Kompasnasional l Perayaan Natal tahun ini akan berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Terutama di Kota Bethlehem, Palestina yang dipercaya sebagai kota kelahiran Yesus dan tempat perayaan Natal terbesar biasanya diadakan.
Wali Kota Bethlehem, Anton Salman mengatakan tahun ini akan berbeda karena kota itu tidak akan menyaksikan perayaan seperti biasanya. Meskipun ada keputusan untuk tetap menjalankan ritual keagamaan tapi akan ada pembatasan.
“Kami tidak dapat membatalkan semua perayaan, tetapi protokol kesehatan biasa akan terus diikuti. Tetapi kehadiran publik akan dibatasi untuk mengikuti langkah-langkah keamanan dan pencegahan,” kata Salman dilansir dari Arab News, Kamis (24/12).
Menurutnya, biasanya ada banyak perayaan mulai dari menyalakan pohon natal dan berlanjut hingga diadakan ritual keagamaan di Gereja Kelahiran Yesus pada malam Natal, disamping kegiatan lainnya. Acara terpenting adalah diadakannya nyanyian Natal di Manger Square bersama masyarakat internasional dan kelompok lokal.
Awal bulan ini Bethlehem menyalakan pohon Natal untuk menandai dimulainya liburan Natal. Perdana Menteri Palestina Muhammad Shtayyeh berpartisipasi melalui panggilan video.
Pohon itu dinyalakan tanpa partisipasi publik atau orang-orang yang bersuka ria di alun-alun, sesuai dengan langkah-langkah kesehatan yang diikuti untuk mengatasi Covid-19. Kehadiran terbatas hanya dilakukan melalui media sosial dan kehadiran beberapa orang saja.
Natal kali ini, Bethlehem sepi dari turis asing. Biasanya para turis berduyun-duyun ke sana dan kota-kota Palestina lainnya sepanjang tahun. “Tahun lalu alun-alun ini menandai Natal dengan perayaan yang khusyuk, dengan kehadiran yang terhormat, dan dengan partisipasi resmi warga lokal dan internasional. Dan hari ini, saat kita merayakan Natal, kita mencarinya dengan harapan dan optimisme,” katanya.
“Jadi kami menggunakan teknologi modern dan dunia maya untuk merayakan Natal. Kita berharap, harapan dan optimisme akan terus berkibar di seluruh Palestina dan dunia,” tambahnya. (R/Red)







