Viewer: 552
0 0

Home / Nasional

Selasa, 5 Januari 2021 - 13:01 WIB

Kaum Ekstrimis Disebut Incar Posisi Strategis

Viewer: 553
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 50 Detik

Kompasnasional l Kaum ekstrimis disebut mengincar posisi strategis dalam berbagai bidang. Hal tersebut perlu ditangkal melalui konsolidasi ideologi seluruh kekuatan bangsa. Demikian disampaikan Wakil Ketua MPR Ahmad Basarah kepada Beritasatu.com, Selasa (5/1/2021).

“Perlu ada langkah-langkah konsolidasi ideologi seluruh kekuatan bangsa untuk menangkal kaum ektrimis merebut posisi-posisi strategis di semua bidang sebelum semuanya terlambat,” kata Basarah.

Basarah menuturkan bangsa Indonesia saat ini menghadapi dua ancaman ideologi transnasional yakni paham liberalisme/kapitalisme dan ekstrimisme agama. Kedua ideologi ini turut berkembang seiring absennya negara dalam membentuk mental ideologi bangsa setelah Reformasi.

Menurut Basarah, ideologi ekstrimisme agama pada awal masuk ke Indonesia masih bersifat laten atau sembunyi-sembunyi dengan melakukan perekrutan dan pengkaderan bawah tanah. Setelah itu kaum ekstrimis mulai masuk pada fase berikutnya.

Baca Juga  Paslon Bupati dan Wakil Bupati Amira Hadiri Konsolidasi Tim DPD PD Sumut

Misalnya dengan melakukan pembentukan kesadaran sesuai doktrin ideologi mereka kepada masyarakat. Hal itu dilakukan melalui forum-forum yang dibungkus sebagai pengajian, penerbitan buletin, seminar, penerbitan buku-buku dan media sosial.

Kita bisa melihat bagimana kampanye membenturkan konsep NKRI dan khilafah, Islam dan Pancasila serta agama dan negara. Lebih berbahaya lagi, kelompok ekstrimisme agama kini memanfaatkan kemajuan teknologi informasi,” ujar Basarah.

Basarah mengungkap Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) melaporkan bahwa ide-ide ekstrimisme disebarkan melalui media sosial (medsos). Setelah dirasa ideologi itu mendapat pengikut di masyarakat, maka fase berikutnya adalah menyusup ke institusi kemasyarakatan bahkan negara.

“Kita bisa melihat bagaimana BNPT mengeluarkan rilis adanya tujuh kampus ternama yang terpapar ekstrimisme, begitu juga survei yang mengatakan 19,4% aparatur sipil negara tidak setuju ideologi Pancasila,” kata ketua DPP PDI Perjuangan tersebut.

Baca Juga  Ini 3 Nama Vaksin Produksi Sinovac yang Dinyatakan Halal dan Suci Oleh MUI

Basarah menambahkan mantan Kepala BNPT Irjen (Purn) Ansyaad Mbai menyebut paham ekstrimisme agama sudah merambah ke partai politik (parpol). Kelompok ekstrimisme yang sudah lama dibiarkan, lanjut Basarah, kini tidak lagi menjadi masalah laten melainkan sudah manifest.

Basarah mencontohkan seperti Muktamar Khilafah oleh ribuan anggota Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) di Gelora Bung Karno, Jakarta yang bahkan disiarkan oleh TVRI pada 2013. HTI akhirnya telah dibubarkan oleh pemerintah pada 2017, tetapi perlu terus diwaspadai.

“Strategi menyusup dan infiltrasi seperti ini tidak bisa lagi dipandang sebelah mata. Jika mereka sudah berhasil memegang kendali pemegang kebijakan maka tinggal selangkah lagi, mereka akan terang-terangan mengganti ideologi Pancasila dengan ideologi yang lain,” ucap Basarah.
(BS/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

ri Sultan Hamengkubuwono X Minta Masyarakat Tenang dan Tidak Terprovokasi

Arsip

[Video] Hebat, Ilmu Anggota TNI Ini, Bisa Buat Penjahat Kaku Kayak Patung

Berita

Perjalanan Anies-Sandi Mewujudkan Rumah DP 0 yang Dulu Diragukan…

Nasional

PPATK Serahkan Hasil Analisis 92 Rekening FPI ke Polri

Berita

KPK Tangkap Muchtar Efendi Tersangka Kasus Pidana Pencucian Uang

Nasional

Jokowi: Saya akan Jadi Penerima Pertama Vaksin COVID-19

Arsip

Habib Rizieq Ancam Pemerintah, “Hati-hati, Umat di Berbagai Daerah Bisa Marah”

Arsip

Aturan Disahkan Sri Mulyani, Harga Rokok Resmi Naik 1 Januari 2017