Wantimpres, Pratikno yakin bisa memberikan saran, masukan, pertimbangan sebagaimana dimandatkan oleh undang-undang.
“Jadi tugas kami memang khusus dengan satu beneficiary ya, yaitu Bapak Presiden. Jadi kami tugasnya adalah memberikan masukan, pertimbangan kepada Bapak Presiden,” ujar Pratikno.
Pratikno selaku ketua mengaku akan berusaha semaksimal mungkin untuk memfasilitasi seluruh anggota agar maksimal memberikan saran, masukan, dan pertimbangan kepada Presiden RI.
Sementara itu, Hatta Rajasa berjanji akan berusaha keras untuk mengabdikan diri kepada bangsa dan negara.
Wantimpres disebut akan memberikan masukan-masukan, saran-saran terbaik untuk Prabowo.
“Tugas kami adalah mensukseskan Bapak Presiden dengan memberikan masukan-masukan yang berkualitas dari berbagai macam aspek yang kami kumpulkan, dan dari berbagai macam pengetahuan yang telah kami miliki,” tegasnya.
(YA/JJN)






