Home / Berita

Jumat, 26 Februari 2021 - 19:37 WIB

Masker, Sarung Tangan, Limbah Medis Cemari Lingkungan, Pakar: Ini “Suatu Kesalahan Besar

Viewer: 474
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 34 Detik

Kompasnasional l Melalui sebuah diskusi virtual bertajuk “Diskusi Umum Limbah Masker di Teluk Jakarta: Sebuah Dilema Kesehatan, Lingkungan Hidup, dan Kehidupan Ekonomi Masyarakat​,” yang diselenggarakan oleh Persatuan Mahasiswa Indonesia di Amerika Serikat tingkat Nasional, belum lama ini, Direktorat Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah dan Bahan Beracun Berbahaya dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Indonesia (KLHK), Rosa Vivien Ratnawati, menjelaskan kenaikan tersebut.

Padahal, Rosa Vivien Ratnawati mengatakan, “limbah medis yang berasal dari pasien positif COVID itu harus dibakar di insinerator 800 derajat Celsius.”

Limbah dan sampah medis yang dibuang tidak sesuai aturan, kerap berakhir di tempat pembuangan akhir dan di muara sungai. Selain berdampak buruk bagi lingkungan, hal ini menimbulkan risiko penyebaran penyakit yang tinggi diantara para pemulung.

Baca Juga  Siapkan Rumah Singgah Isolasi Mandiri, Satgas Pamtas 643 Renovasi Puskesmas*

Hasil temuan LIPI bahkan mengatakan, sekitar 46-57 persen sampah plastik pada masa pandemi ditemukan berakhir di muara sungai.

“Ditemukan sampah-sampah seperti masker atau sarung tangan, itu di pantai, di laut, di tempat-tempat yang tidak semestinya. Dan itu sendiri merupakan suatu kesalahan besar, karena sampah medis itu harus dibuang di tempat yang sesuai dan apabila sudah dipakai sekali, itu harus dibuang.

Tidak boleh digunakan kembali atau di-recycle,” kata Dr. Denita Utami yang juga adalah mahasiswi S2 jurusan kesehatan masyarakat di Columbia University, New York, kepada VOA Indonesia.

Pakar lingkungan, Gondan Puti Renosari, yang bekerja untuk organisasi nirlaba the Nature Conservancy di Virginia, Amerika Serikat menambahkan, sampah medis yang dibuang secara sembarangan juga dapat merusak ekosistem.

Baca Juga  Kronologis Editor Metro TV Yodi Prabowo Bunuh Diri

“Selain bahaya bagi lingkungannya, ini bahaya juga bagi fauna. Kalau marine life itu, burungnya itu bisa makanin, bisa mengira limbah ini adalah makanan, terus dia makan. Binatang-binatang bawah air juga bisa mengira itu makanan.

Jangan heran kalau sekarang mungkin kita temuin di binatang-binatang itu banyak yang menyangkut masker. Yang mati di dalam perutnya ditemukan karet masker,” ujar Gondan Puti Renosari.

Limbah dan sampah medis memerlukan penanganan khusus, mengingat dapat menyebarkan penyakit dan mencemarkan lingkungan. ( VOAI/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Arsip

Keluarga Soeharto Biasa Kurban Puluhan Sapi, Kini Cuma 2 Ekor

Asahan

DPD Pospera Sumut Mengecam Aksi di Kantor Bupati Asahan dan meminta APH Menindak Oknum Yang Mengatasnamakan Pospera

Asahan

Silaturahmi Awak Media Bersama Dandim 0208 Asahan

Berita

Heboh!!! Sudah Dimakamkan Sepekan, Kuburan Dibongkar, Ini Hasilnya….

Berita

Bareskrim Polri Bongkar Penyalahgunaan Pupuk Bersubsidi, Rugikan Negara Hingga Miliaran

Berita

Peduli Pada Warganya, Lurah Kebun Sayur Salurkan Bantuan Sembako Pada Warga Yang Tidak Mampu

Berita

Jambore Pramuka Cabang Sidempuan, Mabicab : Pramuka Harus Tetap Tangguh Dalam Segala Hal

Arsip

TNI Yakin Bisa Bebaskan 10 WNI Dari Tangan Abu Sayyaf