Home / Berita

Selasa, 12 Agustus 2025 - 10:52 WIB

Eks Menag Yaqut Dicegah KPK ke Luar Negeri

Viewer: 600
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 20 Detik

Jakarta, JejakNasional – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah mengusut dugaan korupsi kuota haji tahun 2024. KPK melakukan pencegahan terhadap eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas (YCQ) dan dua orang lain dalam perkara ini.

“Bahwa pada tanggal 11 Agustus 2025, KPK telah mengeluarkan Surat Keputusan tentang Larangan Bepergian Ke Luar Negeri terhadap 3 (tiga) orang, yaitu YCQ, IAA, dan FHM terkait dengan perkara sebagaimana tersebut di atas,” kata Jubir KPK Budi Prasetyo kepada wartawan, Selasa (12/8/2025).

Pencegahan dilakukan karena keberadaan mereka di Indonesia dibutuhkan untuk penyidikan perkara tersebut. Pencegahan dilakukan untuk 6 bulan ke depan. Yaqut dan dua orang lainnya berstatus sebagai saksi.

Baca Juga  Momen Rieke Singgung Indra Kenz di Rapat Hunian Mewah Lapas Cibinong

“Tindakan larangan bepergian ke luar negeri tersebut dilakukan oleh KPK karena keberadaan Ybs di Wilayah Indonesia dibutuhkan dalam rangka proses penyidikan dugaan tindak pidana korupsi sebagaimana tersebut di atas. Keputusan ini berlaku untuk 6 (enam) bulan ke depan,” ujarnya.

Kerugian Negara Rp 1 T Lebih
Sebelumnya, KPK telah melakukan perhitungan awal kerugian negara di kasus dugaan korupsi kuota haji. Nilai kerugian negaranya mencapai lebih dari Rp 1 triliun.

“Dalam perkara ini, hitungan awal, dugaan kerugian negaranya lebih dari Rp 1 triliun,” kata Jubir KPK Budi Prasetyo di gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (11/8).

Baca Juga  Peduli Warga Binaan, Satgas Pamtas Yonif Mekanis 643/Wns Karya Bhakti Bantu Bangun Rumah Warga Perbatasan.

Budi mengatakan angka kerugian negara itu berasal dari hitungan internal KPK. Hasil hitungan tersebut juga telah didiskusikan dengan BPK.

“Hitungan internal KPK namun sudah didiskusikan juga dengan teman-teman di BPK, tapi masih hitungan awal. Tentu nanti BPK akan menghitung secara lebih detil lagi,” ujarnya.

Perkara ini sendiri sudah di tahap penyidikan. KPK menggunakan surat perintah penyidikan (sprindik) umum sehingga belum ada tersangka dalam kasus ini.

(YA/JJN)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Konsisten, Kodim Sanggau Tegakkan Protokol Kesehatan dengan Bagikan Masker*

Arsip

Benda Jatuh Di Sumenep Sampah Antariksa Milik Amerika

Berita

Wawako Togar Sitorus Canangkan Kelurahan Karo, Kecamatan Siantar Selatan Bersinar.

Berita

Mentan SYL : Pelabuhan Pulau Kijing Membuka Peluang Ekspor Produk Lokal Ke Mancanegara

Berita

Inspektorat Halsel: Soadri Menyoal ke Fadila Dugaan 520 Juta, Saiful Bungkam

Berita

Pecah Lagi, Bongkahan Es Terbesar Dunia Seluas Pulau Bali Lenyap

Berita

Pelarian Plt. Bupati Bengkalis Sebagai Tersangka Korupsi Berakhir Ditangan Polisi

Berita

Aksi Cepat Kapolresta Pontianak Beri Bantuan Korban Bencana Angin Puting Beliung di Banjar Serasan