Viewer: 682
0 0

Home / Opini

Senin, 6 Juli 2020 - 10:06 WIB

Didesak Minta Maaf soal ‘Santri Calon Teroris’, Ini Jawaban Denny Siregar

Viewer: 683
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 47 Detik

Kompasnasional | Pegiat media sosial Denny Siregar mendapat sejumlah kritik dan nasihat dari berbagai kalangan terkait unggahan ‘Adek2ku Calon Teroris yg Abang Sayang’ yang di-posting di akun Facebook-nya. Denny bahkan didesak minta maaf ke santri. Lantas, apakah dia mau meminta maaf?

Denny mengatakan dia akan meminta maaf jika para santri tersinggung atas posting-annya. Namun permintaan maaf itu ditujukan kepada para santri, bukan kepada pihak yang memanfaatkan anak dalam aksi demo.

“Kalau para santri ikut tersinggung karena posting-an saya, ya saya pasti minta maaf. Tapi saya tidak akan meminta maaf kepada mereka yang memanfaatkan anak-anak dalam demo seperti itu,” kata Denny ketika dikonfirmasi, Minggu (5/7/2020).

Denny menilai pihak yang mengkritiknya itu tidak memahami tulisannya dan terbawa framing kepada santrinya. Menurut Denny, yang ingin diungkapkan dalam posting-an itu adalah pesan dari tulisannya terkait keterlibatan anak dalam aksi demo.

Baca Juga  Menteri Jonan: Target Negosiasi Kontrak Freeport Selesai Akhir Juli

“Ya mungkin beberapa partai itu belum paham maksud tulisan, hanya sekadar komentar karena terbawa framing. Mereka lebih fokus ke masalah santri, tapi tidak fokus ke pesan di dalamnya. Seharusnya partai-partai itu juga menyoroti anak-anak yang dibawa demo itu,” katanya.

Sebelumnya, desakan agar Denny mengucapkan maaf itu diungkapkan Ketua DPP PKB Daniel Johan. Dia menyarankan Denny segera meminta maaf ke para kiai dan santri.

“Bang Denny segera sowan dan minta maaf ke NU dan para kiai dan santri, lebih baik saling maaf-memaafkan saja,” kata Daniel, kepada wartawan, Minggu (5/7).

Menurut Daniel, unggahan Denny tersebut tidaklah bijak dan menyesatkan. Karena itu, dia menilai sebaiknya Denny meminta maaf karena telah menyinggung dan membuat marah para santri.

Baca Juga  TNI Menurunkan Baliho Rizieq Intervensi atau Stimulasi?

Sama halnya dengan Ketua DPP NasDem, Willy Aditya. Dia mengatakan masyarakat dituntut semakin dewasa dan bertanggung jawab. Termasuk pula dalam berpendapat.

“Di sisi lain, para netizen juga dituntut untuk semakin dewasa dan bertanggung jawab. Dewasa dalam bermedsos, dan dewasa pula dalam beropini. Kode etik harus diperhatikan betul, karena itulah ciri manusia beradab,” kata Willy.

“Dia juga harus bertanggung jawab juga atas apa apa yang telah diunggah atau di-posting-nya. Kalau dia merasa benar ya pantang surut dia ke belakang. Kalau salah ya harus jantan untuk mengakui dan siap dengan segala konsekuensinya,” imbuhnya.(HN/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Gagal Raih Opini WTP, Pemko Medan Tak Dapat Insentif Puluhan Miliar

Opini

Imam Besar Al-Azhar Minta Muslimah Wajib Nikahi Pria Muslim

Berita

Penangkapan Ikan Mas Dikaitkan Tragedi KM Sinar Bangun di Toba

Opini

Dukung Pernyataan Presiden Prancis, Ade Armando: Umat Islam Harus Berterimakasih

Opini

ACTA nilai alasan reklamasi sangat konyol dan berbau SARA.

Opini

Ade Armando Bongkar Dugaan Jaringan Narkoba Nia Ramadhani, Wow!

Opini

Tidak Respon Ajakan Diskusi Jerinx, Ini Alasan Hotman Paris?

Opini

VIRAL Video Dugaan Pelecehan Bendera Merah Putih, Ahli: Nggak Main-main Hukumannya, Serius Sekali!