Kompasnasional l Profesi sebagai anggota polisi memang menjadi impian banyak orang. Apalagi menjadi seorang polisi wanita atau Polwan. Segala upaya dilakukan agar bisa mencapai impian tersebut. Seperti Iptu Dhayita Daneswari yang sudah menjadi Kapolsek di usia 23 tahun.
Tentu saja hal itu membuatnya menjadi sosok Kapolsek termuda sepulau Jawa. Menariknya, Iptu Dhayita juga harus memimpin para anggotanya yang mempunyai usia jauh di atasnya.
Iptu Dhayita Daneswari lahir pada 24 Desember 1991. Dhayita menjabat sebagai Kapolsek di saat umurnya masih berusia 23 tahun. Hal ini membuat Dhayita menjadi Kapolsek termuda sepulau Jawa Dhayita.
Dhayita menjabat sebagai Kapolsek di Mapolsek Candisari dan memimpin 30 personel anggota polisi. Saat itu, Dhayita telah memiliki tanggung jawab keamanan wilayah pada 7 kelurahan di Semarang.
Tanggung jawab serta amanah yang diterimanya tentu tidak mudah. Terlebih diketahui para anggotanya di Mapolsek Candisari rata-rata berusia jauh di atasnya. Meski begitu, dia tetap berusaha bersikap sopan serta santun kepada para anggotanya.
Tetap menggunakan bahasa yang santun dan tegas terutama.
Jadi apabila ada anggota saat melaksanakan tugas piket tidak datang tepat waktu, saya pun harus berani untuk menegur. Jadi di sini saya tetap menerapkan sistem saling menghargai dan bijaksana dalam mengambil keputusan dan tetap bersifat tegas,” jelas Iptu Dhayita Daneswari.
Ibu Kapolsek walaupun termuda di Jawa kemungkinan menjabat Kapolsek, saya kira baik, dekat dengan anggota, memimpin dan membina para anggota. Walaupun anggota lebih tua dari beliaunya tapi beliau juga bisa sebagai pemimpin kita tetap menghormati,” ujar Aiptu Endro Rilarso, Kanif. Provos Polsek Candisari. (MC/Red)








