Home / Opini

Sabtu, 29 Mei 2021 - 18:40 WIB

Kapitra Ampera: Kapolri Tidak Bisa Tarik Firli Bahuri dari KPK

Viewer: 408
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 42 Detik

Kompasnasional l Politisi PDIP Kapitra Ampera merespons permintaan Indonesia Corruption Watch (ICW) atau koalisi masyarakat sipil antikorupsi, pada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk menarik Ketua KPK Firli Bahuri.

Kapitra menegaskan, pengaduan koalisi masyarakat sipil antikorupsi yang meminta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk menarik Ketua KPK Firli Bahuri kembali dan diberhentikan dari jabatannya sebagai Ketua KPK merupakan salah besar.

Kapitra menyebutkan, setidaknya ada tiga alasan mengapa Kapolri tidak memiliki kewenangan untuk menarik Firli Bahuri dari jabatan Ketua KPK.

Pertama, Firli sebagai Ketua KPK bukan jabatan penugasan tetapi jabatan yang didapat melalui pemilihan dengan selektifitas yang ketat.

“Dan diuji kelayakannya oleh DPR dan ditetapkan oleh Presiden, sama dengan pengangkatan Kapolri, Panglima TNI, dan Hakim Agung,” katanya.

Baca Juga  Kejagung ke Otto Hasibuan: Kami Eksekusi Vonis PK Djoko Tjandra, Bukan Penahanan

Kedua, lanjut Kapitra, jabatan Ketua KPK bukan jabatan karir kepolisian tetapi jabatan publik

Ketiga, kata Kapitra, status Firli Bahuri adalah sipil bukan polisi aktif karena dia sudah pensiun dari polisi.

“Jadi Kapolri tidak bisa main tarik seperti itu. Silakan pelajari lagi UU KPK 19/2019. Tidak ada aturan soal (pemberhentian Ketua KPK) itu,” bebernya.

Kapitra menjelaskan, dalam UU sudah jelas ada tata cara pemilihan dan pengangkatan serta alasan lain mencopot atau memberhentikan ketua KPK.

“Sesuai aturan tidak ada satu pun alasan untuk memberhentikan Firli Bahuri,” katanya.

Kapitra meminta semua pihak untuk mempelajari kembali UU 19/2019 atas perubahan kedua UU 30/2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Baca Juga  Tunjangan Guru Dihapus, Mendikbud Dinilai Tak Berperikemanusiaan

Terkait soal keberatan terhadap pemberhentian 51 pegawai KPK itu, Kapitra menilai, sudah bukan urusan Firli Bahuri lagi tapi urusan Kempan RB dan Badan Kepegawaian Negara (BKN).

“Pemberhentian 51 orang tersebut, bukan keputusan Ketua KPK, tapi merupakan keputusan dari BKN dan Kempan RB,” kata Kapitra.

Dia mengingatkan, kepada semua pihak agar jangan menyebar fitnah dan menyeret-nyeret masalah tersebut ke ranah politik dan seolah-olah penyidik yang bagus-bagus dan kritis tidak lolos.

“Syarat ASN itu kan ada, kita melihat, KPK sebagai pelaksana UU saja dan tentu harus jalankan aturan sesuai UU. Semua ketentuan ASN itu diatur dalam UU 5/2014 tentang ASN,” katanya.
(BS/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Opini

Sebut Didanai Pemodal Raksasa, Ade Armando: Rizieq Adalah Orang yang Bisa Membuka Kotak Pandora

Opini

Punya Tabungan 400 M Nenek Ini Ditolak Teller Saat Mau Ambil 1 Juta Saja, Begini Katanya

Opini

Mantan Jubir KPK Sebut Mensos Juliari Tak Bisa Dihukum Mati, Ini Alasannya

Nasional

Baru 2 Hari Dilantik Jadi KSAL, Laksamana Yuda Margono Justru Diprediksi Bakal Jadi Panglima TNI, Saingan KSAD Jenderal Andika Perkasa?

Berita

Sejarah Wabah Besar yang Melanda Dunia Setiap 100 Tahun (1720, 1820, 1920, 2020)

Opini

Bukan Habib Rizieq, Sekum Muhammadiyah Duga Ada Big Power Manfaatkan FPI

Opini

Irma Suryani Chaniago Sebut Ahok No Finishing Touch di Pertamina

Opini

Kata MUI Soal Hukum Menikah saat Perempuan Hamil Lebih Dahulu