Home / Gaya Hidup

Sabtu, 23 Januari 2021 - 13:44 WIB

Jenderal Polri Ini Teramat Jujur, Toko Sang Istri Sampai Ditutup karena Takut KKN

Viewer: 393
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 18 Detik

Kompasnasional l Kisah polisi teladan yang satu ini memang tak bisa lepas dari ingatan dan hati masyarakat. Siapa lagi kalau bukan mantan Kapolri Jenderal Polisi (Purn.) Hoegeng Imam Santosa yang dikenal tegas tak manfaatkan jabatan.

Meski di bawah panji rezim otoriter, Hoegeng pun tetap berpendirian teguh sesuai prinsipnya. Bergelimang harta dengan karier moncer justru membuatnya takut terbelit kemudahan hidup.

Salah satu saksi kunci keteladanan Hoegeng adalah sang istri, Meriyati Roeslani atau yang biasa disapa Merry Hoegeng. Sosoknya yang penuh inspiratif tak lain terilhami dari kepribadian sang suami tercinta.

Baca Juga  Anies Tunggu Laporan Dinas Pariwisata soal Dugaan Prostitusi di 4Play

Merry masih mengenang kejujuran suaminya. Salah satu yang ia kenang saat seorang wanita pelaku penyelundupan memberi barang, agar kasusnya tak dilanjutkan. Namun Hoegeng dan Merry memutuskan untuk mengembalikan barang itu.

“Ketika saya pulang ke rumah maka sebuah peti besar dari kayu dibuka. Hadiah-hadiah itu banyak sekali, antara lain, alat-alat mesin cuci listrik, alat-alat elektronik, bahan-bahan pakaian mahal dan banyak lagi,” kata Hoegeng saat itu.

Tak hanya sang istri, anak Hoegeng pun juga turut mendapatkan pelajaran. Saat masih menjabat sebagai Kapolri, Hoegeng bahkan sampai melarang anaknya untuk masuk ke Akademi Kepolisian (Akpol).

Baca Juga  Selain Borong 176 Mobil, Ini yang Dilakukan Ratusan Warga Desa dengan Uang Miliaran Rupiah yang Didapat

Sang anak, Aditya sempat marah. Tetapi, kemudian ia paham maksud baik dari ayahnya.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Merry membuka toko bunga. Kala itu, toko miliknya terbilang laris dan terus berkembang.

Sehari sebelum Hoegeng akan dilantik menjadi Kepala Jawatan Imigrasi tahun 1960, Hoegeng meminta Merry menutup toko. Ia menyebut, pekerjaannya kala itu rentan

Setelah bertugas di luar Polri selama enam tahun, Hoegeng kembali ke Korps Bhayangkara. Ia lantas menjabat Wakapolri. Tahun 1968, Hoegeng dilantik menjadi Kapolri. (M/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Gaya Hidup

Syahrini & Reino Barack Dikabarkan Menikah
Foto tangkapan layar video seorang pria pamer kemaluan di Padang

Berita

Heboh Aksi Dosen Pamer Kemaluan ke Mahasiswi di Padang

Asahan

Pengabdian Lions Club Golden Estate diserbu warga

Gaya Hidup

9 Makanan ini Dulu Hanya Dikonsumsi Orang Miskin, Kini Naik Kasta Tersaji di Restoran Mewah

Gaya Hidup

Soroti Sunmori yang Penuh Risiko, Kapolda Metro Jaya: Hilangkan!

Gaya Hidup

Seorang Pemuda India Bunuh Diri Gara-gara Kecewa PUBG Mobile Diblokir

Gaya Hidup

Kakek 74 Tahun di Florida Bergulat Dengan Aligator Untuk Selamatkan Anak Anjing

Gaya Hidup

Harta Rp 1 Triliunnya Ludes Demi Penuhi Hasrat Ikut Pilpres, Sandiaga Uno Kini Gigit Jari dan Banting Setir Sebagai Youtuber: Kalau Balik Kayak Dulu Lagi Nggak Mungkin…