Home / Arsip / Arsip 2016 / Berita / Kriminal / Nasional / Reviews

Selasa, 2 Agustus 2016 - 14:48 WIB

Orangtua Korban Minta Sidang Militer TNI Aniaya ABG Digelar Terbuka

Viewer: 607
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 20 Detik

HA (14) dan SKA (12), korban penganiayaan oleh anggota TNI Angkatan Laut (AL) Koptu Saheri, akhirnya menerima surat panggilan dari Oditurat Militer pada Jumat (29/7) lalu. Korban beserta orangtua selaku saksi diminta menghadiri sidang militer di Bandung pada Kamis (4/8) mendatang.

Orangtua korban sebelumnya telah melaporkan kasus penganiayaan ini kepada Polisi Militer angkatan Laut (POMAL) maupun Polres Depok dan Bogor. Diketahui bahwa POMAL telah mengirimkan berkas lengkap perkara ke Oditurat sejak Maret lalu, namun kasus ini seperti beku begitu saja.

Setelah Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta mendesak penuntasan perkara ke pihak Oditurat Militer dan Pengadilan Militer di Bandung pada Juli lalu, penanganan kasus akhirnya berlanjut.

Baca Juga  Guna Penilaian Mutu Sekolah dan Satuan Pendidikan, SMAN 2 Pematangsiantar Ikuti ANBK 2021

“Saya maunya sidang terbuka, agar masyarakat tahu bahwa inilah kelakuan TNI AL. Tidak sesuai dengan nama baiknya,” Harjoni Tutut, ayah HA, di kantor LBH Jakarta, Selasa (2/8).

Wintarsih, ibu SKA, juga berharap yang sama. “Maunya sidang terbuka, bukan untuk kesatuan dia saja,” ujarnya.

Handika Febrian pengacara publik dari LBH Jakarta menyatakan bahwa proses perkara yang melibatkan peradilan militer memang seringkali berlarut-larut. Menurutnya, tindak pidana umum seperti penganiayaan oleh tentara aktif dapat diajukan ke pengadilan negeri biasa.

Baca Juga  Seratusan Prajurit Marinir Mengamuk, Rumah Komandan Hancur

“Peradilan jadi lebih cepat, sederhana, ringan, dan tidak memberatkan korban,” lanjutnya.

Untuk diketahui, HA dan SKA mengalami penganiayaan pada Desember 2015 lalu. Mereka diteriaki maling oleh Koptu Saheri saat sedang melintas menggunakan sepeda motor di depan rumahnya di Komplek Graha Kartika Pratama, Cibinong. Hal ini terjadi setelah gelas minuman yang dipegang oleh HA terlempar ke depan rumah Koptu Saheri. Teriakan tersebut memicu sejumlah warga memukuli HA dan SKA. Warga juga menelanjangi dan mencambuk, bahkan berniat membakar tubuh kedua anak SMP ini (mdk|dwk)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Program Kades Sipungguk “KAMPUNG TANGGUH ANTI NARKOBA” Di Apresiasi Kasat Narkoba dan Tokoh Adat Salo

Arsip

Kereta Kertajaya Hangus Terbakar di Stasiun Tanjung Priok

Berita

Kapolres Silaturrahmi ke Kantor Wali Kota dan Kantor DPRD Kota P.Sidempuan

Berita

Narkotika Kelas IIB Banyuasin, Royhan Al Faisal dan diikuti seluruh Pejabat Struktural, Pegawai dan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Lapas Narkotika Kelas IIB Banyuasin

Berita

Bhabinkamtibmas Polsek Embaloh Hulu Sosialisasi Stop Pungli

Arsip

Mantan Presiden ISIS Indonesia di Cianjur Jamin Seluruh Biaya Jihad Rohingya

Arsip

Peneror Ditawari Terima Uang Rp10 Juta

Arsip

Di Depan Jokowi, Rudal Buatan China Gagal Ditembakkan