Home / Berita

Kamis, 17 Maret 2022 - 16:09 WIB

SMA Negeri 2 Pematangsiantar Rencanakan Gelar UAS Berbasis Komputer / Android

Viewer: 538
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 57 Detik

Kompas Nasional l PEMATANGSIANTAR-Memasuki era revolusi teknologi 4.0,  ujian akhir semester (UAS) berbasis komputer atau android sangat penting. Hal inilah yang di rencanakan Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 2 Pematangsiantar, bahwa untuk UAS Tahun Pelajaran 2021-2022 akan di gelar dengan  berbasis komputer/Android.

Kepala SMA Negeri 2 Pematangsiantar Drs. Hasbiansyah, M.Si menyebut UAS berbasis android sangat penting saat ini. Di era revolusi teknologi 4.0 dimana perkembangan teknologi yang semakin canggih. Sehingga kita harus sudah meninggalkan pola-pola konvensional yang tidak efisien. 

“Jika biasanya ujian menggunakan kertas,  maka kali ini rencananya memakai komputer dan smartphone berbasis android milik masing-masing siswa. Ini sudah pernah kita buat simulasi, hasilnya baik dan lancar,” ucap Hasbiansyah, Rabu (16/3/22). 

Dia menjelaskan, sebagian besar beberapa sekolah didaerah lain, UAS sudah  dilaksanakan tanpa kertas berbasis jaringan intranet. Dengan menerapkan UAS online Android berbasis internet ini maka akan lebih efisien, efektif  dan ekonomis. 

Baca Juga  "Di situ pak Situmorang dan bupati cerita sebelumnya yang ngerjakan proyek jembatan di batubara Johan namanya, tapi kerjanya nggak beres. Kebetulan pak Situmorang mengaku perusahaannya ahli dibidang konstruksi jembatan," sebut Ayen. Hingga akhirnya, OK Arya menyerahkan draft proyek Dinas PUPR Batubara kepada Ayen untuk diberikan kepada Maringan Situmorang. "Di Desember bupati ada kasih draft proyek untuk diserahkan ke Situmorang. Disitu ada ditandai tulisan 'situ'. Karena saat itu saya mau olahraga, saya foto saja, kalau nggak salah dua atau tiga lembar. Setelah itu saya print lalu dikasih ke Situmorang. Saya tak terlalu perhatikan proyek-proyek apa saja," jelasnya. Disinggung, mengapa mau menjadi tempat penitipan uang dari rekanan Pemkab Batubara untuk diserahkan kepada OK Arya, Ayen mengaku khilaf. "Saya khilaf. Semua demi menjaga hubungan bisnis karena keduanya sering beli mobil sama saya. Apalagi sebelumnya mereka ada nitip uang Rp 1 miliar, tapi nggak ada masalah. Tapi yang terakhir ini saya justru jadi terlibat," sebutnya. KPK menangkap dua orang kontraktor, Maringan Situmorang dan Syaiful Azhar beserta Bupati Batubara, OK Arya Zulkarnain, Kepala Dinas PUPR Helman Herdadi dan pemilik Ada Jadi Mobil, Sujendi Tarsono alias Ayen pada 13 September 2017 dari sejumlah lokasi berbeda di Medan dan Batubara. Penangkapan kelimanya dilakukan terkait kasus penyuapan senilai Rp 4,1 miliar. Total uang suap tersebut diberikan Maringan dan Syaiful, diduga sebagai persenan untuk OK Arya setelah mendapatkan sejumlah proyek yang dananya tertampung pada APBD Batubara Tahun Anggaran (TA) 2017.(*)

Selain itu, lanjut dia, persentase pada siswa yang ingin melakukan kecurangan sangat kecil. Hal ini dilihat saat dilakukan try out atau simulasi hingga dua kali pada siswa kelas XII beberapa waktu yang lalu. Ditambah lagi, sudah hampir semua siswa memiliki smartphone android.

“Disamping hemat, tidak lagi butuh kertas, pensil, juga lebih efisien memudahkan para guru mengoreksi lembar jawaban siswa. Sistem komputer akan otomatis menunjukkan nilai siswa tersebut,” ungkapnya. 

Untuk teknis pengerjaan soal, terang Hasbiansyah siswa akan login terlebih dahulu ke server sekolah. Lalu mengerjakan soal dan klik jawaban yang dianggap benar. Masing-masing siswa akan memiliki akun untuk mengerjakan soal mata pelajaran yang diujikan.

Dengan perkembangan teknologi industri, sistem ini Bapak/Ibu Guru juga diuntungkan  karena tidak perlu melakukan koreksi secara manual sehingga lebih menghemat energi, tenaga juga pikiran karena nilai siswa langsung jadi.

Baca Juga  Tambang Rakyat Menurut Undang-Undang Minerba

“Dengan Android juga lebih menghemat listrik karena tidak perlu menggunakan daya listrik yang banyak. Kemudian untuk Siswa hanya perlu membawa smartphone dan  power bank untuk berjaga – jaga kalau daya baterai habis”.ucapnya.

Sementara siswa yang tidak memiliki smartphone, kata Hasbiansyah, tetap bisa ikut ujian sekolah dengan menggunakan komputer yang sudah tersedia di laboratorium komputer lengkap dengan jaringan Wi-Fi. Untuk pengerjaannya sama seperti berbasis android. 

“Ujian berbasis android juga menghemat waktu untuk mengoreksi, karena begitu semua siswa selesai mengerjakan ulangan maka hasil ulangan langsung bisa diunduh. Bahkan lengkap dengan analisisnya,” pungkasnya.

Toni Tambunan.

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Warga Antusias, Kodim 0212/TS Laksanakan Vasinasi Massal ‘Daluhan Natolu’,

Asahan

Peringati Hari Sumpah Pemuda ke 92, DPD AMPI Pematangsiantar Gelar Upacara Secara Virtual

Berita

Dinsos Siantar: Pembagian Bantuan BST Akibat Dampak PPKM Diundur

Berita

Sekda Tapsel Hadiri Ujian SKB CPNS Formasi Tahun 2019

Berita

Bupati Taput Canangkan vaksinasi untuk 1000 guru PAUD dan SD se-Taput

Berita

Cerita Tetangga Tentang Pelaku Bom Polrestabes Surabaya

Berita

POTENSI CUACA EKSTRIM DALAM SEMINGGU KE DEPAN BMKG BERI WARING KEPADA MASYARKAT. 

Berita

DWP Tapsel Harus Berperan Aktif Dalam Memajukan Daerah