Kompas Nasional l PEMATANGSIANTAR-Keluarga besar Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 4 Pematang Siantar, Jalan Pattimura, Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara santuni anak yatim piatu yang ditinggal kedua orang tuanya karena meninggal Covid-19. Hal tersebut di sampaikan Kepala Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 4 Pematangsiantar Rudol Barmen Manurung, SP.d Kamis,(2/9/21).
Lebih lanjut Rudol menjelaskan, Bahwa pada Rabu 01 September 2021 keluarga besar SMAN 4 yang di wakili beberapa guru besama kepsek menyambangi kediaman Lois Eunike Nainggolan (17) di Jalan Malanthon Siregar, Gang Cantik Manis Kota Pematang siantar, dimana Lois ini adalah salah satu siswi SMAN 4 Pematangsiantar yang baru saja kedua orang tuanya meninggal kerena Covid-19.
“Ya pada Rabu 01 September 2021 kemarin kita dari keluarga besar sma negeri 4 pematangsiantar yang di wakili beberapa guru menyambangi kediaman salah seorang anak didik kami yang sudah yatim piatu dimana kedua orang tua murid kami tersebut baru-baru ini meninggal dunia karena covid-19, untuk itu kami datang memberi penghiburan juga memberi santunan berupa materi, sembako dan minuman”. Tutur Rudol dengan nada sedih.
Ridol juga mengatakan, bahwa kejadian itu sungguh sangat menyedihkan dimana Lois beserta kedua adiknya yang masih duduk dibangku sekolah harus menanggung beban yang sangat berat.
“Kami datang memberi penghiburan agar Lois beserta kediua adiknya tetap kuat dan tetap berdoa untuk berserah sama Tuhan, semoga apa yang kami berikan itu bisa membantu mereka dan dipergunakan dengan sebaik-baiknya”. Ucap Rudol.
Dalam hal ini juga Rudol berharap pada dinas sosial khususnya pemerintah kota pematangsiantar agar memperhatikan ataupun membantu keluarga tersebut; karena kedua orang tua mereka meninggal akibat covid-19.
Terpisah saat awak media menyambangi kediaman Lois Eunike Naiggolan Jumat,(3/9/2021) gurat kesedihan masih terlihat jelas di wajah Lois, mungkin tak pernah terpikir sediktpun dibenaknya Ia bersama kedua adiknya harus tinggal bertiga dirumahnya tampa kedua orang tuanya.
Dengan nada suara yang sangat sedih diapun mencba menceritakan, di saat terakhir kepergian kedua orang tuanya akibat Covid-19. “Mereka (Bapak dan Mamak) sudah tenang bersama dengan Tuhan,” kata Lois dengan meneteskan air mata.
Selain Lois, kedua adiknya pun turut merasakan kesedihan yang mendalam. Mereka adalah Sintike April Nainggolan (16) dan Nahesson Sugos Nainggolan (14). Anak-anak itu tercatat sebagai warga Jalan Melanton Sirega gang Cantik Manis, Kecamatan Siantar Marimbun, Kota Pematangsiantar.
Dengan jelas, dia menceritakan awal mula sang ibu tercinta sakit di perut. Dokter mendiagnosa bahwa ada infeksi pada salah satu bagian di perut ibunya. Sebelumnya, ibunya HS (52) telah melakukan suatu operasi. Namun, ia tidak menjelaskan secara detail penyakit ibunya.
Sang ibu pun dibawa ke rumah sakit Vita Insani. Namun, sebelum dirawat, sang ibu melakukan test, dan dinyatakan positif Covid-19. Namun, dia harus berlapang dada menerima cobaan tersebut.
“Tidak lama dirawat, pada tanggal 1 Agustus 2021, mamak pergi untuk selamanya. Dia sudah tidak sakit lagi,”ucapnya dengan berusaha mencoba tetap kuat dan ikhlas. Meski menggunakan masker dan kaca mata, Lois tetap tenang dengan guratan wajah menunjukkan senyum di balik kesedihannya.
Tetapi, virus tersebut bukan hanya menjangkiti ibunya saja, namun juga merenggut kebahagiaan hatinya untuk kedua kalinya. Di usianya yang masih belia, Lois harus kehilangan kembali ayah kandungnya karena Covid-19.
Lois menjelaskan, bahwa kondisi Bapaknya WN (64) sudah 3,5 tahun mengidap stroke. Selang beberapa hari sang ibu meninggal, bapaknya pun harus mengalami nasib yang sama. Bapaknya dirawat dirumah sakit di RSUD dr Djasamen Saragih Pematangsiantar. Bak disambar petir siang hari, hasil tes menunjukkan bahwa ayahnya terkonfirmasi positif Covid-19.
“Bapak pun menyusul Mamak pada tanggal 10 Agustus 2021. Mereka sudah sembuh dari penyakitnya, dan bahagia di samping Tuhan,”katanya dengan air mata yang sudah tak tertahankan lagi.
Lois dan keluarga berusaha mencoba tetap kuat dan ikhlas dengan tetap senyum di balik kesedihan. Menurut nya ini terasa sulit agar bisa dilakukan dengan melupakan rasa sedih yang ada. Meski begitu, dia harus menutupi kesedihan dengan senyuman di hadapan semua orang terutama adik – adiknya.
Lois berharap pada Pemerintah pusat maupun daerah agar diikutsertakan atau mendapatkan seluruh bantuan yang ada. Baik itu memberikan bantuan kebutuhan makan sehari-hari, dan biaya pendidikan untuk masa depannya.
Sayangnya, hingga saat ini Pemerintah Kota Pematangsiantar ataupun dari Satuan Tugas Covid-19 belum ada memberikan bantuan apapun. Bahkan, untuk kebutuhan sehari-hari, Lois hanya bisa mengharapkan bantuan dari sanak family dan perkumpulan dari masyarakat juga yang semarga dengan orangtuanya.
Toni Tambunan .







