Home / Berita / Daerah / Reviews

Selasa, 3 April 2018 - 11:49 WIB

Gubernur Palembang Larang Pejabat Sumsel Bepergian Selama Musim Kemarau

Lahan perkebunan warga Kabupaten OKI Sumsel yang terbakar ditanami tumbuhan Jelutung (Liputan6.com / Nefri Inge)

Lahan perkebunan warga Kabupaten OKI Sumsel yang terbakar ditanami tumbuhan Jelutung (Liputan6.com / Nefri Inge)

Viewer: 714
0 0
Terakhir Dibaca:2 Menit, 22 Detik

KompasNasional.com, Palembang | Gubernur Alex Noerdin membuat aturan khusus bagi pejabat daerah di Sumatera Selatan (Sumsel) saat musim kemarau berlangsung. Sebab, musim kemarau menjadi waktu yang harus diwaspadai terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumsel.

Apalagi, lahan gambut di Sumsel cukup banyak dan berpotensi mudah terbakar saat musim kemarau.

“Seluruh kepala daerah, baik bupati dan wali kota (wako), tidak boleh meninggalkan tempat tanpa izin saya. Termasuk, camat dan kepala desa, harus selalu berada di tempat, untuk mengantisipasi terjadinya Karhutla,” ucapnya dalam rapat koordinasi (rakor) khusus karhutla tahun 2018 di Griya Agung Palembang, Senin, 2 April 2018.

Antisipasi karhutla juga untuk mempersiapkan diri sebagai tuan rumah perhelatan Asian Games pada Agustus mendatang. Terlebih, musim kemarau sudah dimulai pada Juni hingga Agustus 2018.

 

Ada empat kabupaten yang masuk zona rawan karhutla di Sumsel, yaitu Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Kabupaten Ogan Ilir (OI), Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), dan Kabupaten Banyuasin.

Ketua DPD Partai Golongan Karya (Golkar) Sumsel ini mengatakan, lahan gambut terluas yang berpotensi mudah terbakar berada di Kabupaten OKI Sumsel. Kawasan tersebut masuk ke wilayah konsesi Perusahaan Asia Pulp and Paper (APP).

Baca Juga  Pimpin Upacara Bendera. Bupati Nisut Amizaro Waruwu, Tegaskan Tingkatkan Pelayanan Kepada Masyarakat.

“Sebanyak 60 persen lahan gambut di Sumsel berada di Kabupaten OKI. Kita terus mendukung APP dalam melakukan berbagai langkah antisipasi pencegahan karhutla, mulai dari kelengkapan fasilitas hingga pendanaan,” ujarnya.

Bantuan penanggulangan karhutla oleh APP, membuat Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel dan instansi terkait tinggal menyiapkan langkah pencegahan lahan gambut lainnya.

Empat Kabupaten tersebut dipastikan Gubernur Sumsel sudah mempunyai antisipasi pencegahan, mulai dari perencanaan, kelengkapan fasilitas, termasuk posko pemantauan hotspot atau titik api.

Dalam rapat ini, turut hadir Kepala Badan Restorasi Gambut, Nazir Foead, Deputi II Kantor Staf Kepresidenan, Yanuar Nugroho, Deputi Bidang Koordinasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat Kemenko Polhukam, Carlo B Tewu, dan Kapolda Sumsel, Irjen. Pol. Zulkarnain.

Kepala Badan Restorasi Gambut Nazir Foead, mengatakan pencegahan Karhutla terus dilakukan, seperti pembangunan infrastruktur pembasahan lahan gambut sebanyak 1.000 unit.

Selanjutnya, membantu petani membersihkan lahan pertanian tanpa membakar, memasang alat pemantau tingkat kelembapan lahan gambut.

Baca Juga  Wagub Kalbar Ria Norsan Meninjau Vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Bengkayang

“Alat monitoring sudah dipasang di berbagai titik. Salah satunya di Kabupaten OKI yang menjadi salah satu daerah rawan Karhutla. Jika dibandingkan provinsi lain, Sumsel lebih sedikit jumlah titik api,” ujarnya.

Menurut Deputi Bidang Koordinasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat Kemenko Polhukam, Carlo B. Tewu, angka hotspot (titik api) secara nasional sudah menurun signifikan.

Namun, langkah antisipasi harus terus berlangsung, terutama menjelang Asian Games 2018. Mereka juga mengevaluasi terhadap pencegahan Karhutla, hingga ditetapkan 12 provinsi rawan se-Indonesia.

“Baru empat provinsi ditetapkan sebagai daerah Siaga Darurat, termasuk Provinsi Sumsel. Tapi, kita sangat mengapresiasi sekali kesiapan Sumsel mengantisipasi dan mencegah karhutla, khususnya menghadapi Asian Games,” ucapnya.

Kepala Pelaksana BNPB Provinsi Sumsel Iriansyah berharap langkah antisipasi di sembilan daerah rawan karhutla.

“Puncak musim kemarau pada tiga bulan tersebut, diperkirakan meningkatnya jumlah titik hotspot. Kita harapkan seluruh daerah yang rawan karhutla membentuk satgas di setiap desa yang dianggap rawan,” katanya.(Liputan6/TR)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Warga Temukan Mayat Cewek Cantik dalam Kardus, Diduga Korban Mutilasi

Berita

KPK Rakor Pemberantasan Korupsi Terintegrasi Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2021

Berita

Polresta Pontianak Kota Umumkan Kelulusan Rik Min Peserta Seleksi Bintara Polri Tahun 2020 Panda Polda Kalbar.

Berita

Pemko P.Sidimpuan Peringati Hari Sumpah Pemuda Ke 93 Secara Virtual

Berita

GERAK Indonesia Kalbar Siap Monitoring Dugaan Konspirasi Mafia Proyek

Berita

Pemerintah Kota Pematangsiantar Salurkan BST kepada Masyarakat Terdampak PPKM

Berita

Pjs Bupati Samosir Secara Resmi Membuka Rapat Kerja Pemerintah Kecamatan dan Pemerintah Desa

Berita

Dekranasda Provinsi Kalbar Dukung Percepatan Pemasaran Kerajinan Daerah Secara Digital.