Home / Berita

Jumat, 12 November 2021 - 18:49 WIB

Kecamatan Serawai Kab.Sintang Kembali di Rendam Banjir

Viewer: 451
0 0
Terakhir Dibaca:2 Menit, 57 Detik

Sintang Kalbar,KOMPAS NASIONAL– Kecamatan Serawai, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, kembali dilanda banjir pada Jumat, 12 November 2021.

Banjir yang terjadi akibat luapan sungai melawi disebabkan oleh guyuran hujan intensitas tinggi pada dua hari terakhir menyebabkan 22 desa terdampak, 2 kepala keluarga mengungsi.

Berdasarkan monitoring Polsek Serawai pada Jumat, 12 November 2021 pukul 11.05 Wib, ketinggian air mencapai 1,5 sampai dengan 2 meter.

“2 meter dari stegher di pasar 1,5 meter di pemukiman warga yang berada di aliran sungai melawi,” kata Kapolsek Serawai, Iptu Rozehan Nur Ali dikonfirmasi Tribun Pontianak.

Berdasarkan data Polsek Serawai, 22 desa di Kecamatan Serawai terdampak. Dua kepala keluarga sudah mengungsi.

“Untuk sementara warga yang terdampak banjir masih bertahan di kediaman masing-masing di karenakan sebagian rumah warga berlantai 2 (dua) serta ada juga warga yang memilih membuat tempat pengungsian darurat menggunakan Lanting.

Jumlah pengungsi ada 2 kepala keluarga. Ada di lanting dan di bukit tabur,” ungkap Kapolsek.

Akses Jalan Kabupaten atau Kecamatan yang tergenang air antara lain: jalan Tanjung pura Desa Nanga Serawai kecamatan serawai, panjang genangan air 5 s.d 6 Km, kedalaman sekitar 2 meter.

“Sampai saat ini air masih di perkirakan naik. Cuaca di kecamantan Serawai dan sekitarnya untuk saat ini turun hujan dengan intensitas sedang,” jelasnya.

Baca Juga  Pemberian Reward Kepada 9 Personel Ditlantas Polda Kalbar

Banjir yang merendam sejumlah ruas jalan dan pemukikan di Kota Sintang, berangsur surut.

Namun, masyarakat diimbau untuk tetap waspada, sebab diprediksi terjadi banjir kiriman dari perhulungan sungai melawi, seperti Serawai, Ambalau dan Kabupaten Melawi.

Meski sudah surut sekitar 20 centimeter, sejumlah ruas jalan masih belum pulih bisa dilintasi kendaraan bermotor, seperti di jalan lintas melawi, PKP Mujahidin, jalan kelam dan sungai durian.

“Banjir saat ini mulai surut, mencapai 15-20 centimeter, pengguna roda masih tidak dimungkinkan melintas jalan lintas melawi.

Untuk kendaraan sejenis avanza, agya dan sejenisnya juga belum bisa lewat,” kata Anggota Satlantas Polres Sintang, Aipda Asep Suryaningrat.

Mengingat mobilitas masyarakat yang cukup tinggi, ditambah jalur tersebut merupakan jalur vital dan merupakan akses satu-satunya penghubung antar Kabupaten, sejumlah kendaraan besar lalu lalang membantu masyarakat khususnya pengguna kendaraan roda dua yang akan melintas, memberikan tumpangan kepada para pengguna jalan dengan menaikkan kendaraan tersebut keatas bak terbuka guna melewati hadangan banjir.

Ada 4 truk tronton yang disiapkan. Ditambah armada TNI Polri.

6.839 Jiwa Warga Kecamatan Sintang Mengungsi

Bencana alam banjir di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, masih belum berakhir. Saat ini, sebagian besar ruas jalan Kota Sintang dikepung banjir.

Baca Juga  MENGUAK TABIR BANSOS SAMOSIR: DARI PERESMIAN BUMDESMA HINGGA DUGAAN PENYELEWENGAN RATUSAN JUTA RUPIAH

Masih tingginya muka air yang merendam wilayah termasuk ruas jalan nasional menyebabkan mobilisasi terhambat. Beberapa gardu PLN juga masih terendam sehingga ada wilayah yang masih tidak dapat dialiri listrik

Total ada 77 unit gardu PLN ULP Sintang yang terendam per 11 Nobember 2021, yang menyebabkan pemadaman di sejumlah unit.

Dari 77 unit gardu yang terendam, 13 unit sudah kembali menyala, 64 sisanya masih padam. 15.910 pelanggan listrik negara terdampak, dan 1.052 pelanggan kembali bisa menikmati penerangan listrik negara.

Selain itu, salah satu penyedia layanan sinyal telekomunikasi juga belum sepenuhnya lancar akibat menara BTS terendam banjir.

Berdasarkan data yang dihimpun Koramil 1205/07 Sintang, jumlah warga terdampak banjir di Kecamatan Sinrang, sebanyak 13.874 kepala keluarga atau 46.282 jiwa.

“Jumlah pengungsi sebanyak 6.839 jiwa,” kata Pjs Danramil 1205/07 Sintang, Lettu P Rajagukguk kepada Kompas Nasional. Kamis 11 November 2021.

Ribuan pengungsi tersebut, tersebar di sejumlah tempat.

Mulai dari masjid, gedung sekolah, posko-posko swadaya masyarakat, pemda, hingga di kebun karet yang dekat dengan komplek pemakaman.

“Dapur umum kami data ada 54, walau pun masih ada dapur-dapur Swadaya langsung bagi nasi bingkus ke warga,” kata Raja.

Hasnan Sutanto.

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Tumbuhkan Sikap Disiplin, Babinsa Sungai Awan Kiri Latihkan PBB

Arsip

Maret 2017, Beli Gas Elpiji 3 Kg Bersubsidi Harus Pakai Kartu Sejahtera Kemensos

Berita

Disebut Terlibat Korupsi Sarana Jaya, Ketua DPRD DKI: Anies yang Keluarkan

Berita

SMA,SMK,SLB Negeri/Swasta Kota Pematangsiantar Kembali Laksanakan PTM 50 Persen

Berita

Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Kabupaten Kapuas Hulu Melakukan Pengecekan Stok Minyak Goreng

Berita

Erlina Gerak Cepat Langsung Tinjau Kerusakan Sarana Publik Jembatan Pulau Pedalaman

Berita

Wawako Bersama Wakil Ketua TP PKK Sidempuan Hadiri Hari Kartini ke 144 di Medan

Berita

PT LSM (BGA GRUP) LECEHKAN SURAT BUPATI KETAPANG .