Home / Berita

Jumat, 29 April 2022 - 16:50 WIB

Kelola Sampah Jadi Bahan Bakar Energi Baru Terbarukan

Viewer: 698
0 0
Terakhir Dibaca:3 Menit, 41 Detik

Pemkot Pontianak dan PT Kusuma Jaya Agro Teken MoU Bangun Pabrik Co-firing

PONTIANAK LALBAR,KOMPAS NASIONAL.Com – Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak menjalin kerjasama dengan PT Kusuma Jaya Agro untuk pengolahan sampah dan co-firing sebagai bahan bakar energi baru terbarukan. Kerjasama tersebut dituangkan dalam sebuah nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) yang ditandatangani oleh Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono dan Direktur PT Kusuma Jaya Agro, Raden Hidayatullah Kusuma Dilaga di Ruang Pontive Center, Kamis (28/4/2022).

Edi menjelaskan, kerjasama ini berkaitan dengan pengolahan sampah dan co-firing sebagai bahan bakar energi baru terbarukan. Selanjutnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak dalam hal ini menyediakan lahan untuk pembangunan pabrik co-firing maupun kebutuhan lainnya berdasarkan kesepakatan yang dibuat.

“Dengan adanya kerjasama ini sangat-sangat membantu kita dalam mengatasi persoalan sampah di Kota Pontianak,” ujarnya.

Hanya saja, lanjutnya lagi, perlu diatur manajemen dalam pengelolaan sampah.

Sampah mana yang diolah di bank sampah dan mana yang di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

“Dari pihak kita menyediakan sarana angkutan untuk sampah-sampah yang akan dikelola pabrik co-firing dan lain sebagainya,” ungkap Edi.

Kerjasama ini terjalin dilatarbelakangi oleh kesulitan dalam menangani permasalahan sampah yang terus membludak di Kota Pontianak. Produksi sampah di kota ini hampir mencapai 400 ton per hari.

Jumlah itu bisa melebihi apabila memasuki musim buah-buahan seperti durian, rambutan dan buah-buahan lainnya. Bank sampah yang ada juga tidak bisa mengolah seluruh sampah yang dihasilkan.

“Selama ini sampah yang ada dibuang ke TPA, misalnya sampah yang berasal dari pasar-pasar tradisional. Oleh sebab itu kerjasama ini setidaknya akan membantu mengatasi persoalan sampah selama ini,” ucapnya.

Baca Juga  POLSEK BALIGE GELAR APEL OPERASI PROKES ANTISIPASI VIRUS VARIAN OMICRON

Persoalan sampah di Kota Pontianak sudah mulai mencemari lingkungan dan memberikan dampak terhadap efek rumah kaca.

Hal ini diperparah dengan banyaknya sampah plastik yang tidak bisa terurai hingga 100 tahun lamanya. Menurutnya, masyarakat perlu diberikan edukasi bagaimana menangani sampah terutama yang ada di rumah tangga, misalnya melalui sistem Reuse, Reduce dan Recycle (3R).

“Masyarakat semakin pintar cara memilah dan menghadapi sampah sehingga harus diberikan pengetahuan,” imbuhnya.

Direktur PT Kusuma Jaya Agro, Raden Hidayatullah Kusuma Dilaga menyatakan, kerjasama ini diharapkan mampu menyelesaikan persoalan sampah di Kota Pontianak. Pihaknya juga mendapat dukungan penuh dari pemerintah pusat yang mana salah satunya BUMN PLN grup memberikan solusi masalah sampah menjadi co-firing atau produk energi baru terbarukan.

“Selain sampahnya bisa hilang, juga bisa menjadi sebuah produk bahan bakar pengganti batu bara sehingga bisa dimanfaatkan untuk pembangkit listrik yang ada di Kalbar,” paparnya.

Pihaknya berencana membangun pabrik co-firing yang berlokasi di TPA Batu Layang.

Hasil dari pengelolaan sampah ini akan ditujukan untuk mendukung pembangkit listrik yang ada di Singkawang karena di sana terdapat dua pembangkit listrik besar. Dijelaskannya, sampah-sampah yang ada diolah terlebih dahulu di pabrik co-firing. Lewat MoU ini, pembangunan pabrik itu akan dibekali teknologi dari Indonesia Power.

Sebagai langkah awal, bersama Pemkot Pontianak, pihaknya akan melakukan studi tiru di Kota Cilegon untuk melihat mesin sekaligus portofolio bagaimana yang akan dibangun di Pontianak.

“Di sana masih dalam kapasitas kecil 5 ton perhari.

Sedangkan di Pontianak kita akan buat minimal 100 ton per hari,” tukasnya.

Baca Juga  Ramatamah Bersama Walikota, Sylvia Kartika Putri Mengaku Bangga Jadi Anak Siantar

Mochamad Soleh, Head of Research Innovation and Knowledge Management PT Indonesia Power, menambahkan, jika dibandingkan energi yang dihasilkan, satu ton sampah yang diolah menjadi bahan bakar, pakan menghasilkan 300 kilogram bahan bakar dengan nilai kalori sekira 3.400 kilokalori perkilogram.

“Jadi dari satu ton sampah terjadi penyusutan karena termasuk sampah basah, menjadi bahan bakar yang sudah kering seberat 300 kilogram.

300 kilogram ini nilai kalorinya 3.400 kilokalori per kilogram, itu jumlah. minimalnya,” katanya

Pihaknya sudah pernah melakukan ujicoba beberapa komposisi dan hasilnya bisa mencapai 4.000 kilokalori perkilogram.

Nilai kalori itu hampir setara dengan batu bara. Dalam pengolahan sampah, teknologi yang digunakan sudah ramah lingkungan karena sampah yang diolah tanpa B3 dan bisa terbakar. Hasil survey yang dilakukan, 80 persen diantaranya mengandung organik, yakni sampah-sampah sisa makanan. Sedangkan 20 persennya adalah plastik.

“Plastik seperti kantong kresek, kemasan plastik dan sejenisnya,” tuturnya.

Kemudian, dari 80 persen organik itu, sudah pasti dihitung sebagai karbon netral.

Sedangkan yang 20 persen memang masih dianggap sebagai bahan bakar turunan dari fosil.

Yang menjadi komponen berbahaya seperti dikuatirkan adalah dioksin furan. Untuk mengatasi hal ini, pembakaran dilakukan di PLTU dengan ruang bakar mencapai di atas seribu derajat.

Jadi nanti pembentukan dioksi furannya sudah terurai di atas 700 derajat.

“Kalau dari sisi emisi, itu cukup aman untuk lingkungan, artinya masih di bawah baku mutu lingkungan emisi hasil pembakaran sampah ini,” tutupnya.

(Hasnan Sutanto)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
100 %

Share :

Baca Juga

Berita

Pangdam XII/Tpr Ikuti Vicon Rakor Pelaksanaan Vaksinasi*

Berita

Pedang Pora dan Cium Pataka Warnai Pelepasan Brigjen TNI Djaka Budhi Utama

Berita

Lewat Jalur SNMPTN, 16 Alumni SMAN 1Dolok Batu Nanggar Lulus PTN

Berita

Rapat Pendampingan Hukum Membahas Perpanjangan Perjanjian Kerjasama Dengan PT. Pelindo II (Persero) Cabang Pontianak

Berita

Ratusan Mahasiswa Kampar Kembali Lakukan Aksi Unjuk Rasa Menolak UU Cipta Kerja

Berita

Raker Apeksi se-Kalimantan di Pontianak Bahas Masalah SIPD

Berita

Pemkab Simalungun Berikan Bantuan Kepada Korban Kebakaran di Huta Bayuraja

Berita

Sentilan Keras Anies dan Romy soal Ledakan Suara PSI