Home / Nasional

Selasa, 15 Juni 2021 - 22:40 WIB

Kejagung Sebut Kasus Impor Emas akan Sulit Diusut

Viewer: 408
0 0
Terakhir Dibaca:2 Menit, 24 Detik

Kompasnasional l Kejaksaan Agung (Kejagung) menyatakan, bahwa pihaknya akan menindaklanjuti laporan adanya dugaan pencucian emas yang dilakukan oleh delapan perusahaan. Meskipun dalam mengusut kasus tersebut, pihaknya akan menghadapi sejumlah kesulitan.

Salah satunya berbenturang dengan tiga undang-undang yang ada saat ini, yakni Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (UU Minerba), Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan, dan Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Cukai.

“Kesulitan kami yang utama itu lingkup berlakunya undang-undang Pak, kalau terkait dengan Bapak itu terkait UU Minerba. Kemudian yang disampaikan Pak Arteria ekspor impor itu UU Kepabeanan,” ujar Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Ali Mukartono dalam rapat kerja dengan Komisi III DPR, Senin (14/6).

Karena kesulitan tersebut, ia memutar proses untuk menentukan unsur kerugiannya. Di mana akhirnya, Kejagung menerapkan unsur yang merugikan perekonomian negara, bukan unsur merugikan keuangan negara.

Baca Juga  Koruptor Berfoya-foya Beli Kendaraan Mewah Dari Duit Rakyat

Karena Pasal 2 ayat 1 dan Pasal 3 UU Korupsi itu ada alternatif kerugian, kerugian keuangan negara atau merugikan perekonomian negara. Saya coba untuk merugikan perekonomian negara,” ujar Ali.

Kejagung, kata Ali, sudah menyinggung hal ini kepada Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD. Karena dalam tiga undang-undang tersebut, hanya ada satu penyidik.

“Tiga undang-undang ini hanya satu penyidik Pak, yaitu di Kementerian Keuangan saja, kami kesulitan masuk karena sifatnya administratif. Oleh karena itu, dalam merumuskannya saya mencoba untuk menerapkan unsur merugikan perekonomian negara yang selama ini belum pernah diterapkan,” ujar Ali.

Dalam rapat kerja di DPR, anggota Komisi III Arteria Dahlan menyoroti adanya impor emas oleh delapan perusahaan lewat Bandara Soekarno-Hatta senilai Rp 47,1 triliun. Ia meminta agar Kejagung untuk mengusut kasus tersebut.

“Ada indikasi ini perbuatan manipulasi Pak pemalsuan menginformasikan hal yang tidak benar, sehingga produk tidak dikenai bea impor, produk tidak dikenai pajak penghasilan impor,” ujar Arteria.

Dari laporan Direktur Penindakan dan Penyidikan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan, importasi emas itu dikenakan bea masuk 0 persen. Padahal, seharusnya dikenakan bea masuk 5 persen.

Baca Juga  Tangani Covid-19 Tim Medis RUSD dr. Djasamen Saragih Pematangsiantar Belum Terima Honor

Ia mengatakan, setidaknya ada kerugian negara mencapai Rp 2,9 triliun dari impor emas tersebut. “Saya minta juga periksa PT Aneka Tambang, dirutnya diperiksa, vice president-nya diperiksa. Kenapa? Setiap ada perdebatan di Bea Cukai datang itu Aneka Tambang mengatakan ini masih memang seperti itu sehingga biaya masuknya bisa 0 persen,” ujar Arteria.

Ia menjelaskan, penyelewengan dilakukan lewat perubahan data emas ketika masuk di Bandara Soekarno-Hatta. Emas yang semula dikirim dari Singapura berbentuk setengah jadi dan berlebel, tapi ketika sampai, emas itu diubah lebel menjadi produk emas bongkahan.

“Ini semua emas biasa kita impor dari Singapura, ada perbedaan laporan ekspor dari negara Singapura ke petugas Bea Cukai, waktu masuk dari Singapura barangnya sudah benar HS-nya (harmonized system) 71081300 artinya kode emas setengah jadi,” ujar Arteria. (R/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Sebanyak 6.616 Jamaah Haji Indonesia Sudah Berada di Mekah,8 Dikakabrkan Meninggal Dunia

Nasional

Jokowi: 215 Negara Rebutan Vaksin, RI Dapat 426 Juta Dosis

Arsip

Oknum Polisi dan TNI Berkelahi di Pesta Pernikahan, Begini Reaksi Kapolda

Berita

China Klaim Puncak Wabah Virus Korona di Negaranya Telah Berakhir

Berita

Bupati HST Minta KPK Tak Jual Kendaraan Mewahnya

Berita

Kronologi Jatuhnya Pesawat Lion Air Jakarta-Pangkal Pinang di Karawang

Arsip

Geledah Rumah Aa Gatot, 30 Jarum Suntik Hingga Hewan Langka Disita

Berita

Refleksi Akhir Tahun, Kajari Halsel Paparkan Capaian Kinerja 2021