Home / Daerah

Kamis, 4 November 2021 - 22:21 WIB

Mau Untung Ogah Bayar Pajak TPPD Kota Pontianak Tertibkan 52 Reklame

Viewer: 430
0 0
Terakhir Dibaca:2 Menit, 2 Detik

Pontinak Kalbar,KOMPAS NASIONAL – Sejumlah reklame disegel Tim Penertiban Pajak Daerah (TPPD) Kota Pontianak lantaran belum melunasi kewajibannya membayar pajak reklame.

Tim terpadu yang terdiri dari petugas Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Pontianak dan Satpol PP Kota Pontianak menyisir di beberapa titik lokasi diantaranya Jalan Tanjungpura.

Beberapa reklame yang terdata belum melunasi pajaknya ditempeli stiker berwarna merah dengan tulisan ‘Obyek Pajak Ini Belum Lunas Pajak Daerah (Dalam Pengawasan)’.

Kepala Bidang Penyuluhan, Pengawasan dan Pemeriksaan Pajak dan Retribusi Daerah BKD Kota Pontianak, Irwan Prayitno menjelaskan, obyek pajak reklame yang ditertibkan, baik reklame permanen maupun insidentil, keseluruhan berjumlah 52 reklame.

“Dari 52 reklame tersebut, 37 diantaranya berstatus belum terdaftar dan 15 reklame telah habis masa berlakunya atau kadaluarsa,” ujarnya usai memimpin penertiban reklame, Kamis (4/11/2021).

Ia menambahkan, penertiban ini menyasar Wajib Pajak (WP) yang belum mendaftarkan obyek pajak reklamenya maupun reklame yang sudah terdaftar namun telah habis masa berlakunya.

Baca Juga  Bos Judi Tembak Ikan di Medan Pakai Kursi Roda Saat Diadili

Tak terkecuali reklame insidentil yang telah habis masa tayang yang diizinkan.

Kendati demikian, pihaknya tidak serta merta langsung menertibkan obyek pajak reklame tersebut.

Penertiban dilakukan setelah diberikan teguran lisan maupun tertulis dalam bentuk surat teguran, baik reklame yang sudah terdaftar maupun belum terdaftar.

Surat teguran diberikan maksimal tiga kali.

Selain itu, WP yang produknya sudah terdaftar di BKD Kota Pontianak diberikan teguran lisan.

Hal itu mengingat bahwa pihak WP diyakini sudah memahami aturan yang berlaku untuk pemasangan reklame dan mungkin karena alasan tertentu belum mendaftarkan pemasangan baru sehingga dianggap cukup diberikan teguran secara lisan sebelum dilakukan teguran secara tertulis.

“Pada intinya kami mengedepankan pembinaan pajak dahulu, baru dilakukan penertiban berupa penyegelan atau pembongkaran reklame,” terangnya.

Penertiban ini, lanjut Irwan, bertujuan untuk tertib pajak daerah sekaligus untuk mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Baca Juga  Anak Jadi Tersangka Ibu Rasmi Sipayung dan Binsar Aruan : Memohon Keadilan ke Kejari Siantar

Dalam penertiban ini Tim Penertiban melakukan penempelan stiker untuk memberikan peringatan kepada wajib pajak agar segera membayar pajak reklamenya.

“Kami mengimbau kepada para WP yang memiliki obyek pajak reklame, segera mendaftarkan papan reklamenya bagi yang belum terdaftar dan lunasi pajak reklamenya bagi yang telah habis masa berlakunya,” imbaunya.

Tidak hanya sekadar menertibkan obyek pajak, BKD Kota Pontianak juga menyediakan layanan informasi pajak daerah melalui saluran khusus ‘Kring Pengawasan’ dengan nomor Whatsapp 0853-8-9999-100. Melalui nomor Kring Pengawasan, wajib pajak akan lebih mudah untuk mendapatkan informasi terkait pajak daerah Kota Pontianak.

“Jadi lewat ‘Kring Pengawasan’, apapun masalah pajak yang dialami wajib pajak maka silakan disampaikan ke nomor di atas maka akan kita berikan solusi sehingga bisa memberikan kemudahan bagi wajib pajak,” tutupnya.

Hasnan Sutanto

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Jika Dipercaya Memimpin Siantar PASTI Siap Mengembangkan SDM Generasi Muda Pematangsiantar

Berita

KMP Sumut I Rusak, Penyeberangan Tigaras-Simanindo Tertunda

Daerah

TMMD Kodim 1206/Psb Gotong Royong Buat Gorong-gorong

Asahan

POLRES ASAHAN BERHASIL UNGKAP PELAKU PEMBUANG BAYI DI DESA AEK TARUM

Berita

Pendemi Covid-19 Tidak Mengurangi Hikmad Pelaksanaan Upacara Hut RI ke-75

Berita

Tersangka Pembunuhan Satu Keluarga di Tangerang Jalani Pemeriksaan

Berita

guide alias pemandu tamu, ditemukan tewas di Kualanamu

Berita

Pegawai Pemkab Sergai Laporkan Dugaan Korupsi Massal Oknum Pejabat ke KPK