Home / Kesehatan

Rabu, 6 Januari 2021 - 23:11 WIB

Jangan melakukan tes swab / rapid test antigen sendiri, ini risikonya

Viewer: 551
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 45 Detik

Kompasnasional l Jangan melakukan rapid test antigen atau swab antigen untuk deteksi virus corona secara sembarangan. Ada dampak berbahaya jika rapid test antigen atau tes swab dilakukan oleh bukan tenaga kesehatan.

Beberapa waktu lalu, video penyanyi Bunga Citra Lestari (BCL) yang melakukan tes swab antigen atau rapid test antigen kepada temannya sebelum berkumpul viral di media sosial. Hal ini dikarenakan BCL melakukan tes swab kepada temannya seorang diri, tanpa bantuan tenaga profesional. Tindakannya itu mendapat banyak kritik.

Tak jauh berbeda, baru-baru ini di media sosial juga ramai pembicaraan terkait kisah dari seorang dokter telinga, hidung, dan tenggorokan (THT). Dalam gambar tangkapan layar yang beredar, dokter THT itu menceritakan dirinya kedatangan pasien yang kebingungan karena terpapar Covid-19 dari temannya.

Baca Juga  Tertawakan Diri Sendiri Ternyata Baik untuk Kesehatan Mental

Pasien tersebut terpapar setelah melakukan saling tes swab / rapid test antigen dengan ketiga temannya tanpa bantuan tenaga profesional. Ternyata salah satu dari mereka positif Covid-19.

Padahal saat melakukan tes swab / rapid test antigen sendiri, tidak ada satu pun dari keempat orang itu yang menggunakan alat pelindung diri (APD). Melakukan tes swab / rapid test antigen sendiri tanpa bantuan tenaga profesional memang tidak dianjurkan.
Menurut DR. dr Sarwastuti Hendradewi, SpTHT-KL (K).,Msi Med, tindakan itu sangat berbahaya. Ada beberapa risiko kesehatan yang bisa terjadi apabila tes swab / rapid test antigen tidak dilakukan oleh tenaga profesional.

Berikut bahaya dan dampak negatif tes swab / rapid test antigen sendiri:
Kesalahan hasil pemeriksaan
Dokter yang akrab disapa Dewi itu menjelaskan, swab merupakan tindakan di nasofaring untuk mengambil spesimen yang digunakan untuk pemeriksaan. Swab nasofaring dilakukan melalui lubang hidung.
Hidung merupakan organ yang memiliki struktur anatomi sempit. Belum lagi di hidung banyak bangunan-bangunan dan pembuluh darah serta mukosa (lapisan kulit dalam) yang tipis.

Baca Juga  Abaikan Pasien, Kapus dan Kabid Dilaporkan ke Mapolres Tapteng

Menurut Dewi, orang awam yang melakukan swab sendiri tidak memahami struktur anatomi hidung dan tidak mengetahui bagian yang harus diambil. “Jadi bagian yang diambil enggak sampai ke tempat seharusnya yang menjadi bahan pemeriksaan,” ujar Dewi kepada Kompas.com, Senin (4/1/2020).

Kesalahan dalam pengambilan bagian untuk pemeriksaan bisa memberikan hasil yang tidak tepat. Bisa jadi hasil pemeriksaan harusnya positif. Tapi karena tempat pengambilannya salah, hasilnya menjadi negatif.(KCI/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Kesehatan

3 Sayur mayur ini efektif menurunkan gula darah, lo
Sejuta Manfaat Jambu Biji Merah, Baik Untuk Kesehatan dan Ibu Hamil -kompasnasional

Arsip

Sejuta Manfaat Jambu Biji Merah, Baik Untuk Kesehatan dan Ibu Hamil

Berita

Rahasia Diet Bisa Berhasil Kuncinya Jangan Kurang Tidur

Asahan

MELAWAN PENYAKIT BOCOR GINJAL BERSAMA LIONS CLUB M GOLDEN ESTATE

Kesehatan

2 Pakar Prediksi Jumlah Pasien Corona RI Meledak Habis Lebaran

Kesehatan

Cara Mencegah Tertular Virus Corona Varian Delta

Berita

Racun Kalajengking yang Disebut Bernilai Miliaran oleh Jokowi

Kesehatan

Viral Video Pegawai Dinkes Berjoget Peringati Hari Kesehatan Nasional, Abaikan Protokol Kesehatan