Home / Arsip / Arsip 2017 / Berita / Nasional / Reviews

Kamis, 19 Oktober 2017 - 15:17 WIB

Kemenhub sebut aturan taksi online masih berlaku hingga November 2017

Viewer: 608
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 24 Detik

kompasnasional.com – Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Sugihardjo menanggapi adanya pelarangan transportasi online beroperasi di Jawa Barat. Menurutnya, hal ini merupakan efek dari dibatalkannya 14 pasal Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) nomor 26 tahun 2017 tentang transportasi online oleh Mahkamah Agung (MA).

Dia menegaskan, bahwa peraturan tersebut masih berlaku hingga 90 hari setelah putusan itu diketok atau sampai 1 November 2017. Untuk itu, dia meminta seluruh pihak untuk menjaga situasi kondusif dan tidak membuat kegaduhan yang bisa merugikan semua pihak.

“Konflik di daerah seperti di Jawa Barat berasumsi bahwa pasca putusan MA ini ada kekosongan hukum. Saya tegaskan bahwa PM 26 yang mengatur tentang online, walaupun sudah dicabut 14 pasal tapi dalam klausulnya mengatakan putusan MA berlaku efektif setelah 90 hari surat diketok,” kata Sugihardjo di Jakarta, Selasa (17/10).

Baca Juga  Mantap! Tiga Putra Daerah Wakili Tapsel Pada MTQ Korpri Tingkat Sumut

Kepala Dinas Perhubungan Jawa Barat Dedi Taufik menjelaskan, pihaknya telah mengajukan beberapa usulan untuk revisi Permenhub nomor 26 pasca putusan MA. Di antaranya usulan mengenai kesetaraan dan keadilan dalam pasal-pasal tersebut.

“Sebenarnya kan Go-jek itu di dalam UU bukan masuk kategori angkutan umum karena roda dua. Ini juga pemerintah pusat harus segera dibuat aturan untuk mengatur di daerah yang kita jadikan pedoman. Jadi kami meunggu aturan namanya angkutan sewa khusus,” jelas Dedi.

Baca Juga  Menyalip Dari Sebelah Kiri, Eka Terjatuh dan Tewas Terlindas Truk

Jika aturan ini masih berlaku, maka pihaknya akan mengikuti instruksi dari pemerintah pusat. Namun, Dishub Jawa Barat masih akan tetap menunggu keputusan menteri terkait operasi transportasi online ini.

Sementara itu, Dishub Jabar masih terus melakukan sosialisasi dan mediasi sambil menunggu peraturan tersebut disepakati. Hal ini tentunya untuk mencegah adanya kegaduhan antara angkutan konvensional dan transportasi online.

“Kita lakukan sosialisasi terus. Intinya kita jaga kondusivitas di Jabar. Kita lakukan mediasi dan sosialisasi berkaitan menunggu aturan baru,” tegas Dedi (mdk|dwk)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Yusril Tegaskan TNI Tak Bisa Laporkan Ferry Irwandi soal Pencemaran Nama Baik

Berita

Jembatan Kapuas Di Kota Putusibau Perlu Perhatian Khusus

Berita

Pelaku Asusila Lewat Medsos Terhadap Anak Dibekuk

Berita

Pencuri Papan Bunga Kena Batunya

Berita

Bupati Mempawah Ikuti Kegiatan Arahan Presiden Mengenai Penangan Covid-19

Berita

Bahas Soal Program Kerja, Legislator Daerah Tapteng dan Samosir Berdiskusi

Nasional

Hari Istimewa Mayjen TNI Dudung dan Kodam Jaya Segera Tiba
KPK Bidik Maruli, Terkait Kasus Bansos di Sumut-kompasnasioal

Arsip

KPK Bidik Maruli, Terkait Kasus Bansos di Sumut