Home / Arsip / Arsip 2016 / Berita / Internasional / Reviews / Teknologi

Sabtu, 16 Juli 2016 - 12:02 WIB

Anti Gempa, Seorang Arsitek Beijing Ciptakan Gedung Cetak 3D

Viewer: 800
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 26 Detik

Sebuah perusahaan arsitektur Beijing menciptakan vila dengan sentuhan cetak 3D yang hampir tidak bisa dihancurkan.

Sebuah rumah bonafid ini tidak hanya memiliki struktur membanggakan dengan kemampuan menahan gempa berkekuatan 8,0 skala richter (SR) tetapi juga produksinya yang hanya memakan waktu 45 hari.

Huashang Tengda merupakan sosok paling berpengaruh dalam pembangunan karya cetak 3D. Gedung ini dibangun sepenuhnya di lokasi proyek. Sedangkan struktur cetak 3D lainnya diproduksi di fasilitas terpisah dan disatukan dalam waktu berbeda.

Selain itu, perusahaan ini menciptakan teknologi proses cetak yang sama sekali baru, yaitu memanfaatkan beton khusus untuk membangun rumah.

Baca Juga  Panglima TNI dan Kapolri Tinjau Vaksinasi di Ayani Mega Mall dan SMAN 1 Pontianak*

Sebelum memulai pembangunan, kru konstruksi lebih dahulu memasang bingkai bangunan, termasuk rebar pendukung dan jaringan pipa di rumah tersebut.

“Karena kecepatan, biaya rendah, bahan baku sederhana dan ramah lingkungan, umumnya meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat,” kata Huashang Tengda.

Melansir dari National Geographic,Sabtu (16/7/2016), meskipun harganya tidak dicantumkan, teknologi tersebut tetap diasumsikan dapat mengurangi biaya perusahaan secara dramatis dibandingkan jika membangun struktur serupa secara tradisional.

Salah satu faktor berkurangnya biaya adalah karena waktunya yang singkat dalam pembangunan. Dengan kata lain, struktur seperti ini bisa menjadi masa depan pengembangan perumahan.

Penggunaan teknologi ini dapat memperbaiki kondisi hidup petani. Teknologi tentu saja akan memiliki manfaat sosial beragam.

Baca Juga  Kota Singkawang Kota Wisata Terbaik di Kalimantan Barat

Untuk proses cetak unik Huashang Tengda ini, perusahaan mengembangkan perangkat lunak yang terdiri dari empat operasi utama: pencampuran beton, transmisi, bahan rumusan elektronik, dan cetak 3D.

Huashang memanfaatkan sekitar 20 ton beton untuk membangun seluruh vila. Beberapa bagian ukuran tebal dindingnya cukup mengejutkan yakni delapan kaki.

Setelah proses mencetak selesai, kru mengecat dan menghias interior rumah ini.

Ke depannya, Huashang berharap teknologi yang inovatif ini dapat digunakan untuk mencetak rumah bagi mereka yang membutuhkan, gedung pencakar langit bertingkat tinggi, dan rumah tahan lama untuk petani (pjkst|dwk)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Internasional

Angka Kematian Covid-19 Capai 850 Jiwa dalam Sehari, Presiden Jerman Nyalakan Lampu Kenang Korban di Istana di

Berita

GMKI : ” ‍COVID-19 , The Next Walikota Pematangsiantar Bisa Apa?”
Foto ilustrasi

Berita

MS Tewas Setelah Digoyang Wanita Panggilan di Kamar Hotel, Begini Reaksi Anaknya

Berita

Terima Suap Rp 14,2 M, Bupati Bekasi Ade Kuswara dan Ayahnya Ditahan KPK

Arsip

Begini Cara Sandiaga Uno Ejek Ahok di Depan Politikus PDIP

Berita

Penderes Getah Pinus Diduga Tanpa Ijin Masih Menjamur di Pulau Samosir

Berita

Gubernur H.Sutarmidji Resmikan Gedung Galeri Hasil Hutan di Pontianak

Berita

Asyik, Ada Pusat Kuliner dan Pasar Tani di Jalan Letkol Sugiyono