
Kompasnasional.com | Sibolga Ilir – perseteruan antara siswa Baru dengan kakak kelas di salah satu Sekolah Menegah Pertama Negeri (SMPN) Sibolga akhirnya menempuh jalur damai antara kedua belah pihak Sabtu (16/07/22).
Keputusan perdamaian yang di tempuh oleh kedua orangtua setelah melalui proses perundingan yang tertutup diruangan Kepala sekolah sekitar 2 jam lamanya.
Mediasi antara kedua belah pihak yang berseteru disebabkan masalah sepeleh yang berujung pengeroyokan dihadiri Anggota Dewan Wakil Ketua I DPRD Sibolga Jamil Zeb Tumori beserta kedua orang tua pelaku dan korban.
Dalam konferensi persnya orangtua Korban di wakilkan kepada Abang tertua dari siswa baru menurutkan bahwa keluarga dari korban telah sepakat berdamai, menurut penjelasan Jamil selaku Anggota Dewan Sibolga menyatakan “Keluarga Korban sangat luar biasa, tampa berlama-lama keluarga korban ingin tau siapa pelaku atas insiden yang menimpa anaknya setelah mediasi langsung menerima keputusan damai.

“Saya merasa salut kepada keluarga korban tampa Basa-basi cuma ingin kenalan sama keluarga pelaku, Tampa Lama-lama akhirnya kedua belah pihak berdamai dengan suasana suka cita,” Ucap Anggota Dewan DPRD Kota Sibolga Jamil Zeb Tumori sesaat penyampaian hasil mediasi sesaat Konfrensi pers berlangsung.
Orangtua korban Siswa Baru melalui Abang tertuanya juga menjelaskan” kami bersedia berdamai dan siap mencabut laporan Kepolisian didampingi Abang Anggota Dewan Kota Sibolga semoga ini menjadi solusi yang terbaik bagi kita semua.
“Untuk terkait adik kami apa dia masih besekolah di sini, Kami akan berunding dulu untuk menanyakan sama dia apa dia masih mau sekolah disini apa pindah, kami beruding dululah bersama keluarga,” tuturnya singkat.
Disesi lain kelaurga pelaku juga memohon maaf sebesar-besarnya atas tingkah laku anak mereka yang langsung membuat gaduh dalam sekolah. Kedepan para pelaku siap menjadi mitra kesuksesan belajar dan siap dibina Kepala sekolah untuk menjadi murid yang terbaik di kemudian hari.
Perdamaian atas peseteruan ini juga di lengkapi pernyataan yang tertulis di atas kertas dan di tandatangani kedua belah pihak dan Saksi-saksi. Semoga kedepan kejadian ini menjadi salah satu pembelajaran untuk lebih baik di kemudian hari bagi kedua belah pihak.
Disisi lain yang berbeda, menejemen Sokolah melalui Kepsek menyatakan akan membuat paraprogram untuk jadwal pembentukan karakter untuk para siswa di hari Jumat dan Sabtu.
“Kedepan kita akan mengedepankan pembinaan karakter 5 menit sebelum mata pelajaran dimulai. hal ini akan kita kedepankan agar Siswa/i yang menuntut ilmu di sekolah ini menjadi Siswa/i yang teladan di kemudian hari,” papar Kepsek sesaat Konfrensi pers berlangsung.
Dipenutup acara mediasi kedua belah pihak saling memaafkan atas kejadian yang tidak terduga atas tingkah anak mereka. Dalam sesi mediasi ini terpancar rasa kekeluargaan yang sangat kental seperti semboyan kata bijak Kota Sibolga Kota Berbilang Kaum.
Seperti kata Orangtua dulu menyampaikan Tuntutlah Ilmu Setinggi mungkin, Raihlah Cita-cita mu setinggi langit serta Bijaklah dalam melangkah, pastinya Keberhasilan Kelak akan menyertai mu.
(Tuty/RM)








