Home / Arsip / Arsip 2016 / Ekonomi

Kamis, 7 April 2016 - 09:35 WIB

Masuk Daftar Panama Papers, Ini Kata Rosan Roeslani dan Erwin Aksa

Viewer: 542
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 29 Detik

KOMPASNASIONAL.COM

JAKARTA – Bocoran informasi mengenai berbagai pihak yang memiliki dana yang diparkir di luar negeri, menyedot perhatian publik sepekan terakhir.

Dari nama-nama yang bocor ke publik, dua di antaranya adalah petinggi Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, yakni Ketua Umum Kadin Indonesia, Rosan P Roeslani, dan Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Infrastruktur dan Konstruksi Erwin Aksa.

Lantas, bagaimana komentar keduanya?

Rosan menjelaskan, adalah hal yang wajar namanya masuk dalam daftar bocoran “Panama Papers”.

Sebagai pelaku usaha skala besar, umumnya banyak melakukan kegiatan multi-national enterprises (MNEs).

“(Kami) Mendapatkan pendanaan dari bank-bank asing. Makanya umumnya yang melakukan adalah melalui perusahaan-perusahaan di luar, pendanaannya diberikan ke perusahaan itu,” kata Rosan ditemui usai sebuah diskusi di Jakarta, Rabu (6/4/2016).

Tak hanya pelaku usaha swata, Rosan menuturkan perusahaan-perusahaan milik negara pun juga lumrah mendirikan Special Purposes Vehicle (SPV) manakala penerbitan surat utang atau obligasi.

Baca Juga  Markas GMBI Dibakar, Polisi Amankan 20 Pelaku Terduga Anggota FPI

Perusahaan SPV itulah yang berfungsi menerbitkan surat utang atau obligasi.

“Jadi harus dilihat satu per satu. Jangan disamaratakan. Kalau ada perusahaan di luar disebut melakukan hal yang tidak benar, itu sama sekali enggak. Di seluruh dunia, itu adalah hal yang wajar,” katanya.

Sayangnya ketika dikonfirmasi berapa banyak SPV yang telah ia dirikan, Rosan mengaku tidak mengingat secara detil.

Baca Juga  Grab Didenda Rp30 Miliar, Hotman Paris Angkat Suara

Senada dengan Rosan, Erwin mengatakan, perusahaan SPV biasanya didirikan untuk tujuan mendapatkan pendanaan dari luar.

“DJP sudah memiliki intelegensi cukup kuat kepada pengusaha atau pribadi yang memiliki offshore asset. Saya kira bisa tanya ke mereka, sejauh mana temuan mereka,” imbuh Erwin.

Menurutnya, dengan bocornya data-data dari Mossack Fonseca, ini menjadi kesempatan baik bagi pemerintah untuk mengoreksi laporan pajak pribadi.

Namun, sama dengan Rosan, Erwin juga mengaku tidak hafal berapa banyak SPV yang sudah didirikannya.

“Karena banyak sekali, setiap kali ada transaksi di luar ya pakai SPV,” tukas Erwin.(kn/tbnb)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Arsip

Tak Punya Pacar, Inilah Sosok Yang Ingatkan Prilly Makan

Arsip

KPK Tangkap Hakim MK?

Arsip

Prediksi Inter Vs Juventus: Meneer De Boer di Ujung Tanduk

Arsip

Reses Kedua Ramses Lumban Gaol SH Anggota DPRD Serap Aspirasi Masyarakat

Arsip

Foto Bugil Istri Donald Trump Bersama Wanita Lain Beredar Di Media

Arsip

Mendesak Jokowi Tuntaskan Kasus Penistaan Agama Ahok

Arsip

Mencari Solusi Derita Masyarakat Hibala

Arsip

Pesta LGBT di Sidimpuan Malah Difasilitasi Pemerintah. Parah Kali Bah